• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, March 11, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Minimnya Pengolahan Pascapanen Rumput Laut

I Nyoman Meta by I Nyoman Meta
8 July 2013
in Berita Utama, Kabar Baru
0
2

 munuh05

Masyarakat Nusa Penida sangat sulit mengolah rumput laut pasca panen.

Mereka rata-rata langsung menjual rumput laut kering ke pengepul. Padahal, jika berhasil mengolah rumput laut pascapanen, sebenarnya dapat meningkatkan nilai jual.

Nusa Penida merupakan sentral penghasil rumput laut di Kabupaten Klungkung. Sebagian besar masyarakat pesisir Nusa Penida berprofesi sebagai petani rumput laut. Mereka dapat menjual hasil rumput laut kering ke pengepul. Untuk saat ini harga rumput laut Rp 5.000 per kilogram. Salah satu petani rumput laut, I Nyoman Kardana mengatakan harga saat ini harga rumput laut turun sampai Rp 2.000 per kg. Anggota Kelompok Tani Watu Gangga Desa Ped, Nusa Penida tersebut menuturkan bahwa harga rumput laut tidak menentu.

“Naik turunnya harga rumput laut tergantung kebijakan pengepul,” ujarnya.

Keinginan petani rumput laut untuk meningkatkan kualitas rumput laut pascapanen sebenarnya sangat besar. “Iba tare nawang engken carane ngolah bulunge,“ kata I Nyoman Ardana, yang akrab dipanggil Pak Mirah. Maksudnya, mereka tidak tahu bagaimana caranya mengolah rumput lautnya. Karena itu, Pak Mirah melanjutkanm perlu ada penyuluhan dari pemerintah agar petani tidak mengalami kesusahan dalam pemasaran hasil produksi rumput laut.

Petani rumput lainnya, Ni Wayan Lasmini, 37 tahun, menuturkan hal yang sama. Kebetulan Lasmini sempat mewakili kelompok wanita rumput laut penyuluhan di Sampalan. “Kle nyidang ngae dodol, manisan, krupuk, cendol, nak taen pidante pelatihan di sampalan,“ ujarnya. Dia menuturkan bahwa dia bisa membuat dodol, manisan, krupuk, cendol setelah dulu ikut pelatihan di Sampalan. Namun, dia melanjutkan, yang sulit adalah jika hasil olahan tidak laku. “Bagaimana mengawetkan makanan itu? Bila perlu supaya cepat dibeli oleh masyarakat,” Lasmini menambahkan.

Masalah umum yang dialami petani rumput laut adalah masalah produksi dan pemasaran hasil produksi. Sebagian besar masyarakat belum mengetahui langkah-langkah dalam mengolah rumput laut. Seandainya berhasil membuat olahan dari rumput laut masalah lain yang timbul adalah bagaimana memasarkan hasil produksinya. [b]

Tags: Nusa PenidaPetani
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Nyoman Meta

I Nyoman Meta

Keadilan dan Kejujuran

Related Posts

Bali Yang Binal 2021 di Nusa Penida

Bali Yang Binal 2021 di Nusa Penida

9 May 2021
Ledok, Gizi Bubur di Pulau Kapur

Ledok, Gizi Bubur di Pulau Kapur

15 April 2021
Berwisata Energi Terabaikan dan Terbarukan ke Nusa Penida

Berwisata Energi Terabaikan dan Terbarukan ke Nusa Penida

8 December 2020
Sosialisasi Potensi Energi dari Kotoran Sapi

Rumah Belajar Bukit Keker Menyalakan Semangat Anak Muda

30 October 2020
Begini Lho Cara Menjelajah Nusa Penida dengan Cara Berbeda

Begini Lho Cara Menjelajah Nusa Penida dengan Cara Berbeda

2 October 2020
Menghancurkan Batu, Menggali Kantong Energi

Menghancurkan Batu, Menggali Kantong Energi

30 August 2020
Next Post
Nyepi Kasa di Desa Buahan Gianyar

Nyepi Kasa di Desa Buahan Gianyar

Comments 2

  1. manghell says:
    13 years ago

    Ini masalah klasik petani rumput laut Nusa Penida

    Reply
  2. Gede Murta says:
    13 years ago

    untuk pengolahan rumput laut menjadi bahan bernilai jual lebih tinggi memang perlu pengetahuan dan kreatifitas. Hal ini semestinya menjadi tanggung jawab pemerintah dengan memberikan pelatihan dan teknik pemasaran yang tepat. Kebingungan yang sering muncul dalam benak petani seperti pengolahan dan pemasaran bisa diatasi jika pemerintah dengan peran serta masyarakat didalamnya. promosi produk di internet dan situs jual beli bisa di terapkan. memberikan pengetahuan dan praktek mengenai cara penggunaan bahan tertentu yang aman untuk mengawetkan makanan seperti gula dan garam, cara penyimpanan, cara pemasakan, cara pengepakan/pembungkusan juga perlu dilakukan. Pemerintah sebenarnya harus sensitif terhadap permasalahan di tengah masyarakat, jangan hanya “berkoar-koar di kursi yang empuk. terima kasih

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia