• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 21, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Mengenalkan Fair Trade pada Guru

Kadek Lisa Ismiandewi by Kadek Lisa Ismiandewi
27 January 2012
in Berita Utama, Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Forum Fair Trade Indonesia kembali mengadakan Fair Trade Lunch.

Dalam kegiatan bulan kali ini yang diundang berkenalan dengan gerakan Fair Trade adalah guru-guru di Denpasar. Mereka berasal dari sekolah SD, SMP, SMA/SMK di Kota Denpasar.

Sabtu pagi, 21 Januari 2012, hujan lebat mengguyur kota Denpasar. Kami agak khawatir undangan tidak ada yang datang. Tapi satu per satu kemudian undangan mulai berdatangan. Walaupun hujan, semangat mereka sangat terasa untuk menghadiri acara ini. Walaupun terlambat, acara akhirnya dimulai pukul 10.00 Wita.

Pertemuan diawali dengan perkenalan peserta yang dipandu Catur Hariani, Direktur Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali yang juga aktif di perkumpulan guru-guru pencinta lingkungan. Lalu peserta dibagi menjadi empat kelompok. Mereka berdiskusi awal membahas “apa yang diketahui tentang fair trade” dan apa yang terjadi dengan perdagangan di sekitar kita. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan masing-masing kelompok.

Dari hasil diskusi, ternyata Bapak/Ibu Guru mengamati bahwa banyak pedagang yang menjual produk tanpa mementingkan kesehatan, seperti penjual jajanan di kantin sekolah; penjual gorengan yang hanya mementingkan kesehatan tanpa memperhatikan kesehatan konsumen. Lalu ada juga yang memperhatikan banyak anak usia sekolah yang berjualan sepulang sekolah untuk membantu orang tua. Mereka mempertanyakan apakah ini termasuk dalam eksploitasi tenaga kerja anak atau bukan.

Pengamatan lainnya, para guru menyadari bahwa proses dagang itu sebaiknya memerhatikan lingkungan, agar produk itu bersih, tempat yang nyaman, karena itu semua berpengaruh pada kesehatan. Selain itu dalam perdagangan diperlukan adanya pemberdayaan, harga yang terjangkau, daya tarik produk, kualitas, dan pelayanan yang baik.

Sebenarnya apa yang diamati para peserta di lingkungan sehari-hari sudah ada yang berhubungan dengan prinsip-prinsip fair trade, seperti memerhatikan produk yang ramah lingkungan, tenaga kerja anak, dan produk yang diproduksi secara sehat.

Semua pertanyaan itu terjawab oleh penjelasanAgung Alit, Sekretaris Jenderal FFTI. Melalui presentasi makalah berjudul “Berkenalan dengan Gerakan Fair Trade”, Agung Alit menjelaskan tentang Fair Trade sebagai sebuah gerakan dan praktik bisnis. Selain itu dijelaskan juga 10 prinsip fair trade yang harus diterapkan dalam memproduksi produk fair trade. Pembayaran layak merupakan salah satu poin penting dalam fair trade, karena pembayaran layak merupakan bukti dari solidaritas.

Beberapa poin penting terkait dengan gerakan fair trade, yaitu pembayaran layak pada tukang; peningkatan kapasitas yang dibangun dengan perajin, misalnya pelatihan pembukuan, desain, bahan baku ramah lingkungan.

Dalam sesi tanya jawab muncul tanggapan dan pertanyaan menarik dari peserta. Misalnya, contoh kurikulum fair trade yang bisa diajarkan di sekolah. Untuk hal tersebut, ke-10 prinsip fair trade bisa dimasukkan dalam ajaran budi pekerti. Sebab, fair trade menyangkut nilai-nilai moral yang mengajarkan perlunya bekerja dengan memerhatikan lingkungan. Fair trade juga terkait berbagi dengan sesama. Misalnya, tujuan fair trade adalah mengentaskan kemiskinan.

Nilai fair trade ini juga bisa mengajarkan anak-anak untuk menjadi kreatif inovatif; dan mengajarkan pada anak-anak untuk teliti dalam membeli atau mengonsumsi sebuah produk.

Lalu muncul pertanyaan lagi, apa hubungan fair trade dengan program dari pemerintah yaitu 100% cinta produk Indonesia? Menurut Gung Alit produk fair trade memang belum sepenuhnya bisa 100 persen menggunakan bahan baku dari Indonesia, karena faktor ketersediaan dan juga kualitas. Namun tentu saja ke depannya, diharapkan produk fair trade bisa lebih banyak dikonsumsi masyarakat lokal. Saat ini sebagian besar produk fair trade masih diekspor.

Harapan bersama adalah produk fair trade dikerjakan dengan bahan baku lokal, diproduksi orang lokal secara fair trade, dan dikonsumsi orang lokal.

Seperti Fair Trade Lunch sebelumnya, Fair Trade Lunch bersama guru kali nii sangat berkesan. “Guru memegang peran sentral dalam penerapan fair trade,” kata Alit.

Semoga acara berkenalan dengan fair trade bersama para guru ini membawa manfaat untuk guru sendiri dan bisa ditindaklanjuti di masing-masing sekolah. [b]

Tags: DiskusiEkonomiLSM
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Kadek Lisa Ismiandewi

Kadek Lisa Ismiandewi

Pekerjaan utama sebagai ibu rumah tangga. Senin sampe Jumat, nine to six, bekerja di Forum Fair Trade Indonesia. Sekali seminggu, juga mengajar di Jurusan Hubungan Itnternasional (HI) UNUD. Lulus dari HI UNPAD, Bandung, pernah bekerja di Discovery Kartika Plaza Hotel. Tapi ternyata lebih tertarik dengan tawaran menjadi volunteer di Yayasan IDEP, sampai akhirnya belajar ber-NGO selama dua tahun disana. Lalu pindah ke Third World Network untuk belajar riset, dan memperluas jaringan dan informasi mengenai NGO di Bali. Kemudian ditugaskan menjadi Koordinator Sekretariat Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim. Karena semakin tertarik dengan Manajemen NGO, maka memutuskan belok arah melanjutkan pendidikan magister ke Manajemen Sumber Daya Manusia,UNUD. Memiliki disiplin ilmu yang berbeda ini, saat ini cukup memberi bekal untuk mengamati dan berkecimpung di dunia NGO di Bali, walaupun sedang mencari peluang untuk bisa memperdalam ilmu alias melanjutkan pendidikan lagi. Tertarik dengan isu-isu lingkungan dan sosial, dan berusaha menyeimbangkan aplikasi teori yang dipelajari di kampus dengan praktek / isu yang berkembang di lapangan.

Related Posts

Kakao Lestari yang Mengubah Hidup Petani

Bali, Berhenti Mendewakan Bule, Kembalilah Bertani

6 February 2021
Serapan BST Mahasiswa Masih Rendah

Serapan BST Mahasiswa Masih Rendah

10 July 2020
Menanggulangi Epidemi HIV di Tengah Pandemi Covid-19

Menanggulangi Epidemi HIV di Tengah Pandemi Covid-19

1 July 2020
Pejuang Lingkungan Beralih Belajar di Rumah

Pejuang Lingkungan Beralih Belajar di Rumah

12 June 2020
Inilah Momentum Tepat Menerapkan Perdagangan Berkeadilan

Inilah Momentum Tepat Menerapkan Perdagangan Berkeadilan

21 May 2020
Di TBK Semua Orang Dihargai Sesuai Martabatnya

Buku Bercerita, Ya! Bercerita tentang Buku

27 May 2019
Next Post
Darah Kita untuk Nyawa Orang Lain

Darah Kita untuk Nyawa Orang Lain

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Finansialisasi Desa-desa di Bali

20 January 2026
Mosi Tidak Percaya adalah Pemuda yang Bersuara

Aksi Agustus: Dewan Pers Menugaskan Ahli Pers Memantau Kasus Kekerasan pada Jurnalis di Bali

20 January 2026
Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia