• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, February 12, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Pejuang Lingkungan Beralih Belajar di Rumah

Seruni Putri Soewondo by Seruni Putri Soewondo
12 June 2020
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0
Menghias batu dengan kata-kata semangat.

Belajar di rumah pun bisa lebih menyenangkan bagi anak-anak.

Yayasan Begawan memiliki pusat penangkaran dan pelepasliaran untuk merawat burung-burung dan tempat belajar langsung mengenai konservasi Jalak Bali. Selain itu, lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bekerja untuk konservasi burung jalak bali ini juga mempunyai pusat belajar.

Di sana, anak-anak sekitar Payangan belajar secara gratis tiap Senin sampai Jumat. Akan tetapi, kini mereka telah menghentikan semua kegiatan edukasi di Pusat Belajar karena penyebaran virus Corona di Bali. Mereka mengganti sistem pembelajaran kegiatan di rumah dan online sejak pertengahan Maret lalu.

Sistem tersebut tetap memegang semangat dan moto ‘Belajar dengan Melakukan’ (Learning by Doing). Dengan moto itu, Yayasan Begawan mendorong murid-murid untuk mengekspresikan opini dan ide mereka. Anak-anak juga berpartisipasi secara aktif dalam memberikan solusi atas isu-isu lingkungan di sekitar mereka. Misalnya, pengelolaan sampah dan bercocok tanam.

Sejak tahun 2017, berbagai kegiatan telah menarik anak-anak yang ingin belajar mengenai berbagai macam topik serta ingin belajar bersama teman mereka. Ada pelajaran sains dan konservasi, membaca dan matematika, memasak, berkebun, tari Bali, karate, dan Bahasa Inggris. Namun, saat ini mereka mempelajari semuanya, kecuali karate dan Tari Bali, di rumah sendiri untuk mengurangi kontak fisik dengan orang lain. Ini merupakan bagian dari kontribusi mereka dalam memutus penularan virus Corona.

Bagaimana mereka mengurangi kontak fisik dengan murid-murid? Anak-anak dapat mengambil pedoman pembelajaran di depan kantor Yayasan Begawan setiap Minggu dan meletakkan PR dari minggu sebelumnya.

Yayasan juga memiliki grup di WhatsApp. Bukan hanya dengan anak-anak, tetapi juga dengan para orang tua! Hal ini memudahkan mereka untuk tetap saling berbagi informasi dan kabar. Maka, berkurangnya kontak fisik bukan berarti berkurangnya kontak emosional dan tidak ada pembelajaran atau kegiatan.

Memastikan anak-anak tetap belajar dan bahagia dengan metode pembelajaran yang baru ini merupakan sebuah tugas untuk tim edukasi Yayasan. Yayasan tetap memastikan bahwa murid-murid masih bisa melakukan kegiatan di rumah meskipun mereka tidak lagi belajar bersama di Pusat Belajar.

Sangat Menyenangkan

Tim edukasi Yayasan merancang kegiatan dan pelajaran yang bisa dikerjakan di rumah. Misalnya, percobaan sains, berkebun di rumah, membantu keluarga melakukan pekerjaan rumah, dan kegiatan refleksi.

Pedoman pembelajaran di rumah yang diberikan kepada anak-anak mencakup penjelasan materi, dan juga alat yang dibutuhkan beserta langkah-langkah percobaan. Hal ini memudahkan para murid untuk mengikuti dan memberikan kesempatan untuk para orang tua untuk membantu dan berpartisipasi. Percobaan yang dilakukan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan sangat menyenangkan!

Beberapa percobaan sains yang mereka lakukan adalah membuat gunung merapi, membuat kompas, membuat jam matahari, membuat tinta ajaib dari jeruk lemon, membuat percobaan telur mengapung, membuat telur asin dan lain-lain.

Salah satu percobaan favorit mereka adalah membuat gunung merapi. Anak-anak sangat senang pada saat gunung merapi mereka meletus! Jika ada hal yang mereka tidak pahami, mereka dapat menanyakannya dalam kelas online setiap jam 13.00 atau melalui WA.

Semua kegiatan harian mereka di rumah dapat menggantikan penghitungan kehadiran mereka. Jika mereka mengerjakan tugas harian yang diberikan, maka mereka dianggap hadir pada hari itu. Kehadiran inilah yang nantinya dihitung untuk dimasukkkan ke dalam daftar hadir mereka. Jadi, walaupun tidak bisa bertemu, catatan kehadiran dan keikutsertaan mereka dalam kegiatan-kegiatan edukasi tetap dapat dimonitor.

Para orang tua pun aktif mendukung, dengan tetap mengantarkan anaknya mengambil dan mengumpulkan tugas harian, mengirimkan foto-foto kegiatan anak mereka di rumah, atau pun membantu menanyakan tugas yang kurang dipahami oleh anak mereka. Terima kasih banyak kepada para orangtua untuk dukungannya!

Para murid juga mendapat tugas refleksi. Tugas refleksi terdiri dari meditasi singkat selama 5 menit di pagi hari dan di malam hari sebelum tidur. Dalam meditasi, anak-anak belajar mengamati nafas dan meniatkan hal-hal baik yang ingin mereka alami sepanjang hari. Anak-anak juga disarankan melakukan perilaku baik atau menolong diri sendiri maupun orang lain seperti misalnya membantu memasak, membantu nenek mencari kayu bakar, membantu menyapu, makan sehat dan berolahraga.

Di malam hari, anak-anak menuliskan dalam diari mengenai hal-hal yang paling disyukuri sepanjang hari dan kebaikan yang telah mereka lakukan. Mereka juga bermeditasi menyadari tubuh dan mengucapkan terima kasih kepada setiap organ tubuh karena telah melakukan berbagai aktivitas sepanjang hari. Kegiatan di rumah memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bersyukur, dan menghilangkan stres yang bisa timbul dari masa-masa genting ini.

Ketika tim edukasi membaca buku harian mereka, terlihat jelas bahwa anak-anak menuliskan kebahagiaan-kebahagiaan mereka. Kebahagian yang sangat sederhana seperti membantu nenek, berkumpul dengan keluarga, bermain dengan saudara, dan lainnya. Kami bisa belajar banyak dari anak-anak dan ternyata masih banyak kebahagiaan yang tetap dapat kita hargai dalam masa-masa sulit seperti ini.

Staf Yayasan juga sedang merencanakan pendekatan baru untuk kelas siang hari. Tidak ada waktu istirahat untuk Yayasan Begawan.

Yayasan bergantung kepada dukungan dari donor. Jika tertarik untuk membantu, bisa mengunjungi tautan http://bit.ly/helpbegawan atau bisa melalui channel sosial media di Instagram @begawanfoundation, Facebook https://www.facebook.com/BegawanFoundation, atau Twitter @yayasanbegawan. [b]

kampungbet
Tags: GianyarLingkunganLSMNGO
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Seruni Putri Soewondo

Seruni Putri Soewondo

Related Posts

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

30 December 2025
Kemah Manja di Bali Jungle Camping Padangan

Terasering Subak sebagai Mitigasi Banjir Berbasis Lanskap

22 December 2025
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Next Post
Saatnya Warga Awasi Bantuan dan Alkes COVID-19

Bali juga Pantau Distribusi Bansos COVID-19

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

10 February 2026
Melindungi Sawah, Mempertahankan Jati Diri Bali

Bali untuk Belajar, tapi tidak bagi Anak-anaknya

9 February 2026
Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

8 February 2026
Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

7 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia