• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, January 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mengolah Sampah menjadi Berkah

Anton Muhajir by Anton Muhajir
18 June 2010
in Kabar Baru, Lingkungan
0
1

Warga mengolah limbah babi menjadi sumber energi. Pengolahan limbah berbasis komunitas juga membuat lingkungan asri.

Bau sampah tercium menyengat di kandang Ketut Teji, di kawasan Jalan Kresek, Sesetan, Denpasar Selatan. Jumat pagi ini, tiga pekerja laki-laki sedang mencacah sampah-sampah basah. Bekas makanan, potongan buah, dan aneka sampah basah lain dipotong-potong kecil untuk kemudian diolah menjadi kompos.

Bau sampah itu bercampur dengan bau pesing kotoran babi di samping tiga pekerja itu. Di kandang seluas 800 meter persegi tersebut, Teji memelihara antara 100–150 ekor babi. Sama halnya dengan sampah basah, oleh Teji, kotoran babi itu pun diubah menjadi sesuatu yang lebih berguna, biogas.

Di kandang Teji itu ratusan babi tersebut diternak mulai dari kecil hingga siap dipotong pada umur 7 bulan. Sebelum tahun 2003, Teji membuang langsung kotoran babi, padat dan cair, ke sungai persis di belakang kandang. Sungai yang mengalir ke daerah Suwung, Denpasar itu pun tercemar. Tetangganya juga protes karena baunya.

Sejak Oktober 2003, Teji mulai mengolah kotoran babi tersebut. Dia didukung Bali Fokus, lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan di Bali, dan Bremen Overseas Research and Development Association (BORDA), organisasi nirlaba berbasis di Bremen, Jerman, untuk proses instalasi pengolahan limbah tersebut.

Dengan modal Rp 20 juta, dia membangun tiga bagian utama untuk mengolah kotoran babi menjadi gas, yaitu bio-digester, tangki, serta pengering lumpur.

Secara sederhana, sistem pengolahan kotoran babi itu begini. Kotoran babi, yang dipisah di puluhan kandang berukuran sekitar 2×3 meter persegi, dialirkan melalui selokan kecil ke satu tangki besar berdiameter 3,5 meter. Di dalam tangki ini, kotoran baru akan berada di paling bawah dan paling lama akan berada di atas. Kotoran ini menghasilkan gas dan residu kotoran padat kering.

Kotoran kering akan diolah lebih lanjut menjadi pupuk kompos. Adapun gas yang dihasilkan kemudian disalurkan melalui pipa-pipa kecil menjadi sumber panas. Oleh Teji, biogas ini digunakan untuk menyalakan kompor air dan lampu.

Tiap hari, Teji menyalakan kompor yang menggunakan gas sebagai bahan bakar tersebut. “Kami biasa masak air pakai kompor ini. Satu liter air cukup dimasak sekitar lima menit,” katanya.

Teji juga menggunakan gas itu untuk sumber energi lampu gantung, mirip lampu petromaks, tiap hari. “Sangat membantu apalagi sekarang PLN seringkali mati,” tambah Teji. Dia lalu menyalakan lampu gantung di samping kompor biogas miliknya. Cahaya lampu lumayan terang bersaing dengan cahaya matahari pagi itu.

Pengolahan limbah secara mandiri juga dilakukan warga di lingkungan Segina Asri, Banjar Pekandelan, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat. Warga di lingkungan ini membuat sistem sanitasi masyarakat (Sanimas) yang mengolah limbah dalam bentuk cair maupun padat.

Andi Maryono, warga setempat, mengatakan, sebelum tahun 2006, warga di sini membuat septic tank sendiri-sendiri yang tak memenuhi standar. Sebagian warga juga membuang limbahnya ke saluran drainase. Akibatnya, ketika musim hujan, air meluap. Tak sedikit limbah yang balik ke rumah-rumah.

“Lingkungan kami jadi kotor dan kumuh,” ujar Koordinator Asosiasi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sanimas Seluruh Indonesia wilayah Bali ini.

Dengan dukungan Bali Fokus, BORDA, dan Pemerintah Kota Denpasar, warga Lingkungan Segina Asri membangun sistem sanitasi berbasis komunitas sejak Januari 2006. Kalau sebelumnya warga membuat sanitasi sendiri-sendiri, kini mereka membuat sanitasi bersama.

Tiap limbah dari dapur, kamar mandi, dan toilet warga disalurkan ke septic tank komunitas. Tangki pembuangan ini berada di ujung gang masuk lingkungan ini. Karena semua limbah cair itu masuk di tangki pembuangan, maka saluran air (got) di sepanjang gang itu pun tak lagi berisi air, layaknya got-got lain di perkotaan.

“Got hanya dipakai untuk membuang air hujan,” tambah Andi yang juga bertugas mengurusi pemeliharaan operasional pengolahan limbah tersebut. Dia menunjuk got di sisi jalan yang terlihat tanpa air sama sekali tersebut.

Sanimas ini dikelola oleh KSM Segina Asri. Ada 198 kepala keluarga atau sekitar 700 jiwa yang masuk dalamnya. Untuk bisa menggunakan Sanimas ini, warga membayar Rp 3.000 per bulan.

Dari 40 rumah warga, yang menjadi semacam simpul pembuangan limbah, ada saluran ke pipa utama sepanjang 120 meter. Melalui pipa utama ini, limbah dialirkan ke tangki akhir. Tangki akhir ini terdiri dari delapan bagian yang satu sama lain mirip saringan.

Limbah yang disaring termasuk di dalamnya kotoran manusia dan sisa makanan berlemak. “Kalau (limbah berlemak) dibiarkan masuk, lama-lama dia akan mengeras sehingga merusak sanitasi,” kata Surur Wahyudi, Koordinator Porgram BORDA.

Salah satu bak penampungan akhir berfungsi untuk menyeragamkan limbah dan sebagai bak pengendap. Kapasitas bak pengolahan ini sekitar 40 meter kubik per hari. Menurut Surur lumpur yang mengendap hanya sekitar 5 meter per tahun. Dengan cara itu, warga tak perlu lagi membuang limbah tiap tahun.

Dengan sanitasi berbasis komunitas, warga kini bisa membuat lingkungan lebih asri. Mereka juga tak perlu jasa penguras toilet yang, ujung-ujungnya, menambah pengeluaran juga. [b]

Tags: DenpasarJaringanLingkunganLSMNGO
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

30 December 2025
Kemah Manja di Bali Jungle Camping Padangan

Terasering Subak sebagai Mitigasi Banjir Berbasis Lanskap

22 December 2025
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Next Post
Jadilah Anak Muda Terpilih (ke Belgia)

Lowongan Kerja: Koordinator Logistik Pangan Sehat

Comments 1

  1. iwan says:
    16 years ago

    wah ini patut ditiru sama orang yang mau sukses. good info

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia