• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, July 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Merayakan Marya: Memahami Laku Jongkok dalam Pertunjukan Tari dan Sehari-hari

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
18 April 2024
in Budaya, Kabar Baru
0
0

Squatting & Dance merupakan platform riset dan pengembangan praktik artistik pertunjukan yang mencoba menyingkap konstruksi estetis-politis laku jongkok dalam pangung tari/pertunjukan serta koreografi sehari-hari. Bersama Mulawali Institute, Wayan Sumahardika–sebagai inisiator–telah memulai riset dan produksi pertunjukan tahun 2021 melalui karya “The (Famous) Squatting Dance: Jung Jung – Te Jung”. Pertunjukan ini berangkat dari arsip tari Igel Jongkok karya maestro Bali I Ketut Marya.

Sosok I Marya (I Mario/Maria) merupakan maestro tari kontemporer Bali yang tumbuh di era transisi Bali dari kerajaan menjadi wilayah jajahan kolonial. Marya sendiri dikenal lantaran karya tari monumentalnya seperti Igel Jongkok/Kebyar Duduk, Kebyar Terompong, dan Oleg Tamulilingan. Praktik yang sebelumnya berorientasi pada produksi pertunjukan tunggal. Kedepannya, pada tanggal 26-28 April 2024 akan dikembangkan lebih lanjut menggunakan pendekatan dramaturgi festival bertajuk “The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya”.

“Merayakan Marya” akan menghadirkan serangkaian program seperti pameran arsip, pertunjukan, workshop, dan diskusi bertempat di Puri Kaleran, Tabanan. Terpilihnya lokasi tersebut karena amat erat bertalian dengan konteks sejarah perjalanan kreasi Marya. Kegiatan ini hadir atas kolaborasi dengan lembaga Arsip Bali 1928, Gurat Institute, Bang Dance, Ninus, ITB Stikom Bali serta sejumlah seniman dan sanggar tari di Bali.

Marlowe Bandem bersama Arsip Bali 1928 akan menampilkan pameran arsip karya I Marya. Sementara Gurat Institute melaui Gurat Artproject akan merespon sosok Marya ke dalam karya instalasi seni rupa. Ada juga program workshop Kebyar Duduk, napak tilas serta sejumlah diskusi tentang pengembangan dan pemanfaatan arsip karya dan sosok I Marya melalui pertunjukan oleh sejumlah seniman, akademisi, dan budayawan.

Selama tiga hari, acara juga akan menampilkan pertunjukan berbasis arsip dan karya I Marya. Beberapa diantaranya adalah “The (Famous) Squatting Dance: Jung Jung – Te Jung Dance” oleh Mulawali Performance Forum; Bee Dances oleh Ninus kolaborasi bersama Sanggar Sunari Wakya dan Komunitas Seni Arjuna Production; “Sejak Padi Mengakar” oleh Bang Dance; serta Tari Kebyar Duduk dan Kebyar Terompong oleh Sanggar Haridwipa.

“The (Famous) Squatting Dance: Jung Jung – Te Jung” oleh Mulawali Performance Forum menggunakan basis material arsip tari Igel Jongkok. Pertunjukan yang disutradarai oleh Wayan Sumahardika ini menawarkan pembacaan atas arsip tari Igel Jongkok dalam bingkai gestur kolonial, situasi transisional yang bergerak secara sirkular, serta bentang kemungkinannya untuk dilihat sebagai keberlanjutan dari kultur lokal.

Jung Jung-Te Jung sendiri diambil dari bunyi tabuhan dalam tari Bali gubahan baru sebelum mengalami penamaan baru seperti Igel Jongkok hingga Kebyar Duduk. Proses penamaan ini tak hanya menyentuh persoalan praktik koreografi, tapi juga bagaimana interaksi Barat, modernitas, tradisi, dan komunalitas saling-silang di dalamnya. Penelusuran ini ditawarkan dalam bentuk naratif performatif melalui tubuh (penari) Bali hari ini.

“Bee Dances” merupakan kolaborasi perdana antara koreografer Indonesia, Ninus dan Kareth Schaffer yang merupakan koreografer yang berbasis di Berlin. “Bee Dances” menelisik bagaimana pertukaran budaya di masa pasca-kolonial dimungkinkan. Bagaimana perbedaan teknik tarian tersurat dalam tubuh keenam penari — dari Indonesia dan Eropa?

Bagaimana penyebaran pengetahuan fisik menyebar keseluruh dunia? Bee Dances memetakan keterhubungan antara tari kontemporer sebagaimana yang sering dipentaskan di Berlin dengan teknik tarian tradisional Indonesia, menelusuri keterkaitannya melalui serangkaian intervensi, wawancara, rekonstruksi, dan bentuk koreografi baru. Tari Bali “Oleg Tamulilingan” karya I Mario yang terkenal dan “waggle dance” lebah madu Asia dan Eropa (apis cerana dan apis mellifera)—istilah yang pertama kalinya dijelaskan dengan tepat oleh ahli zoologi Jerman, Karl von Frisch—adalah referensi utama dari Bee Dances

Sementara karya tari “Sejak Padi Mengakar” karya koreografer Gus Bang Sada akan menampilkan isu kritis tentang kenyataan alih fungsi lahan pertanian di Bali secara massif. Ibarat padi yang semakin berisi semakin merunduk, Gusbang ingin melihat perubahan yang terjadi dari segala sisi tentang keberadaan pangan dan lingkungan. Secara artistik, pertunjukan ini menawarkan sikap duduk yang dipinjam dari salah satu sikap tari tradisi Bali (Kebyar Duduk) untuk menyatakan sikap kepemilikan atas lahan sekaligus bentuk adaptasi tubuh atas ruang yang mulai berubah.

Melalui event ini, masyarakat segala lapisan dapat melihat lanskap kemungkinan arsip dan repertoar tari untuk mampu dimanfaatkan dan dikembangkan secara kritis dengan konteks semangat zaman hari ini. Pertunjukan ini mendorong upaya kolaborasi lintas disiplin antar lembaga, komunitas, seniman, dan masyarakat yang bersentuhan langsung (dan tak langsung) dengan karya I Marya. Diharapkan, praktik semacam ini akan beresonansi lebih besar bagi terciptanya diskursus kritis atas pembacaan sejarah, proses kreatif, dan karya tari I Marya; ulang alik praktik tradisi dan kontemporer; pengembangan artistik seniman hari ini dan pengalaman menonton masyarakat.

kampungbet
Tags: agenda seni baliI Maryaseniman balisiaran pers
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

16 July 2026
Solidaritas Media dan Jurnalis Bali Mendorong Pengadilan Negeri Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media

Solidaritas Media dan Jurnalis Bali Mendorong Pengadilan Negeri Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media

14 July 2026
Penganugerahan Olimpiade Jurnalis Muda Pertama di Indonesia di AJW 2026

Penganugerahan Olimpiade Jurnalis Muda Pertama di Indonesia di AJW 2026

5 July 2026
“Perempuan di Sawah” Narasi Agraris di Pembukaan Singaraja Literary Festival 2026

“Perempuan di Sawah” Narasi Agraris di Pembukaan Singaraja Literary Festival 2026

4 July 2026
Hari Laut Sedunia Menjadi Peringatan untuk Menghentikan Ekspansi LNG di Bali

Hari Laut Sedunia Menjadi Peringatan untuk Menghentikan Ekspansi LNG di Bali

18 June 2026
Peluncuran Repositori untuk Memperkuat Pengelolaan Laut di Enam Negara

Peluncuran Repositori untuk Memperkuat Pengelolaan Laut di Enam Negara

17 June 2026
Next Post
Lostineden merilis “Romantic Sunday”

Lostineden merilis “Romantic Sunday”

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

17 July 2026
AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

16 July 2026
Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

16 July 2026
Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

16 July 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia