• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, September 8, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Menghilangnya Angkutan Pengumpan di Denpasar

Bram Wasito by Bram Wasito
7 April 2015
in Berita Utama, Kabar Baru, Pelayanan Publik
0
0
Foto angkutan pengumpan Trans Sarbagita kota Denpasar saat beroperasi November 2014
Foto angkutan pengumpan Trans Sarbagita kota Denpasar saat beroperasi November 2014

Sudah tiga bulan angkutan pengumpan Trans Sarbagita yang dioperasikan Pemkot Denpasar menghilang.

Pun tidak ada media lokal yang mengangkat hilangnya moda transportasi umum ini – setidaknya berdasarkan penelusuran saya di Google.

Angkutan pengumpan ini terdiri atas empat trayek. Tujuan awal untuk membantu meningkatkan keterisian bus-bus Trans Sarbagita dengan metode transfer. Artinya penumpang naik angkutan ini dari dekat rumah mereka dengan tujuan halte Trans Sarbagita dan sebaliknya.

Walaupun angkutan ini sebenarnya mengizinkan penumpangnya untuk naik dan turun di mana saja sepanjang rute yang ditentukan, halte-halte pendukung pun turut dibangun seperti di Jl. Merdeka dan Jl. Raya Puputan (depan SD).

Sepanjang tahun 2014 pun Pemkot Denpasar mengambil langkah berani dengan menggratiskan semua karcis penumpang. Sayangnya kenekadan Pemkot Denpasar tak mendapat dukungan warga Denpasar yang masih lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi mereka.

Akhirnya, sejak 2015 angkutan pengumpan menghilang.

Memang angkutan pengumpan ini bertujuan mulia yakni mengurangi kemacetan di Denpasar. Namun harus diakui bahwa pengoperasian layanan ini memang agak bermasalah. Misalnya pada jam operasinya yang terbatas, hilang setelah pukul 19.00. Padahal itulah jam di mana penumpang-penumpang Trans Sarbagita pulang setelah jam-jam tertentu masih harus mengandalkan kendaraan pribadi mereka.

Berdasarkan pengamatan saya baik sebagai penumpang angkutan tersebut dan juga sebagai pemantau dari jauh, saya melihat bahwa layanan ini sebetulnya cukup populer di kalangan anak-anak SD yang pulang sekolah. Lalu bagaimana nasib mereka sekarang? Orang tua mereka kembali menjemput mereka dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Bagaimana dengan nasib halte-halte yang terbengkalai? Akankah digunakan kembali di masa mendatang tentunya dengan harapan Pemkot Denpasar punya masterplan yang lebih berhasil?

Saya belum pernah menaiki dan tidak punya data mengenai tingkat keterisian angkutan pengumpan Trans Sarbagita di kabupaten Badung. Akan tetapi saya tahu bahwa dua trayek yang dioperasikan Pemkab Badung beroperasi lebih dulu daripada angkutan pengumpan Pemkot Denpasar dan kedua trayek tersebut masih beroperasi. [b]

Tags: DenpasarPelayanan Publik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Bram Wasito

Bram Wasito

Pemburu giveaway, pejalan kaki, pengguna angkutan umum (bilamana memungkinkan)

Related Posts

Mau ke Mana Pemulung, Tukang Pilah tak Bergaji di TPA Suwung

Langit Terlihat Biru, tapi Polusi Udara Memburuk

28 August 2026

Dari Kebun hingga Pasar, Menyusuri Rantai Ekonomi Galungan di Bali

19 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Next Post
Bali Belum Siap dengan Mitigasi Bencana

Bali Belum Siap dengan Mitigasi Bencana

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Inilah Kunci Kemewahan Sejati Primo Chocolate Bali

Gotong Atas, Royong Bawah

8 September 2026
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Setahun Banjir dan Meruwat Bali

8 September 2026
Apakah Rp59 miliar Terlalu Mahal untuk Memastikan Warga Bali tetap Memiliki Transum?

Apakah Rp59 miliar Terlalu Mahal untuk Memastikan Warga Bali tetap Memiliki Transum?

7 September 2026
Tumpek Uye: Manusia bukan Satu-satunya Mahluk di Bumi tapi Paling Invasif Merusak

Tumpek Uye: Manusia bukan Satu-satunya Mahluk di Bumi tapi Paling Invasif Merusak

6 September 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia