• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, January 18, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Melestarikan Lingkungan melalui Literasi Bahasa

Iin Valentine by Iin Valentine
2 December 2016
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0
Tim pengajar bersama murid-murid Green Language Bali. Foto oleh I Kadek Sanjaya
Tim pengajar bersama murid-murid Green Language Bali. Foto oleh I Kadek Sanjaya

Banyak cara melestarikan lingkungan.

Tidak hanya dengan kegiatan langsung di alam yang berbau penanaman pohon, reboisasi, dan sejenisnya. Pernahkah Anda menyangka bahwa lingkungan juga bisa dilestarikan melalui bahasa yang kita gunakan dalam berkomunikasi?

Misi inilah yang sedang dijalankan oleh penggagas program Green Language Bali.

Apa itu Green Language Bali ?

I Kadek Sanjaya, koordinator pelaksana program ini menjelaskan bahwa Green Language Bali merupakan program pengajaran bahasa yang tercetus dari ide I Kadek Purnawan. Alumni Program Studi (Prodi) Sastra Inggris Universitas Udayana tersebut kini telah menamatkan gelar S2 di salah satu Universitas di Amerika Serikat.

“Saat ini masih ngajar Bahasa Inggris aja. Maunya sih Bahasa Bali dan Indonesia juga, tapi karena masih ada beberapa kendala, jadi kami mengajar Bahasa Inggris dulu. Sebab bahasa Inggris merupakan bahasa global,” jelas Sanjaya.

Berbeda dengan bimbel pada umunya, Green Language Bali hadir dengan membawa misi sosial di dalamnya. Kata Green itu identik dengan kelestarian lingkungan. Kita sebagai generasi muda, punya kewajiban untuk melestarikannya. Kali ini dengan literasi bahasa.

“Di Green Language Bali, kami mengajarkan bahasa Inggris yang berkaitan juga dengan lingkungan, misalnya mengenalkan kosa kata save water, conservation, dan lainnya,” tambah Sanjaya.

Pelaksanaan perdana program Green Language Bali berlangsung di Banjar Batu, Mengwi, tempat asal I Kadek Purnawan. Tak hanya Sanjaya, beberapa siswa SMA yang belajar di Kul Kul Connection  juga bergabung untuk mengajar di Green Language Bali.

Dengan dibekali sarana belajar berupa materi, buku, dan alat tulis tanpa dipungut biaya, sebanyak 60 peserta yang terdiri dari siswa sekolah dasar aktif mengikuti pelajaran tiap minggunya.

Kelas pertama dimulai pukul 09.00 – 10.30 WITA untuk kelas 1, 2, dan 3, lalu pukul 10.30 – 12.00 WITA untuk kelas 4, 5, dan 6.

Program ini berlangsung selama 1 semester. Setelah 1 semester habis, Green Language Bali akan bergerak lagi dan melaksanakan pengajaran di daerah lain.  Namun  tidak menutup kemungkinan program di Banjar Batu akan diteruskan pula, sebab di sana adalah awal mulanya.

Kegiatan belajar di Bale Banjar Batu, Mengwi. Foto oleh I Kadek Sanjaya.
Kegiatan belajar di Bale Banjar Batu, Mengwi. Foto oleh I Kadek Sanjaya.

Meskipun kegiatan berlangsung di bale banjar, hal itu tidak menyurutkan semangat belajar anak-anak tersebut. Antusiasmenya sangat tinggi dan mereka pun aktif bertanya. Tidak jauh berbeda dengan sistem belajar di sekolah, program ini juga mengadakan midterm test yang dikemas dalam kuis yang menyenangkan.

Selama kurang lebih tiga bulan dari awal terlaksananya, program ini telah menunjukkan kemajuan yang dilihat dari meningkatnya kemampuan peserta belajar dalam bidang bahasa Inggris.

Tidak hanya pembelajaran secara langsung melalui tatap muka, Green Language Bali juga melebarkan jaringannya melalui fanpage, website, dan juga instagram.

Menariknya, pembelajaran melalui fanpage dilakukan dengan memposting foto dengan desain yang unik dengan menampilkan kosa kata dalam 3 bahasa (Inggris, Indonesia, dan Bali).

Salah satu contoh posting di fanpage Green Language Bali.
Salah satu contoh posting di fanpage Green Language Bali.

“Selain untuk konservasi lingkungan melalui literasi bahasa, juga untuk konservasi bahasa Bali. Karena kami pikir bahasa Bali semakin punah. Dengan anak TK sudah bisa bahasa Inggris dan terbiasa berbahasa Indonesisa. Mungkin karena pengaruh bawa gadget juga. Jadi, kasian bahasa Bali,” ujar Sanjaya.

Pengajaran bahasa yang ramah lingkungan ini diharapkan dapat membantu generasi muda dalam melestarikan bahasa di tengah kemajuan zaman dan tuntutan modernitas seperti sekarang. Belajar bahasa lain dan berkembang ke arah kemajuan tentu bukan hal yang salah, namun Bahasa Bali sebagai bahasa ibu jangan sampai punah. [b]

Tags: LanguageLingkungan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Iin Valentine

Iin Valentine

seorang penikmat buku, musik, dan penggemar foto.

Related Posts

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

30 December 2025
Kemah Manja di Bali Jungle Camping Padangan

Terasering Subak sebagai Mitigasi Banjir Berbasis Lanskap

22 December 2025
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Next Post
Wahai Pospera, Siapa yang Menyebar Isu SARA?

Merestui Reklamasi, Melupakan Etika Demokrasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia