• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, December 15, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Menemukan Kembali Pura Ulun Danu Batur Lama: Warisan di Balik Lava

Hanif Sulaeman by Hanif Sulaeman
27 May 2025
in Kabar Baru, Sejarah
1 0
0
Kawasan Black Lava dan kerucut Gunungapi Batur yang tertutup kabut.

Menyusuri jalan raya penelokan yang dibangun di atas punggung Kaldera Purba, di kawasan pegunungan Kintamani. Masyarakat Batur menggunakan istilah “tundun jaran” atau punggung kuda, yang menggambarkan punggungan atau bentuk lahan geomorfologi yang panjang, sempit, dan tinggi, dengan satu sisi yang curam dan sisi yang lain miring menjauhi puncak.

Secara ilmu kebumian, kaldera adalah kawah vulkanik besar yang terbentuk akibat letusan dahsyat atau runtuhnya bagian gunung berapi setelah letusan besar. Gunungapi Batur merupakan gunungapi strato yang terletak di Pulau Bali yang masuk kedalam kawasan Kaldera Batur yang merupakan Taman Bumi Global Geopark UNESCO pertama di Indonesia.

Siang ini kawah dan tubuh gunung batur tertutup kabut. Bukan hari terbaik untuk ngopi-ngopi di coffee shop, makan ikan mujair nyat-nyat, atau jajan di indomaret dan alfamart yang berlomba-lomba menawarkan view kecantikan gunung batur.

Tetapi siang yang baik untuk melakukan geowisata, karena tidak terlalu terik. Saya mempelajari ilmu geologi ketika kuliah, tetapi tidak mendalami gunung api atau volkanologi, hal ini membuat saya ingin mencoba mengikuti geowisata. Geotour Batur namanya, dipandu oleh Oka Agastya yang bermimpi melalui geowisata untuk mendukung terciptanya ekosistem pariwisata dan berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi lokal di Geopark Batur.

Ketika kami tiba di area Black Lava, tidak ada bedanya dengan “lapangan” atau area yang sering dikunjungi ahli geologi. Hamparan hasil pendinginan lava dengan karakter morfologi permukaan membentuk bukit-bukit kecil, hasil lava yang saling tumpuk-menumpuk akibat proses pendinginan yang cepat.

dari hamparan lava sedingin desa Batur yang ditinggalkan

hanya ada batu tumpuk-menumpuk berwarna kabung

dari gunung api terpotong melintang oleh parang

kaldera menadah tubuh-tubuh yang menaungi rumah

Dalam catatan sejarah, sejak tahun 1804 Gunung Batur telah mengalami erupsi sebanyak 26 kali. Kekuatan tiap letusan bervariasi dan berpengaruh besar pada kondisi per-mukiman Desa Batur. Letusan-letusan tersebut antara lain terjadi pada tahun 1804, 1821, 1849, 1888, 1904, 1905, 1917, 1921, 1922, 1923, 1924, 1925, 1926, 1963, 1965, 1968, 1970, 1971, 1974, 1994, 1995, 1997, 1998, 1999, dan 2000). Letusan yang berdampak besar bagi masyarakat Batur adalah erupsi yang terjadi pada bulan Agustus-September 1926.

“Letusan itulah yang memicu relokasi permukiman Desa Adat Batur beserta Pura Ulun Danu Batur.” Jelas Oka.

membebaskan apa yang menetap

dan tinggal,

melupa dan tanggal

Lokasi Pura Ulun Danu Batur lama

Perpindahan Desa Batur pada tahun 1926 akibat letusan dahsyat Gunung Batur bukan hanya peristiwa geologi, tetapi juga tragedi kultural yang membentuk ulang identitas, solidaritas, dan ingatan kolektif masyarakat Batur.

perpindahan dituliskan pada lontar baru

keyakinan dilarutkan pada danau biru

ingatan disisipkan pada celah-celah batu

kabut putih menjadi latar di belakang altar haru

Proses perpindahan dan pemulihan tidak lepas dari peran desa-desa batun sendi (aliansi lingkaran pertama), yang membantu evakuasi dan penyelamatan benda-benda bersejarah. Aliansi ini juga memiliki hubungan saling kunjung dalam pelaksanaan ritual memperkuat jejaring sosial dan solidaritas antar-desa, yang menjadi modal sosial penting dalam menghadapi perubahan dan tantangan zaman. Perpindahan ini menjadi tonggak sejarah yang membentuk peradaban baru sekaligus memutus kesinambungan ruang fisik dan psikologis dengan desa asal.

pada pergelangan masing-masing kaki

dipersembahkan terikat di atas canang

Masyarakat Batur menemukan kembali titik atau lokasi Pura Ulun Danu Batur lama setelah letusan besar Gunung Batur tahun 1926 yang menenggelamkan desa dan pura lama di bawah aliran lava. Sebelum bencana, keberadaan Pura Ulun Danu Batur terletak di kaki barat daya Gunung Batur, dekat tepi Danau Batur.

tanah liat dan bata,

puing lama membangun yang baru

beras dan bubur,

lapar merapihkan yang belukar

siang dan malam,

menyaksikan yang tergusur dan terbujur ditinggalkan

Penemuan kembali titik Pura Ulun Danu Batur lama sangat terbantu oleh keberadaan foto-foto lama peninggalan Belanda. Foto-foto dan peta sejarah yang diambil dan dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda, seperti Peta Batur tahun 1915, serta dokumentasi visual dari tahun 1800-an hingga awal 1900-an, menjadi bukti penting untuk mengidentifikasi lokasi dan kondisi Pura Ulun Danu Batur sebelum letusan besar 1926. Melalui foto-foto ini, masyarakat Batur dan peneliti dapat melakukan interpretasi mendalam tentang lokasi, struktur, dan nilai budaya Pura Ulun Danu Batur lama, sehingga memudahkan upaya pelacakan dan penandaan titik pura yang kini terkubur di bawah hamparan lava hitam. “Enggak setiap kunjungan geotour kita bisa menemukan titik Pura Ulun Danu Batur lama, titik ini seperti memilih siapa yang diinginkan berkunjung,” cerita Oka.

Penemuan titik ini menjadi peristiwa penting dalam merawat ingatan kolektif masyarakat Batur. Hal ini menegaskan hubungan spiritual dan sejarah masyarakat dengan tanah asal, serta menjadi pengingat atas keteguhan dan solidaritas warga dalam menghadapi bencana dan membangun kembali kehidupan di lokasi baru.

seluruh peristiwa bermalam dibawah telapak

satu kaki menapak kaldera

dan kaki yang lain pada reruntuhan pura

Seiring modernitas, individualisme, dan tantangan literasi budaya, terjadi kesenjangan pewarisan sejarah dari generasi ke generasi. Minimnya catatan sejarah dan dokumentasi memperbesar risiko hilangnya ingatan kolektif tentang peristiwa perpindahan dan nilai-nilai yang menyertainya. Upaya literasi, dokumentasi visual, diskusi, dan media kreatif menjadi sangat penting untuk menjembatani sejarah dan tradisi, serta memastikan warisan budaya tetap hidup di tengah masyarakat yang terus berubah.

setia, membebaskan apa yang menetap

dan tinggal,

melupa dan tanggal

Merawat ingatan atas perpindahan Desa Batur bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga upaya aktif menjaga identitas, solidaritas, dan kesinambungan peradaban. Kegiatan kebudayaan, literasi sejarah, serta pelibatan generasi muda adalah kunci agar nilai-nilai, pengalaman, dan kearifan lokal tidak terputus oleh waktu.

sangkarbet sangkarbet sangkarbet kampungbet
Tags: sejarah gunung batursejarah pura ulun danu baturwisata geologi batur
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Hanif Sulaeman

Hanif Sulaeman

Related Posts

Kisah Pura Segara Ulun Danu Batur yang Tak Lagi Terapung

Kisah Pura Segara Ulun Danu Batur yang Tak Lagi Terapung

28 May 2025
Next Post
Suka Duka OSS: Desa Tidak Tahu Pembangunan Baru

Menjawab Permasalahan Perizinan Berusaha di OSS

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

15 December 2025
Begini Lho Cara Menjelajah Nusa Penida dengan Cara Berbeda

Perempuan dalam Sistem Pewarisan Adat Bali: Terikat Adat, Hak Terbatas

15 December 2025
Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

14 December 2025
Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

14 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia