• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, September 25, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

[Liputan Mendalam] Pejuang Konservasi di Batas Negeri

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
22 August 2021
in Berita Utama, Lingkungan
0
0
Masyarakat di Desa Sebubus, yang melakukan budidaya madu kelulut. Hasil budidaya ini membantu perekonomian masyarakat di kala pandemi. Sebelum pandemi harga sempat anjlok dan kemudian harga naik kembali karena permintaan meningkat saat pandemi. Selama pandemi harga tetap mengalami turun naik tapi masih bisa menutupi kebutuhan masyarakat sebagai peternak.
Masyarakat di Desa Sebubus, yang melakukan budidaya madu kelulut. Foto Novantar Ramses Negara.

Madu kelulut membantu nelayan bertahan ketika pandemi menyebabkan menurunnya pendapatan.

Situasi pandemi COVID-19 sempat membuat pendapatan nelayan di Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat menurun. Tangkapan nelayan tak banyak yang laku. Jika pun laku harga turun drastis. Utamanya pada hasil tangkapan untuk ekspor.

Kondisi itu disebabkan permintaan dari luar negeri juga terganggu. Sebagai contoh ikan bawal putih. Ikan ini memiliki harga tinggi. Per kg bisa mencapai Rp200 ribu. Ketika pandemi kemarin harganya turun drastis menjadi Rp80 ribu. Lalu udang wangkang. Saat situasi normal harganya Rp80 ribu per kg. Ketika pandemi harga turun menjadi Rp40 ribu per kg.

Situasi seperti itu sempat berjalan selama tiga bulan. Tak banyak pengepul datang untuk membeli tangkapan nelayan. Namun, masyarakat masih mampu bertahan. Sebab, selain memiliki pendapatan utama sebagai nelayan, masyarakat juga memiliki pendapatan tambahan. Salah satunya dari ternak madu kelulut.

Hampir sebagian besar masyarakat melakukan budidaya ini. Bahkan jumlah log yang dimiliki untuk satu orang juga tak sedikit. Ada yang mencapai seratus log.

Potensi ternak madu kelulut karena melihat kondisi geografis Desa Sebubus. Desa dengan hutan yang di dalamnya banyak sarang lebah madu kelulut. Selain madu, Desa Sebubus juga dikenal sebagai sentra lada, padi dan kelapa, ikan dan udang.

Adanya ternak madu kelulut itu, dinilai bisa membantu pendapatan masyarakat. Apalagi saat pandemi COVID-19. Ia mencontohkan jika dirata-rata total panen madu kelulut dari seluruh peternak di Desa Sebubus mencapai satu ton untuk satu kali panen.

Bagaimana kisah warga bisa membudidayakan madu kelulut, selain juga melaut dan melestarikan penyu di perbatasan Indonesia – Malaysia tersebut? Penerima beasiswa Anugerah Jurnalisme Warga (AJW) 20210, Novantar Ramses Negara, melaporkannya secara mendalam di laporannya, Pejuang Konservasi di Batas Negeri. [b]

kampungbet
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Bali dan Banjir: Apakah Kita Serius Menata Kota?

Kesalahpahaman dalam Penganggaran Mitigasi Bencana di Bali

25 September 2026
Strategi Pelaku Usaha Mewujudkan Kawasan Rendah Emisi di Sanur

Strategi Pelaku Usaha Mewujudkan Kawasan Rendah Emisi di Sanur

25 September 2026
Jika Kebijakan Lambat Merespon Keamanan Pejalan Kaki, apa yang Bisa Dilakukan Warga?

Jika Kebijakan Lambat Merespon Keamanan Pejalan Kaki, apa yang Bisa Dilakukan Warga?

24 September 2026
Menelusuri Bali Lewat Permainan di SAKA Museum

Menelusuri Bali Lewat Permainan di SAKA Museum

23 September 2026
Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

22 September 2026
Okamaha Meluncurkan Album Sunset Economy

Okamaha Meluncurkan Album Sunset Economy

20 September 2026
Next Post
Anggota Kelompok Masyarakat Wahana Bahari sedang memasukkan tukik. Bayi penyu yang barus menetas. Tukik itu nantinya dilepas ke laut lepas.

[Liputan Mendalam] Agar Penyu tetap Bertelur di Perbatasan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Bali dan Banjir: Apakah Kita Serius Menata Kota?

Kesalahpahaman dalam Penganggaran Mitigasi Bencana di Bali

25 September 2026
Strategi Pelaku Usaha Mewujudkan Kawasan Rendah Emisi di Sanur

Strategi Pelaku Usaha Mewujudkan Kawasan Rendah Emisi di Sanur

25 September 2026
Jika Kebijakan Lambat Merespon Keamanan Pejalan Kaki, apa yang Bisa Dilakukan Warga?

Jika Kebijakan Lambat Merespon Keamanan Pejalan Kaki, apa yang Bisa Dilakukan Warga?

24 September 2026
Menelusuri Bali Lewat Permainan di SAKA Museum

Menelusuri Bali Lewat Permainan di SAKA Museum

23 September 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia