• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, February 9, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mengunjungi Goa Maria dan Bendungan Palasari

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
25 January 2015
in Kabar Baru, Travel
0
0

Palasari Goa Maria

Palasari tak hanya menjadi simbol akulturasi Katolik dan Bali.

Dusun di ujung barat Bali ini juga menyimpan sejumlah tempat jalan-jalan yang menyenangkan seperti Goa Maria dan Bendungan Palasari.

Puncak bangunan gereja Gereja Hati Kudus Yesus terlihat mistis di garis langit. Gereja ini terlihat dari bebukitan kecil dengan pemandangan hamparan sawah berundag-undag berlatar belakang pohon kelapa.

Beberapa petani menggarap tanah, persiapan menanam padi di musim hujan ini. Seorang petani laki-laki mengendalikan dua ekor sapi untuk membajak sawah.

Di tempat lain, seorang petani perempuan merapikan jalan setapak terasering sawah. Rerumputan liar dibabat dengan pacul sehingga jalan setapak atau pundukan terasering terlihat rapi. Estetika bertani yang membuatnya tak sekadar produksi bahan pangan.

Kawasan pertanian ini masih lestari. Ada jalan cukup satu mobil mengarah ke puncak bukit, lokasi salah satu resor mewah di Bali Barat.

Dari kawasan persawahan, cukup 10 menit berkendara kita akan kembali ke pusat dusun. Lokasi gereja berarsitektur campuran colonial dan Bali ini. Dusun ini hanya ramai saat upacara keagamaan seperti Natal, di mana perantau akan kembali ke desa.

Suasana Natal di Palasari bisa dinikmati dari video ini.

Semenit dari gereja, di arah Selatan ada Goa Maria. Di sini, warga menuliskan Palinggih Ida Kaniaka Maria Palasari diresmikan 2008 oleh Dubes Vatikan di Indonesia Uskup Agung Mgr Leopoldo Girelli. Palinggih adalah bahasa Bali yang maknanya sama yakni bangunan atau tempat suci.

Pintu gerbangnya indah, dengan beberapa patung malaikat kecil. Lalu disambut patung Pastor Simon Buis SVD yang wafat 1960 di Belanda. Ia adalah pastor paroki pertama Palasari pada 1940-1950. Setelah itu gereja mulai dibangun pada 1955 dan selesai pada 1958.

Setelah itu kita memasuki Jalan salib panjang dengan cerita bergambar seperti relief dlam beberapa potongan. Ketika Yesus dijatuhi hukuman mati, memanggul salib, jatuh pertama, berjumpa ibunya, Veronica mengusapi wajah yesus, disalib, dan dimakamkan.

Di bagian ujung jalan panjang Yesus inilah lokasi Goa Maria dengan patungnya yang indah dan meneduhkan. Gemericik air dari goa, wadah-wadah lilin bagi peziarah, dan pepohonan rindang menambah keheningan dan kesejukan.

Area ini didesain dengan gaya natural, mengutamakan pemandangan hijau. Di kejauhan terlihat bebukitan lokasi persawahan yang dikunjungi sebelumnya. Tidak ada loket atau tiket masuk.

Usai dari sini, berkendara lagi sekitar 10 menit, untuk mencapai Bendungan Palasari yang termasyhur. Warga desa yang ditemui di jalan dengan ramah menunjukkan jalannya.

Palasari Bendungan

Bak danau. Sepi dan hijau sekelilingnya. Banyak area yang bisa dimanfaatkan seperti kemah dan acara outbound.

Hanya ada satu bangunan yang terlihat di dekat bendungan. Ini rumah penjaganya. Diisi satu keluarga kecil. “Suami saya penjaganya. Menjaga situasi air dan alat-alat di sini,” ujar istri penjaganya ramah.

Dari data yang terlihat, Bendungan Palasari dibangun pada tahun 1986-89, luasnya 100 hektar menampung 8 juta kubik air.

Berikut video perjalanan ke Bendungan Palasari.

Goa Maria dan Bendungan Palasari bisa jadi tempat jalan-jalan asyik jika ke Bali barat.

Petrus I Made Krismianto salah satu tokoh masyarakat di Palasari mengatakan ingin mengembangkan ekowisata spiritual. Ia melihat ada banyak lokasi bisa dikunjungi agar memberi dampak tambahan untuk warga desa agar tak semuanya merantau ke luar kota.

Menambah potensi ekonomi di desa juga menurutnya bisa mendorong pelestarian adat dan tradisi komunitasnya. Misalnya Kris menyebut tantangan dusun ini adalah menjaga tradisi Natal yang tradisional. “Kami membuat himbauan agar warga beribadah dengan pakaian adat Bali biar kelihatan tradisinya,” ujar pria ini. [b]

Tags: AkulturasiJembranatravelWisata
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

UMKM Terseok-Seok Hadapi Penataan di Pantai Sanur

Inilah Proyek Investasi Daerah Bali

23 August 2025
Menimbang Program Ecobrick di Sekolah Jembrana

Menimbang Program Ecobrick di Sekolah Jembrana

13 June 2025
Melestarikan Tapel Ngandong, Kesenian Unik dari Desa Les Lewat Akses Digital

Kesenian yang Terancam Hilang di Desa Wisata Les

3 January 2025
Cerita Rasa

Cerita Rasa Festival: Rintisan Festival Desa di Jembrana

6 August 2022
Menilik Hotel Ramah Lingkungan Mana Earthly Paradise

Menilik Hotel Ramah Lingkungan Mana Earthly Paradise

1 July 2021
Memperbaiki Kesalahan Masa Lalu pada Hutan Yehembang Kauh

Memperbaiki Kesalahan Masa Lalu pada Hutan Yehembang Kauh

19 April 2021
Next Post
Abrasi Ancam Keindahan Pantai-pantai di Bali

Abrasi Ancam Keindahan Pantai-pantai di Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

8 February 2026
Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

7 February 2026
Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

7 February 2026
Perlawanan Kebijakan Politik dalam Karya Seni Ogoh-Ogoh 2025

Banjar, Ogoh-ogoh, dan “Gaya gagah, pesu kapah, mani mati kanggoang kremasi”

6 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia