• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, August 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mari Perbanyak Semut untuk Menandingi Gajah

Anton Muhajir by Anton Muhajir
4 January 2011
in Kabar Baru, Opini
0
3

Teks dan Foto Anton Muhajir

Kita tak punya modal melawan gajah. Maka, cukuplah perbanyak semut. Setidaknya dia akan memberikan pilihan.

Ini bukan soal hewan-hewan koleksi di kebun binatang. Ini soal strategi membuat wacana berbeda di antara media-media arus utama di Bali. Sebab, kurangnya media alternatif itu membuat suara-suara alternatif masyarakat sipil juga tak terlalu muncul di media.

Kegelisahan tentang kurangnya media alternatif itu memang bukan bahasan utama oleh para pegiat gerakan masyarakat sipil Bali dalam diskusi santai akhir tahun lalu. Ngobrol santai di Federasi Fair Trade Indonesia ini diikuti penggiat gerakan masyarakat sipil. Yayasan Wisnu, Mitra Bali, Aliansi Jurnalis Independen, Kalimajari, Taman 65, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH), Matamera, Sloka Institute, dan lain-lain ikut di diskusi ini.

Isu tentang media hanya sekilas dibahas di antara isu-isu lain, terutama ekonomi kerakyatan, lingkungan, dan lain-lain. Tapi, meski sekilas dibahas, ide soal perlunya media itu amat perlu dibahas lebih lanjut. Setidaknya di blogku sendiri.

Ada ide membuat media alternatif. Bentuknya cetak.

Tapi, menurut saya, media cetak ini sudah masa lalu. Selain makin berkurang pembacanya juga karena banyaknya modal yang dibutuhkan. Di sisi lain, pembaca media kini lebih aktif di jejaring sosial atau media online.

Maka, itulah salah satu jawabannya: mengelola media online bersama-sama ataupun secara personal. Perbanyaklah orang yang membuat dan mengelola media personal semacam blog. Lalu, aktiflah pula di jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter.

Jika media arus utama adalah gajah, maka media-media personal ini adalah semut. Gajah mungkin menang karena dia punya modal besar. Tapi, kalau semut itu banyak, maka dia bisa jadi tandingan gajah. Tentu saja tidak akan mengalahkan tapi bisa jadi pilihan.

Dan, memang tak terlalu susah untuk mendorong banyaknya media ala semut ini. Teknologi informasi sudah menyediakannya. Untuk membuat blog, orang tak perlu modal duit apa pun selain koneksi internet. Ini jika blognya gratisan nebeng di mesin penyedia, seperti Blogspot atau WordPress.

Kalau pakai alamat blog (domain) dan tempat menyimpan data (hosting) sendiri memang relatif lebih mahal, antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per tahun. Tapi, itu tak ada apanya dibanding modal membuat media cetak.

Kemudahan membuat dan mengelola blog ini akan menjangakau pembaca lebih luas kalau disandingkan dengan kekuatan viral jejaring sosial. Ibaratnya, blog itu suara dari tenggorokan maka jejaring sosial itu speaker atau amplifier yang membuat suara lebih keras dan bergema. Jadi, makin banyak orang akan tahu satu sama lain.

Para penggiat gerakan masyarakat sipil ini, menurut saya, adalah kekuatan tersendiri. Mereka cukup aktif di isu masing-masing. Tak hanya punya suara tapi juga sikap. Jadi, selain menulis juga bisa memengaruhi melalui tulisan dan medianya.

Ketika suara-suara warga semakin banyak dan terhubung, maka orang tak perlu lagi media arus utama, terutama cetak. Atau, ya, setidaknya tidak akan menjadikannya sebagai acuan utama. Lha, untuk apa? Selain harus membeli juga isunya itu-itu saja: kriminal, politik, berita iklan, seremonial, skandal. Buat apalagi mengonsumsinya?

Tags: JurnalismeLSMMediaOpiniSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Angka Perceraian bukan untuk Diturunkan, Apa yang Ada di Baliknya?

17 August 2026
Menguji Akses Publik di KEK Kura Kura Bali Hasil Reklamasi Serangan

Menilai Distribusi Ekonomi Mall Baru

10 August 2026
Merayakan Kesenian Tradisi Bali

Internalisasi Nilai “Eda Ngaden Awak Bisa”

30 July 2026
Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

20 July 2026
Memperjelas Persepsi Risiko Berwisata ke Bali

Rahasia di Bawah Gunung Agung: Ketika Batu Lava Membongkar Identitas Asli Pulau Bali

6 July 2026
Renungan untuk Hari Disabilitas

Kenapa Jalur Disabilitas tidak untuk Semua Ragam Disabilitas? 

30 June 2026
Next Post

Mengenal Arsitektur Pascabencana

Comments 3

  1. chris budhi says:
    16 years ago

    dan anton adalah salah satu semut merah yang kecil tapi sangat terasa saat menggigit. 🙂

    Reply
  2. best rated child car seats says:
    16 years ago

    maka dari itu
    jangan remehkan yang kecil
    😉

    Reply
  3. best rated child car seats says:
    16 years ago

    yang kecil bersatu
    jadi besar

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Penurunan Debit Air Sumber Mata Air di Desa Pedawa akibat Berkurangnya Pohon Penyimpan Air

Penurunan Debit Air Sumber Mata Air di Desa Pedawa akibat Berkurangnya Pohon Penyimpan Air

21 August 2026
Krisis Iklim dan Naiknya Pengeluaran di Denpasar

Krisis Iklim dan Naiknya Pengeluaran di Denpasar

21 August 2026
sewa kantor jakarta pusat

Menerka Kepentingan Pusat Finansial Internasional di Bali

20 August 2026
KJW Desa Adat Guliang Kangin, Desa Penuh Sejarah

KJW Desa Adat Guliang Kangin, Desa Penuh Sejarah

20 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia