• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, April 25, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Melestarikan Lingkungan melalui Literasi Bahasa

Iin Valentine by Iin Valentine
2 December 2016
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0
Tim pengajar bersama murid-murid Green Language Bali. Foto oleh I Kadek Sanjaya
Tim pengajar bersama murid-murid Green Language Bali. Foto oleh I Kadek Sanjaya

Banyak cara melestarikan lingkungan.

Tidak hanya dengan kegiatan langsung di alam yang berbau penanaman pohon, reboisasi, dan sejenisnya. Pernahkah Anda menyangka bahwa lingkungan juga bisa dilestarikan melalui bahasa yang kita gunakan dalam berkomunikasi?

Misi inilah yang sedang dijalankan oleh penggagas program Green Language Bali.

Apa itu Green Language Bali ?

I Kadek Sanjaya, koordinator pelaksana program ini menjelaskan bahwa Green Language Bali merupakan program pengajaran bahasa yang tercetus dari ide I Kadek Purnawan. Alumni Program Studi (Prodi) Sastra Inggris Universitas Udayana tersebut kini telah menamatkan gelar S2 di salah satu Universitas di Amerika Serikat.

“Saat ini masih ngajar Bahasa Inggris aja. Maunya sih Bahasa Bali dan Indonesia juga, tapi karena masih ada beberapa kendala, jadi kami mengajar Bahasa Inggris dulu. Sebab bahasa Inggris merupakan bahasa global,” jelas Sanjaya.

Berbeda dengan bimbel pada umunya, Green Language Bali hadir dengan membawa misi sosial di dalamnya. Kata Green itu identik dengan kelestarian lingkungan. Kita sebagai generasi muda, punya kewajiban untuk melestarikannya. Kali ini dengan literasi bahasa.

“Di Green Language Bali, kami mengajarkan bahasa Inggris yang berkaitan juga dengan lingkungan, misalnya mengenalkan kosa kata save water, conservation, dan lainnya,” tambah Sanjaya.

Pelaksanaan perdana program Green Language Bali berlangsung di Banjar Batu, Mengwi, tempat asal I Kadek Purnawan. Tak hanya Sanjaya, beberapa siswa SMA yang belajar di Kul Kul Connection  juga bergabung untuk mengajar di Green Language Bali.

Dengan dibekali sarana belajar berupa materi, buku, dan alat tulis tanpa dipungut biaya, sebanyak 60 peserta yang terdiri dari siswa sekolah dasar aktif mengikuti pelajaran tiap minggunya.

Kelas pertama dimulai pukul 09.00 – 10.30 WITA untuk kelas 1, 2, dan 3, lalu pukul 10.30 – 12.00 WITA untuk kelas 4, 5, dan 6.

Program ini berlangsung selama 1 semester. Setelah 1 semester habis, Green Language Bali akan bergerak lagi dan melaksanakan pengajaran di daerah lain.  Namun  tidak menutup kemungkinan program di Banjar Batu akan diteruskan pula, sebab di sana adalah awal mulanya.

Kegiatan belajar di Bale Banjar Batu, Mengwi. Foto oleh I Kadek Sanjaya.
Kegiatan belajar di Bale Banjar Batu, Mengwi. Foto oleh I Kadek Sanjaya.

Meskipun kegiatan berlangsung di bale banjar, hal itu tidak menyurutkan semangat belajar anak-anak tersebut. Antusiasmenya sangat tinggi dan mereka pun aktif bertanya. Tidak jauh berbeda dengan sistem belajar di sekolah, program ini juga mengadakan midterm test yang dikemas dalam kuis yang menyenangkan.

Selama kurang lebih tiga bulan dari awal terlaksananya, program ini telah menunjukkan kemajuan yang dilihat dari meningkatnya kemampuan peserta belajar dalam bidang bahasa Inggris.

Tidak hanya pembelajaran secara langsung melalui tatap muka, Green Language Bali juga melebarkan jaringannya melalui fanpage, website, dan juga instagram.

Menariknya, pembelajaran melalui fanpage dilakukan dengan memposting foto dengan desain yang unik dengan menampilkan kosa kata dalam 3 bahasa (Inggris, Indonesia, dan Bali).

Salah satu contoh posting di fanpage Green Language Bali.
Salah satu contoh posting di fanpage Green Language Bali.

“Selain untuk konservasi lingkungan melalui literasi bahasa, juga untuk konservasi bahasa Bali. Karena kami pikir bahasa Bali semakin punah. Dengan anak TK sudah bisa bahasa Inggris dan terbiasa berbahasa Indonesisa. Mungkin karena pengaruh bawa gadget juga. Jadi, kasian bahasa Bali,” ujar Sanjaya.

Pengajaran bahasa yang ramah lingkungan ini diharapkan dapat membantu generasi muda dalam melestarikan bahasa di tengah kemajuan zaman dan tuntutan modernitas seperti sekarang. Belajar bahasa lain dan berkembang ke arah kemajuan tentu bukan hal yang salah, namun Bahasa Bali sebagai bahasa ibu jangan sampai punah. [b]

Tags: LanguageLingkungan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Iin Valentine

Iin Valentine

seorang penikmat buku, musik, dan penggemar foto.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

24 March 2026
Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

17 March 2026
Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

27 February 2026
Next Post
Wahai Pospera, Siapa yang Menyebar Isu SARA?

Merestui Reklamasi, Melupakan Etika Demokrasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

“Slaves of Objects” Candu Kebendaan dari WD

Pikiran yang Didisiplinkan

25 April 2026
Bakar Sampah Organik: Solusi Praktis atau Ancaman Kesehatan?

Bakar Sampah Organik: Solusi Praktis atau Ancaman Kesehatan?

24 April 2026
Kenapa Isu Publik Bisa (atau Tidak Bisa) Masuk FYP TikTok?

Kenapa Isu Publik Bisa (atau Tidak Bisa) Masuk FYP TikTok?

23 April 2026
Majelis Hakim Tolak Gugatan Petani Batur

Majelis Hakim Tolak Gugatan Petani Batur

23 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia