• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, February 9, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Merayakan Kemerdekaan di Akhir Bulan

Anton Muhajir by Anton Muhajir
24 August 2008
in Agenda, Budaya, Kabar Baru
0
0



Suasana peringatan kemerdekaan Indonesia masih terasa di gang di mana saya tinggal. Minggu (24/08) ini kami merayakannya dengan berbagai lomba. Tidak masalah meski hari ulang tahun Proklamasi sudah lewat seminggu lalu. Yang penting kan semangatnya..

Sejak sekitar pukul 9 pagi, kami sudah bersiap-siap. Ada tujuh lomba dalam agustusan tahun ini. Antara lain lomba lari karung, makan krupuk, memasukkan paku ke botol, makan kacang pakai sumpit, memasukkan kecebong ke botol, lari menjepit botol, dan lari nyunjung botol. Lomba terakhir itu khusus untuk ibu-ibu, yang sebagian besar terbiasa menjunjung gebogan (bahan upacara) di atas kepala saat sembahyang.

Lomba itu diadakan di lapangan kosong di gang kami. Sebagian besar penghuni gang itu pun berkumpul di lapangan tersebut. Malah, beberapa tetangga gang pun ikut menonton meski agak jauh. Mungkin karena suara kami berlomba yang sangat riuh.

Pagi itu gang kami memang jadi riuh rendah oleh peserta maupun penonton lomba. Maklum, semua peserta dan penonton itu sebagian besar memang anak-anak. Dengan cueknya anak-anak itu berteriak selama pelaksanaan lomba. Suara megaphone ntuk mengoordinir lomba juga tak kalah kerasnya.

Hadiah lomba itu tidak jauh dari selera anak-anak, makanan dan minuman ringan. Tapi bukan hadiah yang diacri anak-anak tersebut. “Menang kalah tidak masalah. Yang penting semua semangat ikut lomba,” kaya Ayu, salah satu peserta.

Lomba itu disesuaikan dengan umur peserta. Untuk lomba makan krupuk, misalnya, semua peserta adalah anak TK. Anak saya yang belum genap dua tahun, ikut lomba ini juga. Tapi bukannya ikut lomba, dia malah dengan cueknya menarik krupuk itu dari talinya lalu melahapnya sampai habis. Penonton jadi ikut tertawa.

Tapi tidak hanya tertawa. Komang, anak perempuan yang baru masuk TK, sebaliknya. Dia menangis karena gagal makan krupuk terus. Soalnya, peserta lomba memang tidak boleh makan krupuk itu dengan tangan. Mereka harus menggigitnya dari tali.

Gelak tawa yang sama juga terjadi ketika ibu-ibu ikut lomba nyunjung botol. Ibu di gang, yang mayoritas bertubuh subur itu, harus membawa botol berisi air di kepalanya. Penuh keyakinan mereka lari di lapangan berumput dan agak bergelombang itu.

Agustusan seperti ini memang rutin kami adakan tiga tahun terakhir. Biasanya hadiah lomba dibeli dari uang iuran di gang kecil tersebut. Tahun ini pun begitu. Karena harga hadiah yang murah, maka banyak hadiah bisa dibeli meskipun duitnya pas-pasan. Tidak apa-apa, yang penting semua hepi. Apalagi usai lomba, nasi goreng swadaya warga gang juga sudah menanti.. [b]

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

8 February 2026
Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

7 February 2026
Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

7 February 2026
Perlawanan Kebijakan Politik dalam Karya Seni Ogoh-Ogoh 2025

Banjar, Ogoh-ogoh, dan “Gaya gagah, pesu kapah, mani mati kanggoang kremasi”

6 February 2026
kataraga gamelan kontemporer bali

Kataraga Meramu Bambu, Besi, dan Pipa Menciptakan Resonansi Baru Musik Bali

6 February 2026
matan AI

Ba(ng)li Sold?

5 February 2026
Next Post
Loloan: Pertemuan Rasa Lokal dan Global

Loloan: Pertemuan Rasa Lokal dan Global

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

8 February 2026
Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

7 February 2026
Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

7 February 2026
Perlawanan Kebijakan Politik dalam Karya Seni Ogoh-Ogoh 2025

Banjar, Ogoh-ogoh, dan “Gaya gagah, pesu kapah, mani mati kanggoang kremasi”

6 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia