• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 15, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Menjaga Lontar Bali Agar Tak Telantar

Astarini Ditha by Astarini Ditha
26 May 2011
in Berita Utama, Buku, Kabar Baru, Teknologi
0
1

Mengalihbahasakan lontar termasuk kerja intelektual. Foto Astarini Ditha.

“Hampir tidak ada dana dari pemerintah untuk perawatan benda-benda kuno,” akunya resah.

Menjelang jam pulang, Wayan Kariasa dan dua temannya masih berkutat dengan perkakas dan tugasnya. Sembari mengobrol di ruangan berpendingin itu, tangan kanannya menggosok lembar demi lembar lontar dengan satu ramuan. Campurannya minyak sereh, minyak kemiri dan alkohol.

Kariasa petugas Pusat Dokumentasi (Pusdok) Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Dia dan rekan-rekannya sedang menyelesaikan proyek pengarsipan lontar. Proyek yang dimulai dari Februari 2011 kemarin hingga 2012 ini bekerja sama dengan orang Amerika.

Di ruangan itu 3 orang sibuk dengan tugasnya masing-masing. Ada yang berkutat di depan komputer jinjing memasukkan data. Ada yang bertugas memindai (scan) lontar.  Dalam sehari, mereka bisa mengerjakan 600-100 lembar lontar. Satu judul lontar atau acakep lontar berisi beberapa lembar lontar. Ketebalannya beragam.

“Geguritan biasanya agak tebal,” ujar Kariasa.

Mengalihbahasakan lontar, menurutnya, pekerjaan serius. “Ini termasuk kerja intelektual,” jelasnya sembari terus mengelap lembaran-lembaran lontar dengan ramuan hitam. Ramuan tersebut, menurut Kariasa, selain membersihkan kotoran juga untuk menghitamkan aksara-aksara yang mulai memudar.

Untuk pemeliharaan, lontar-lontar dibersihkan setahun sekali untuk menghindari bubuk, sejenis rayap yang menimbulkan bercak-bercak noda atau rusak.

Kurang Dana

Selain menjaga agar lontar-lontar tak terkena noda, pekerjaan lain di Pusdok adalah menerjemahkan naskah tersebut. Namun, pengalihbahasaan ini masih terkendala kurangnya dana. “Hampir tidak ada dana dari pemerintah untuk perawatan benda-benda kuno,” akunya resah.

Dengan adanya bantuan dari Amerika itu, tim Pusdok kini mengejar target agar pemindaian selesai pada 2012. “Setelah scanning nanti dibawa ke Amerika,” ujarnya. Ada beberapa peralatan pemindaian tersebut: 2 buah lampu, sebuah kamera dan sepasang komputer jinjing.

Lontar berisi ilmu-ilmu. Konon banyak peneliti asing maupun lokal tertarik memelajari. Pusdok menyimpan sekitar 2.831 karya lontar. Koleksi paling banyak berupa tutur yang memuat perihal pelajaran, petuah dan nasihat. Jumlahnya 579. Jenis lontar lainnya tentang obat-obatan; usada, epos-epos perang; kanda, hingga ke niti sastra; sastra yang mengandung nilai-nilai soal kepemimpinan, dan semacamnya.

Di Pusdok ada dua ruangan terpisah. Satunya sebagai ruang baca. Satu lagi ruang penyimpanan lontar. Ada dokumen dari lontar yang telah ditransliterasi; alih aksara ke tulisan aksara Bali. Ada juga dokumen yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Bali.

Di ruang baca, dalam satu rak biasanya dipanjang beberapa buku hasil terjemahan, seperti babad. Ada katalog untuk mempermudah menemukan judul koleksi buku.

Nusantara memiliki tradisi dokumentasi sangat purba: simbol-simbol dalam gua, prasasti maupun penulisan dalam daun lontar. Perihal atau peristiwa diawetkan oleh ragam cara hidup unik. Agar tak keburu hilang, banyak dokumen yang diabadikan sebagai langkah preservasi: melalui pengarsipan. [b]

Tags: BaliBudayaBukuLontar
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Astarini Ditha

Astarini Ditha

Related Posts

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

24 March 2026
Siapkah Nyepi Digital?

Siapkah Nyepi Digital?

23 March 2026
Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

17 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Next Post
Route atau Trayek Sarbagita

Route atau Trayek Sarbagita

Comments 1

  1. IGusti Ngurah Gede Suanda says:
    14 years ago

    Mohon informasi bahan apa dan bagaimana caranya mengawetkan lontar
    Terima kasih

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

14 April 2026
Marak Pembakaran Sampah Terbuka, Risiko Kesehatan Menanti

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

13 April 2026
Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

12 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia