Nuduk Ide ala Rurung Gallery

Rurung adalah ruang. Selain berkarya di luar ruang, Rurung Gallery pun memamerkan karya di dalam ruangan. Seperti kali ini, di pameran ke-6, bertajuk Nuduk.

Pameran karya oleh Rurung Gallery hadir sebagai wadah gerakan seni jalanan di Bali. Dalam berkarya bersama ini, Rurung memiliki kecenderungan mengambil atau mendapatkan inspirasi dari hal lain. Seperti suatu elemen grafis yang terlihat di jalan, garis, bentuknya, juga material yang ada di sekitarnya.

Konsep ini tecerminkan menjadi kata “nuduk” yang dalam bahasa Bali artinya “memungut” atau “mengambil”. Lewat “Nuduk”, Rurung ingin menghadirkan kembali yang diambil tersebut ke jalanan untuk disuguhkan kepada publik. Memberikan perspektif-perspektif baru maupun rasa nostalgia, kali ini dalam bentuk pameran. Berkarya di kesenian, pasti ada satu atau banyak inspirasi, entah itu bersifat imajinatif maupun dari hal nyata di kehidupan.

Event Rurung Gallery kali ini mencoba untuk menampilkan karya-karya dari teman-teman street art ke dalam bentuk ruang, dengan mengajak teman-teman yang sudah berpartisipasi dalam perjalanan projek Rurung Gallery. Bertempat di Lingkara, Renon, pameran dari tanggal 5 – 26 Juli 2019. Artist yang berpameran adalah Zola Longor, Vonzealous, Pansaka, Swoofone, Dxgo, Uncle Joy, Ikynata, Masgaga, Eka Sudarma Putra, Varkoiivark, Sanggarasi, Donik Dangin, Belanonik, Beluluk, Blelozz, dan Thirdfunc.

Ditambah dengan program edukasi, workshop mengenai teknik-teknik kekaryaan yang sering digunakan seorang street artist kepada generasi muda. Workshop ini bertujuan mengajarkan bahwa ada beberapa teknik yang bisa digunakan untuk menggambar di media tembok ini. Setiap teknik memiliki tingkat kesulitan masing-masing dan hasil yang berbeda pula. Para pengajar workshop adalah seniman-seniman yang sudah ahli di masing-masing teknik yang mereka gunakan. Workshop diadakan 3 kali pada tanggal 6 juli, 13 Juli, dan 20 Juli diisi Uncle Joy untuk workshop menggambar karakter, Nedsone untuk workshop Graffiti, dan Vampira Adisa pada workshop stensil.

Dalam acara pembukaan pameran dimeriahkan oleh Matilda dan Kaset Kulcha, lalu di penutupan digoyang oleh SS dan DJ Saylow.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pameran ini disponsori oleh Nothing Cloth, Rutopia, Voordurend, TokoTondo, Bujidet Arjuna, Ruang Gembira, Lingkara Space, Juice Time, dan Drink House Bali. Media partner oleh Kind Magz, Kopi Keliling, dan BaleBengong.

Tulisan pengantar pameran oleh Savitri Sastrawan, fhoto oleh Gus Yoga, Adi Suarcandra, dan Gusde Bima.