• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, January 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Mengenalkan Pariwisata Istimewa Nusa Penida

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
6 June 2014
in Agenda, Kabar Baru, Travel
0
0
Potensi rumput laut di Nusa Penida. Foto Nusa Penida Media.

Klungkung ingin mempromosikan Nusa Penida sebagai kawasan wisata istimewa.

Sekitar 60 persen warga kabupaten ini tinggal di tiga pulau yakni Nusa Penida, Ceningan, dan Lembongan. Namun, mereka merasa kawasan ini kurang mendapat perhatian. Maka, setelah bupati Klungkung pertama dari Nusa Penida I Nyoman Suwirta dilantik, pemerintah lokal pun mendanai Festival Nusa Penida untuk mempromosikan daerah.

Perhelatan pertama pada 8-11 Juni ini mengusung tema The Rise of New Paradise sebagai tagline untuk mengangkat semua potensi yang dimiliki menjadi surga baru tujuan wisata.

I Wayan Sukadana, tokoh muda setempat yang menjadi Ketua Panitia Nusa Penida Festival pertama ini mengatakan kawasan Nusa Penida sudah menjadi tujuan wisata alternatif tapi kurang diperhatikan fasilitas pendukungnya.

“Kami merasa Nusa Penida adalah surga karena rumah adalah surga dan tanah kelahiran kami,” ujar pria penggerak Forum Krama Muda Nusa Penida ini

Namun, menurut Sukadana, banyak orang belum mengenal surga yg tersembunyi karena akses dan kurang dipromosikan,” katanya.

Ia masih meyakini pariwisata juga akan berdampak pada petani dan peternak yang menjadi keseharian sebagian besar warga. “Hasil dan lahan pertanian bisa menunjang kebutuhan wisata asalkan ada zona wisata dan pertanian sehingga petani tidak tergusur,” tambahnya.

Selain ingin mengenalkan Nusa Penida sebagai salah satu tujuan wisata istimewa, Sukadana juga ingin membangkitkan rasa memiliki terhadap Nusa Penida. Sebagian anak mudanya memilih merantau ke Denpasar dan daerah lain.

I Gede Sumadi, penggerak media komunitas Nusa Penida Media, menyebut festival ini bisa menjadi gerbang pembuka kebuntuan terhadap pengelolaan pariwisata yang sebelumnya hanya wacana. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, menurutnya, akan menuntut dukungan fasilitas infrastruktur dan pelayanan lain. Otomatis pemerintah akan melakukan perbaikan.

Tari-Baris-Jangkang
Tari Baris Jangkang akan dipertunjukan di Festival Nusa Penida. Foto Nusa Penida Media.

Festival juga akan memperkenalkan kesenian sakral klasik yang dimiliki Nusa Penida Jangkang, Gambuh, Bungan Urip Gandrung, Sang Hyang Gerodog, Arja Kunik, dan lainnya.

Pentas kesenian dan parade akan dihelat pada malam pertama, 8 Juni.

Festival aan dimulai pada hari tersebut dengan pameran makanan lokal, karnaval budaya, dan pertunjukkan tari. Adapun kesenian tradisional khas di Nusa Penida digelar pada malam hari.

Hari kedua ada kemah lingkungan di Pantai Crystal Bay yang terkenal, transplantasi terumbu karang, dan touring ke sejumlah site menarik seperti desa dan beberapa obyek wisata di Pulau Nusa Penida.

Pada hari ketiga ada touring khusus ke pulau-pulau lain yakni Nusa Ceningan dan Lembongan, lomba perahu layar, dan parade fashion pakaian adat Bali untuk turis asing.

Hari terakhir adalah seremonial dengan pejabat ditandai dengan penanaman mangrove, terumbu karang, dan penetapan kawasan Nusa Penida sebagai Kawasan Konservasi Perairan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan.

Festival ini seperti melengkapi geliat anak-anak muda di pulau ini.

Beberapa tahun terakhir sejumlah anak muda di Nusa Penida serius membuat gerakan diskusi, dokumentasi, dan aktivitas sosial yang menggali potensi Pulau Nusa Penida. Mereka juga memprotes sejumlah kebijakan yang dinilai merugikan.

Forum Krama Muda Nusa Penida ini banyak mendiskusikan lambatnya pembangunan fasilitas publik seperti pelabuhan dan sarana pendidikan.

Selama ini, Nusa Penida disebut masih dicitrakan dengan pulaunya yang tandus, kering, banyak orang miskin, kesulitan air, dan citra kemiskinan lainnya. Padahal, pulau terbesar dari ketiga Nusa ini memiliki banyak potensi kecantikan alam dan budaya seperti kain tenun dan kesenian tradisional. [b]

Tags: AgendaNusa PenidaPariwisata
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Bali Hampir Habis, Semenjana dan Tergantikan

4 January 2025
Ini Kisahmu: Ni Pollok Gadis Bali

Ini Kisahmu: Ni Pollok Gadis Bali

14 July 2023
Cerita Rasa

Cerita Rasa Festival: Rintisan Festival Desa di Jembrana

6 August 2022
Bali Yang Binal 2021 di Nusa Penida

Bali Yang Binal 2021 di Nusa Penida

9 May 2021
In Jazz We Trust, Perayaan Jazz secara Hibrida

In Jazz We Trust, Perayaan Jazz secara Hibrida

29 April 2021
Ledok, Gizi Bubur di Pulau Kapur

Ledok, Gizi Bubur di Pulau Kapur

15 April 2021
Next Post
Kabar “Fabel” dari Hutan Pygmos

Kabar “Fabel” dari Hutan Pygmos

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia