• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, April 26, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mencegah Penularan Rabies ke Daerah Lain

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
9 December 2008
in Kabar Baru
0
1

Oleh Luh De Suriyani

Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Badung memulai program vaksinasi massal pada anjing di kawasan Kuta Selatan dan perbatasan Kuta Utara, Kamis pekan lalu. Ini dilakukan sebagai upaya menghalangi sebaran virus rabies ke daerah lain di Bali.

Antusiasme warga terlihat ketika pos vaksinasi baru dibuka di Banjar Pesalakan, Kelurahan Tuban. Belum sampai tengah hari, 100 dosis vaksin rabies jenis Rabivet Supra 92 nyaris habis. Sebanyak 100 dosis lainnya pada saat yang sama diberikan pada anjing di daerah Pecatu, Kuta Selatan. Bali telah mendapatkan kiriman 20 ribu dosis vaksin rabies dari Jakarta.

“Kami melakukan vaksinasi di daerah terjangkit rabies yaitu Kuta Selatan dan perbatasannya dengan Kuta Utara yaitu di Tuban ini. Tuban salah satu daerah tersibuk dan pintu masuk pariwisata, jadi menjadi fokus pemutusan jalur penularan rabies,” ujar drh. Gede Asrama, Kepala Sub Dinas Kesehatan Hewan Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Badung.

Gede Asrama menjelaskan vaksinasi rabies adalah tindakan penghalang keluarnya virus dari Kuta Selatan selain himbauan untuk tidak mengeluarkan anjing dari daerah terpapar. Hingga kini, tambahnya, baru satu sampel anjing yang positif rabies yakni di daerah Kedonganan, Kuta Selatan.

Dalam program vaksinasi ini, Disnak bekerja sama dengan dua yayasan pelindung binatang yakni Yayasan Yudisthira Swarga dan Bali Animal Welfare Association (BAWA).

Sejumlah jenis anjing lokal dan ras luar negeri diberikan vaksin di sekitar punggungnya. Setelah dsuntik vaksin, anjing mendapat kalung dengan liontin bertanda huruf V, kepanjangan dari veteriner, tanda telah mendapat vaksin rabies.

Ketut Tongsi, salah satu pemilik anjing yang divaksin mengatakan ia sangat antusias dengan program vaksinasi gratis ini. “Ini membuat saya merasa aman memelihara anjing demi kesehatan dan keselamatan orang lain,” katanya sambil menggendong Rambo, anjing 3 tahun yang menjadi penjaga rumahnya.

Tongsi kini mendapat kartu kontrol vaksinasi. Sementara Rambo diwajibkan mengenakan kalung dengan liontin V itu untuk seterusnya.

Ketut Lenen, Kepala Kelurahan Tuban mengaku agak lega karena wilayahnya mulai diproteksi dari ancaman penularan rabies. “Tuban adalah pintu masuk Bali. Sangat dekat dengan pusat pariwisata, jangan sampai anjing disini kena. Sampai sejauh ini saya belum menadapat laporan kasus gigitan anjing pada manusia,” ujarnya.

Gede Asrama menjelaskan bahwa pihaknya kini fokus pada program vaksinasi setelah melakukan eliminasi yaitu penertiban pada anjing liar tanpa pemilik di Kuta Selatan.

Program penanggulangan rabies lainnya adalah public awareness, investigasi dan observasi kasus gigitan anjing, dan pengawasan lalu lintas hewan penular rabies seperti anjing, kucing dan kera.

“Sekitar tiga bulan setelah vaksin pertama, kami akan mengambil sampel darah anjing yang sudah tervaksin untuk mengetahui hasilnya. Jika diperlukan, vaksinasi kedua akan dilakukan,” tambahnya.

Ia mengakui, pihaknya sangat berhati-hati dalam prosedur penanggulangan ini karena baru pertama kali dilakukan setelah Bali dinyatakan bebas rabies secara historis.

Selain vaksinasi, Disnak juga menyebarkan pamflet sosialisasi penyakit rabies dan pencegahannya. Misalnya gejala hewan yang terpapar rabies yakni menunjukkan perubahan perilaku seperti dari jinak menjadi galak atau sebaliknya. Kemudian anjing rabies biasanya memakan benda-benda tak lazim seperti kayu, besi, sandal, dan lainnya. Selain itu anjing keluar air liur berlebihan dan suka melompat-lompat tanpa sebab.

Asrama meminta pemilik hewan peliharaan mengikat atau mengandangkan peliharaannya. Jika kena gigitan, segera dibasuh dengan deterjen atau alkohol. Sementara ini, baru anjing yang diberikan vaksin rabies. [b]

Tags: BaliKesehatanRabies
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

24 March 2026
Siapkah Nyepi Digital?

Siapkah Nyepi Digital?

23 March 2026
Next Post

Denpasar Kota Semrawut

Comments 1

  1. Rudy says:
    17 years ago

    Aloo,pak/ibu bisa tiling informasi prosedur bawa Anjing Dari amerika ke Jakarta ? Dibandara Jkt mana yg masih bisa? Soal karantina biaya nya brp duit? Waktu karantina brp hari dan apakah klo dikarantina Anjing saya ga mati nantinya? Sebab soal makannya, merawat harus pemiliknya?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

“Slaves of Objects” Candu Kebendaan dari WD

Pikiran yang Didisiplinkan

25 April 2026
Bakar Sampah Organik: Solusi Praktis atau Ancaman Kesehatan?

Bakar Sampah Organik: Solusi Praktis atau Ancaman Kesehatan?

24 April 2026
Kenapa Isu Publik Bisa (atau Tidak Bisa) Masuk FYP TikTok?

Kenapa Isu Publik Bisa (atau Tidak Bisa) Masuk FYP TikTok?

23 April 2026
Majelis Hakim Tolak Gugatan Petani Batur

Majelis Hakim Tolak Gugatan Petani Batur

23 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia