• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, December 10, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Membangkitkan Industri Kreatif Bali

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
11 September 2008
in Agenda
0 0
2

Oleh Luh De Suriyani

Semangku sup hangat menjadi menu pembuka dialog santai, Soup Chat, antar pekerja kreatif di Bali, Jumat (29/8) lalu di Renon, Denpasar. Sekitar 30 orang dari berbagai profesi dan latar belakang pekerjaan berdiri menyimak presentasi dari komunitas penyuka olahraga paragliding sambil menyeruput sup sayur yang gurih.

Tony dari Komunitas Paragliding menjelaskan potensi olahraga paralayang ini dikembangkan di Bali. Tony yang juga atlet paragliding Bali ini menjelaskan cara kerja alat-alat olahraga paragliding dan bagaimana industri ini telah berkembang di Bali. “Awalnya hanya hobi menjadi bisnis baru,” ujar Toni yang melakukan bisnis paraglidingnya di kawasan Jimbaran, Kabupaten Badung ini.

Presentasi dari berbagai kegiatan baru di Bali adalah menu utama Soup Chat yang dilakukan setiap bulan. Ini adalah langkah awal untuk membangun industri kreatif di Bali. “Berbagai hidangan utama bergulir dari mulai presentasi kisah jalan-jalan, karya arsitektur, pengamatan kota tua, musik hidup, sulap, logika ilusi, dan lainnya,” kata Fransiska Prihadi, salah satu penggagas Soup Chat ini.

Salah satu menu utama Soup Chat yang mendapat tanggapan luas adalah ide untuk membentuk Bali Creative Community (BCC) yang dipresentasikan Arif Budiman, seorang desainer grafis.
Indonesia sendiri baru tahun ini mempersiapkan potensi industri kreatif ini. Pada awal Agustus lalu dihelat Pameran Ekonomi Kreatif Indonesia 2008 di Jakarta. Kegiatan ini menunjang peluncuran Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2009 – 2025 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 4 Juni lalu.

Arif  Budiman, pencetus Bali Creative Community yang akrab dipanggil Ayip ini mengatakan industri kreatif yang modal utamanya adalah manusia kini menjadi destinasi dan reperesentasi bangsa di dunia global. ”Kita perlu event yang konsisten untuk memunculkannya sebagai destinasi mendampingi pariwisata,” kata Ayip, Direktur Creative Matamera Communication yang juga mengikuti Pamaeran Ekonomi Kreatif itu.

Banyak produk kreatif yang sudah menjadi ikon Bali namun belum dimaksimalkan sebagai destinasi. Misalnya Majalah Bogbog, majalah kartun bilingual pertama di Indonesia sebagai medium komunikasi baru atau Suicide Glam, merek pakaian rock and roll yang sudag masuk pasar internasional.

Suicide Glam sebagai industri fashion berupaya menciptakan brand dengan menyatakan produknya adalah hasil handmade. “Semua produk dibuat di Bali dengan cara yang adil, humanitarian working condition, dan dikerjakan secara detail,” ujar Rudolf Dethu, pemilik label ini yang juga mantan manajer grup musik Superman is Dead.

Ada lagi Suarti Jewellery, kelompok musik Superman is Dead, arsitektur karya Popo Danes, Ubud Writers and Readers Festival, dan lainnya.

Industri kreatif ini di sejumlah negara maju seperti Inggris dan Jepang menjadi penggerak peningkatan pendapatan masyarakatnya. Ada enam hal yang mendorongnya, yakni pertumbuhan signifikan pendapatan per kapita penduduk, dampak sosialnya yang masif seperti pemeraatan kesejahteraan dan tumbuhnya toleransi sosial.

Inggris, misalnya, negara dimana industri ini begitu dibanggakan pemerintahnya mampu menyumbang lebih dari 8% pendapatan nasionalnya. Serta membuka lebih dari dua juta lapangan pekerjaan per tahun.

Sementara Korea Selatan kini memprioritaskan industri kreatif sebagai penyokong pendapatan nasional. Mereka fokus di bidang industri game, animasi digital, informasi teknologi, dan mobile content.

Potensi sumber daya kreatif ini telah memberikan kontribusi yang cukup besar pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Menurut Departemen Perdagangan dari total PDB nasional pada 2006, industri kreatif  menyumbang 104,8 triliun rupiah atau 5,7%. Dari jumlah itu, tiga industri terbesar di bidang ini yang berkontribusi besar pada PDB Indonesia adalah fashion (30%), Kerajinan (23%), dan periklanan (18%). Lainnya adalah penerbitan dan percetakan, media, televisi, desain, arsitektur.

Sementara kontribusi PDB Bali menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali terbesar masih di bidang perdagangan, hotel, dan restoran (33%) . Disusul bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.

Pengangguran juga menjadi masalah besar di Bali, karena jumlahnya semakin banyak. Menurut data BPS Bali, per Februari 2008 ini saja terdapat 95.500 orang pengangguran terbuka di Bali.

Industri kreatif diyakini memunculkan penciptaan iklim bisnis yang mengembangkan banyak lapangan usaha baru, sebagai sumber daya terbarukan, membentuk citra dan identitas bangsa, serta memunculkan branding destination. “Bali perlu mengkolaborasikan industri ini dengan pariwisata agar tercipta multiflier effect dan mengurangi eksploitasi sumber daya alam bagi pembangunan pariwisata yang masif,” kata Ayip. [b]

Tags: BaliEkonomiEkonomi KreatifJaringan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Memanen Air Hujan dan Biogas, Teknologi Tepat Guna bagi Petani Bali yang Terabaikan

Ketimpangan Sumber Daya di Balik Krisis Air Tanah Bali

12 November 2025
Ketika Pulau Menghangat: Urban Heat Island di Pulau Bali

Ketika Pulau Menghangat: Urban Heat Island di Pulau Bali

3 November 2025
Adakah Sistem Peringatan Dini Banjir di Bali? Ini Simulasinya

Adakah Sistem Peringatan Dini Banjir di Bali? Ini Simulasinya

18 October 2025
Next Post

Temple Ceremony, Berdoa untuk Perdamaian Dunia

Comments 2

  1. riki dhamparan says:
    17 years ago

    Wednesday, September 10, 2008
    Meninggalnya Teman kita Yudhis
    From:
    “Dewan Pimpinan PPI-India”
    Add sender to Contacts
    To:
    ppi-india@yahoogroups.com
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Kepada Teman-temanku semua,
    Melanjutkan berita duka yaitu meninggalnya teman kita Yudhis Muhammad Burhanuddin. Beliau berasal dari Pare-Pare, Sulawesi Selatan dan mengambil program M.A. Philosophy di Delhi University. Tiba di India pada tanggal 6 Juli 2008. Di India, beliau bertempat tinggal di rumah kost yang beralamatkan di: A18/A Single Story, Vijay Nagar, New Delhi.
    Kronologi meninggal:
    Pada hari Rabu, 10 September 2008 setelah maghrib, teman kita Sdri. Yopina yang tinggal di Women Hostel Delhi University menerima surat dari pemilik rumah kos Yudhis yang mengabarkan berita meninggalnya teman kita Yudhis. Dalam surat tersebut Sdr. Yopina diminta untuk menghubungi beberapa nomer HP.
    Di dalamnya memberitahukan untuk menelepon tuan rumah yg bersangkutan sebelum akhirnya mengabarkan bahwasanya teman kita sudah dalam keadaan meninggal di dalam kamar yang terkunci dari dalam. Teman satu kelasnya merasakan kejanggalan setelah mengetahui bahwa Yudhis sudah 2 hari tidak masuk kelas.
    Setelah ditelusuri, ternyata saudara kita telah berada dalam keadaan meninggal di dalam kamarnya. Sampai saat ini, penyebab meninggalnya Yudhis disinyalir karena keracunan makanan (dari kepolisian). Pada saat ini, jenazah ditempatkan di sebuah rumah sakit di kawasan Janakpuri.
    Selanjutnya, besok pagi, sesuai permintaan pihak keluarga di Indonesia, jenazah akan menjalani proses otopsi untuk mengetahui penyebab nyata meninggalnya teman kita Yudhis.
    Akhirnya, mari kita sama-sama berdoa, semoga arwah teman kita Yudhis Muhammad Burhanuddin diterima di sisi Allah SWT, dihapuskan segala dosanya dan diterima semua amalan-amalannya.
    Wassalam

    Reply
  2. tuteh says:
    17 years ago

    sukses selalu… waktu liad ‘BALE BENGONG’ di blognya Pushanda, tertarik karena dulu waktu ngerawat kakak di RS Prima Medika aku sering ngabisin waktu di bale bengon nyah :p hehehe…

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

10 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Konflik Pertanahan di Bali: Ketimpangan Petani Gurem dan Properti

10 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

9 December 2025
Tujuh Langkah Mitigasi Jika Gunung Agung Erupsi

Media Sosial yang Berisik, Kita yang Beraksi

9 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia