• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, February 15, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Meningkatkan Kualitas JKN melalui Open Data

Happy Ari by Happy Ari
29 March 2016
in Kabar Baru, Pelayanan Publik
0
1
Diskusi Kelompok pada Fokus Grup Diskusi Open Data
Diskusi Kelompok pada Fokus Grup Diskusi Open Data. Foto Gogon Journey.

Keterbukaan informasi adalah kunci dalam layanan publik. 

Begitu pula dalam layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Untuk membuat publik sebagai pengguna JKN bisa memahami kondisi dalam layanan, perlu adanya keterbukaan informasi sehingga terwujud peningkatan kualitas layanan.

Dalam menempuh upaya keterbukaan informasi dalam layanan tersebut, Sloka Institute mendorong para pemangku kepentingan terkait layanan JKN membuat diskusi terfokus dengan tema Open Data. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Awasi Jaminan Kesehatan Nasional (AJAKAN).

Rofiqi Hasan fasilitator dalam pengantar diskusi ini menjelaskan data dalam intitusi-institusi. “Dalam hal open data, sebenarnya ada dua jenis data, yaitu informasi yang terbuka dan informasi yang dikecualikan,” katanya. Melalui diskusi terfokus ini diharapkan dapat dipetakan hal-hal apa saja yang bisa dijadikan data terbuka terkait layanan JKN.

Pengantar materi Open Data pada kesempatan ini disampaikan oleh Luh De Suriyani dari Sloka Institute. Menurut Luh De Open Data adalah data yang bisa diakses oleh antar instansi pemerintah dan warga. Adapun manfaatnya menurut Luh De dapat memudahkan koordinasi antar lembaga, meningkatan kualitas layanan, dan pengambilan keputusan pribadi.

Secara khusus, Luh De menjelaskan manfaat langsung Open Data untuk program JKN, “Misalnya publik dididik untuk memilih faskes mana yang harus dituju lebih dulu.”

Diskusi terfokus ini dihadiri tujuh lembaga, yaitu Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Kesehatan kota Denpasar, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Denpasar, perwakilan RSUD Wangaya, RS Puri Raharja, Puskesmas IV Denpasar Selatan dan Puskesmas II Denpasar Timur, masing-masing dua perwakilan.

Pada diskusi ini masing-masing lembaga sharing mengenai akses data pada lembaganya. Heri, bagian Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar mengakui bahwa perizinan untuk akses data cukup rumit. “Misalnya mahasiswa, untuk mendapatkan data harus bersurat melalui kampus ke Kesbangpolmas baru ke SKPD, dalam hal ini ke Dinas Kesehatan,” katanya.

Lain halnya permasalahan di institusi Puskesmas. Mereka mengakui kurangnya sumber daya pendukung untuk proses open data. “Puskesmas memiliki data lengkap, baik pertahun maupun perbulan. Sumber daya manusia sudah ada. IT online secara khusus yang belum ada,” kata perwakilan Puskesmas II Denpasar Timur.

Dalam diskusi terfokus ini juga ada proses diskusi kelompok. Peserta dibagi menjadi dua kelompok. Tujuan diskusi kelompok ini untuk menyamakan suara terkait instansi, hal-hal apa saja yang bisa dijadikan sebagai data terbuka.

“Idealnya open data itu seperti apa? Apakah mungkin terbuka? Bagaimana prosesnya?,” kata Rofiqi memberi pengantar untuk diskusi kelompok.

Pada presentasi kelompok, kedua kelompok mengamini bahwa informasi dan data yang bisa diakses hal-hal yang bersifat umum. “Hanya profil, dokter, dan fasilitas secara umum sudah ada di website masing-masing,” kata perwakilan kelompok I.

Dalam diskusi juga dipresentasikan, hal-hal yang ingin dimasukkan sebagai data terbuka. Beberapa data yang belum dimasukkan misalnya fasilitas ruang kosong, tarif, lamanya pelayanan, fasilitas, jenis layanan, tenaga medisnya, berapa sarana JKN, berapa yang menggunakan JKN, faskes yang melayani BPJS, dan kepuasan pengguna BPJS terhadap layanan.

Perwakilan BPJS cabang Denpasar, Ary Udianto mengatakan bahwa, dari BPJS data-data yang belum dipublikasikansebelumnya hanya untuk internal antara lain data fasilitas kesehatan jejaring dan data jejaring pembayaran. “Selama ini hanya untuk internal,” katanya.

Dari hasil diskusi kelompok I merekomendasikan hal-hal yang perlu dilakukan melalui AJAKAN, “AJAKAN perlu memfasilitasi bagaimana memasukan data, memverifikasi data (menggunakan no kartu JKN, KTP, email).” Sedangkan kelompok II mengatakan bahwa perlu juga ditambahkan data pengaduan keluhan dan data hak dan kewajiban peserta sebagai pengingat.

Pada diskusi terfokus ini hanya menjadi gambaran institusi-institusi ini terkait data yang bisa diakses secara umum. Peserta belum bisa memutuskan terkait upaya open data pada institusi masing-masing. Untuk mewujudkan hal ini, perlu kesepakatan dari jajaran pimpinan tertinggi lembaga masing-masing.

Meskipun begitu, perwakilan BPJS Kesehatan Denpasar, Ary Udianto mendukung upaya ini. “Hanya saja untuk upaya integrasi harus melalui kesepakatan dengan BPJS kesehatan pusat,” katanya. [b]

Tags: AJAKANAwasi Jaminan Kesehatan NasionalKesehatanKeterbukaan informasi publikSloka Institute
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Happy Ari

Happy Ari

ALURA (Alumni Pencerah Nusantara| Pemerhati Kesehatan Masyarakat, Pencerah Nusantara Batch 3, Team Karawang| Belajar tentang isu-isu kesehatan| Menyukai Buku-buku

Related Posts

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengenal 4 F, Respon terhadap Stres dan Trauma

Mengenal 4 F, Respon terhadap Stres dan Trauma

4 June 2024
Ledok, Gizi Bubur di Pulau Kapur

Ledok, Gizi Bubur di Pulau Kapur

15 April 2021
COVID-19 : Spiritualitas Orde Paling Baru

Benarkah Orang Gendut Lebih Mudah Terinfeksi COVID-19?

12 March 2021
Karut Marut Mendata Maut

Inovasi Layanan Rumah Sakit pun Menjadi Keniscayaan

17 December 2020
Karut Marut Mendata Maut

Menangani COVID-19, dari Awam Sampai Berkawan

5 November 2020
Next Post
Kisah Pemandu Menuju Ketinggian 3142 MdPL

Kisah Pemandu Menuju Ketinggian 3142 MdPL

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

14 February 2026
Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

14 February 2026
Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

13 February 2026
Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

12 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia