• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, April 21, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Merindu Kedamaian dalam Perbedaan

Cahya Legawa by Cahya Legawa
6 July 2011
in Budaya, Kabar Baru, Opini
0
3

Apapun budaya itu, dalamnya ada sebuah hal esensial, keinginan hidup dalam damai. Ilustrasi Anton Muhajir.

Ketika membuka lembar sederhana berjudul “Persepsi Hitam dan Putih“, saya melihat bahwa memang dalam kehidupan kita memang selalu ada nilai-nilai, opini-opini yang dapat saling bergesekan satu sama lainnya dan menjauhkan kita dari damai itu sendiri.

Masyarakat Bali bergerak dalam roda kultur unik nan beragam. Budaya ini hadir dan mengalir dalam sejarah Bali itu sendiri. Mungkin sedemikian hingga dapat disampaikan bahwa Bali dan warna budayanya adalah dua hal tidak terpisahkan. Sebagaimana hal dengan budaya-budaya lokal lain di seluruh Nusantara, maka budaya Bali bisa secara nyata ditemukan hidup di Bali.

Budaya itu bisa saya ibaratkan seperti dinding-dinding sungai yang memberi bentuk pada aliran sungai, yaitu kehidupan bermasyarakat itu sendiri. Dinding sungai mungkin memberi bentuk pada sungai, namun dalam perjalanannya, keberadaan sungai sendiri yang mengizinkan adanya bentuk pada dinding-dinding ini. Ini adalah sifat alami dari aliran sungai.

Demkianlah antara masyarakat dan budayanya. Masyarakat mungkin bergerak sesuai situasi dan kondisi sosiokultural yang melingkupinya. Namun sebaliknya pergerakan, pergeseran pun perubahan budaya itu sendiri dimungkin terjadi karena arah dan gerak masyarakatnya.

Apapun warna budaya itu, saya rasa di dalamnya ada sebuah hal yang esensial, yaitu keinginan untuk hidup dalam damai. Dan segala yang kita kenal, baik itu budaya, aturan, maupun agama dengan segenap nilai serta normanya, adalah seperti bilah-bilah bambu yang menaungi harapan akan kedamaian. [b]

Tags: BaliBudayaOpini
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Cahya Legawa

Cahya Legawa

Saya seorang narablog kelahiran 1984 di kota kecil Denpasar (Bali), besar di Mengwi dan kemudian melanjutkan sekolah hingga SMA di Gianyar, dan kini menyelesaikan pendidikan profesi dokter di Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta). Menyukai dunia menulis sejak kecil, kini aktif menulis di Bhyllabus dan Manvahana.

Related Posts

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

24 March 2026
Siapkah Nyepi Digital?

Siapkah Nyepi Digital?

23 March 2026
Next Post
Merayakan Kemenangan dalam Kekalahan

Merayakan Kemenangan dalam Kekalahan

Comments 3

  1. Edu says:
    15 years ago

    Bener sekali,,, seharusnya kita sebagai Mahluk yang paling mulia diantara di antara mahluk lainya harus bisa.. menghargai perbedaan yang sudah ada.
    krna tanpa berbedaan mungkin dunia ini terasa hambar,,, maka dari itu,,, hormati dan jaga perbedaan. supaya kita sebagai manusia bisa merasaskan kedamaian yang selalu di harapkan oleh semua pihak.

    Reply
  2. Bali Web Design says:
    15 years ago

    Hal berbeda adalah sesuatu yang wajar. Setiap individu mempunyai prinsip hidupnya sendiri. Kita harus menghargai atas perbedaan itu. Tapi dalam konteks apa ? Nah ini yang perlu di pahami oleh kita semua.

    Reply
  3. satria says:
    15 years ago

    Kita sering mendengar istilah “united and disparity”(persatuan di dlm perbedaan),dan istilah ini untuk kali pertama di kumandangakan oleh tokoh hindu yg sangat populer dan di segani serta di hormati dunia atas ide dan pikirannya tentang kedamain,persatuan ttg perbedaan beliau adalah Suami wiwekananda.kalau kita meniru atau mencontoh tindakan dan pikiarn bliau dan mengerti akan essensi di balik pesan united and diparsity,saya dan bahkan kita yakin bahwa dunia akan damai,apapun alasan dibalik perbedaan tsb.alam semesta saja penuh akan pebedaan, warna warni kehidupan shg membuat alam masih exis sampai detik ini,lalu knapa kita yg merupakan bagian dr alam ini tdk mengakui perbedaan…?mari kt hidup damai di dlm perbedaan..say no for clasless…………

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ekowisata di Subak Sebagai Solusi atau Ancaman Baru?

Plastik Makin Mencemari Pertanian

21 April 2026
Sampah tak Terpilah, Subsidi Pupuk Organik bikin Jengah

Cara Leluhur Bali Memilah Sampah

21 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia