• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, May 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Kuliner

Legenda Ikan Laut Mak Beng

Anton Muhajir by Anton Muhajir
19 November 2007
in Kuliner, Travel
0
0

Oleh Anton Muhajir

Empat kipas angin besar di langit-langit warung kecil itu tak cukup kuat untuk mengusir gerah. Demikian pula angin pantai yang berhembus di Sanur, pagi itu. Hari masih pagi, sekitar pukul 09.30 Wita. Namun puluhan orang sudah memenuhi Warung Mak Beng di Jl Hang Tuah Sanur. Sekitar 40 pengunjung itulah yang membuat Warung Mak Beng jadi gerah. Sebab ukuran warung ini memang kecil.

Meski kecil, dan tidak terlalu kelihatan, namun Warung Mak Beng sangat terkenal. Tidak hanya karena makanannya yang enak tapi juga karena Mak Beng memang pelopor makanan ikan laut di Sanur, atau malah Bali. Pagi itu, beberapa orang malah harus berdiri antri karena semua kursi sudah terisi.

Ketika baru sampai di Sanur sekitar pukul 07.30 Wita, warung itu masih tutup. Kami (saya, anak, dsn istri) pun bersantai di pantai. Niatnya memang untuk melali alias jalan-jalan ke Sanur sambil mengubur anak kami hidup-hidup. Hehehe. Bukan, ke Sanur untuk memendam kaki anak kami biar hangat. Kata orang tua biar anak kami cepat bisa jalan.

Mumpung ke Sanur, kami pun berniat mampir ke Mak Beng. Ini niat sudah lama banget tapi belum pernah kesampaian juga. Mak Beng memang ibarat legenda warung ikan laut. Warung ini didirikan pada 1941 oleh Ni Ketut Tjuki alias Mak Beng. Warung Mak Beng, terletak hanya sekitar 20 meter dari bibir pantai Sanur, menyajikan satu menu saja: ikan laut. Menu tunggal ini menyajikan ikan laut goreng, biasanya kakap merah atau cakalang, dengan sup ikan laut juga. Ikan itu digoreng kering sehingga warnanya kecoklatan. Penyajiannya bersama sambal goreng dilengkapi jeruk nipis.

Hati-hati menyantap sambal ini. Sebab pada awalnya dia terasa manis. Tapi berselang tidak lama, rasa pedas itu baru mengagetkan lidah Anda. Jadi, jangan tertipu sambal ini. Tapi tidak sedikit pula pengunjung yang ketagihan ke sini gara-gara sambalnya.

Tanpa harus meminta, karena sudah satu paket, ikan goreng itu akan ditambah sup ikan laut. Kalau bagian yang digoreng adalah daging ikan, maka bagian yang disup ini hanya sedikit daging. Sisanya tulang atau malah kepala. Sup ikan ini dibuat dengan bumbu goreng sehingga terlihat berminyak. Pilihannya Anda bisa menyeruput dan menikmati segarnya sup ini dulu sebelum makan atau Anda menggunakan sup ini untuk pelengkap menyantap nasi putih dan ikan goreng. Sup itu dilengkapi pula mentimun sehingga jadi lebih segar.

Untuk menu lengkap tersebut, Anda hanya perlu bayar Rp 16.000 per porsi. Harga ini relatif mahal dibanding warung sejenis di Denpasar. Sebagai bandingan, di Warung Lembongan di Jalan Tjok Agung Tresna Renon, harga menu sama persis hanya Rp 12.000. Soal rasa, menurut saya lebih enak di Warung Lembongan, langganan saya itu. ikannya lebih gurih dan renyah. Tapi kuahnya tidak senikmat dan sesegar di Mak Beng.

Mahalnya harga menu di Mak Beng mungkin karena Mak Beng ada di Sanur, salah satu pusat wisata Bali. Namun meski harganya mahal, paling tidak Anda bisa menyantap menu di warung yang ibaratnya sudah jadi legenda. Jadi, harga pun urusan nomor sekian.

Warung Mak Beng
Jl Hang Tuah No 45 Sanur
Telp 0361 – 282633
Denpasar Bali

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

matan AI

Penghancuran Kemandirian Desa-desa di Bali

29 May 2026
Melali Cokelat dan Sastra di Bali Barat

Bali Hari Ini: Mana Desa, Mana Kota?

29 May 2026
Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

28 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Aksi Tolak Terminal LNG ke DPRD Bali 

Antisipasi Risiko Proyek Energi Gas di Bali

26 May 2026
Next Post

Bebotoh dan Masa Depan Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

matan AI

Penghancuran Kemandirian Desa-desa di Bali

29 May 2026
Melali Cokelat dan Sastra di Bali Barat

Bali Hari Ini: Mana Desa, Mana Kota?

29 May 2026
Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

28 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia