• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Kumbang 2017, Lebih Dekat dengan Konservasi Lingkungan

Herdian Armandhani by Herdian Armandhani
11 July 2017
in Kabar Baru, Lingkungan
0
1
Kumbang adalah kegiatan Komunitas 60+ Earth Hour Denpasar untuk belajar lingkungan. Foto Herdian Armandhani.

Kumbang yang ini bukan si serangga terbang.

Kumpul belajar bareng (Kumbang) adalah kegiatan Komunitas 60+ Earth Hour Denpasar (EH). Tahun ini, Kumbang Komunitas EH Denpasar diadakan pada 8-9 Juli 2017 di D’Abode Villa Jalan Pengembak No 42, Sanur, Denpasar.

Kegiatan ini dihadiri 20 peserta yang terdiri dari pengurus dan para relawan Komunitas 60+ EH Denpasar. Acaranya diisi dengan berbagai materi yang berkaitan dengan Konservasi Lingkungan.

Sutan Tantowi Dermawan, Ketua Kegiatan acara Kumbang 2017, memaparkan materi tentang organisasi WWF dan kegiatan konservasi yang dilakukan selama ini. Materi yang dibawakan Sutan merupakan materi agenda Kumbang Nasional di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sutan juga menjelaskan creative campaign WWF dalam mengangkat isu-isu lingkungan yang hangat di masyarakat.

Koordinator EH Denpasar Andri Purba membawakan dua buah materi yakni Konservasi Spesies Hiu Paus beserta tantangannya dan Kampanye Beli yang Baik. Dalam materi tentang paus, Andri secara detail menjelaskan mengenai satwa hius paus (nama lokal gurano bintang) patut untuk dilindungi.

Hiu Paus dilindungi karena spesiesnya saat ini mulai terancam. Satwa yang sangat jinak dan bersahabat dengan manusia ternyata tidak memiliki taring seperti hiu pada umunya. Hiu paus mengambil makanan dengan cara membuka dan menutup mulutnya layaknya mesin penghisap.

Hanya saja karena tidak bisa membedakan antara sampah dan plankton maka cepat sekali satwa ini mati. Secara tidak langsung manusia membunuh satwa betotol ini karena sampah plastik yang dibuang dan mengalir begitu saja ke laut.

Secara tidak langsung manusia telah membunuh hiu paus karena sampah plastik yang dibuang mengalir begitu saja ke laut.

“Untuk itulah melalui kegiatan Kumbang 2017 ini kami mengajak teman-teman sekalian untuk mengedukasi masyarakat di lingkungannya masing-masing agar mengurangi sampah plastik yang secara tidak langsung mempengaruhi kepunahan hiu paus,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk materi Kampanye Beli yang baik, Andri mengajak para pengurus dan relawan EH Denpasar untuk menjadi green consumer dengan cara membawa botol minuman (tumbler) ketika bepergian, menggunakan alat transportasi publik, beralih ke makanan yang cara pengolahannya tidak merusak lingkungan, menghemat pemakaian listrik, membawa tas belanja dari kain saat pergi belanja ke pasar tradisional atau Supermarket, dan masih banyak lagi.

Kegiatan Kumbang 2017 juga diisi dengan rapat evaluasi kegiatan EH yang telah berjalan dan akan dilakukan. Hal paling seru adalah kegiatan bermain di kolam renang yang diikuti oleh semua anggota Komunitas EH. Semua peserta nampak begitu gembira dan menikmati sesi games ini.

Teddy C Putra salah satu relawan EH mengaku kegiatan Kumbang 2017 sangat bermanfaat bagi para relawan. Peserta bisa lebih menambah wawasan mengenai konservasi lingkungan dan cara melakukan aksi nyata untuk mendukung pelestarian lingkungan.

“Sangat bermanfaat bagi saya dan lebih paham mengenai konservasi lingkungan dan aksi nyata dalam pelestariannya,” tuturnya. [b]

Tags: KomunitasLingkunganWWF Indonesia
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Herdian Armandhani

Herdian Armandhani

Blogger, Citizen Journalist, Traveller.

Related Posts

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Next Post
Papua dalam Timbang Pandang Budaya

Papua dalam Timbang Pandang Budaya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Tiga Chef Muda Bali Bicara Tantangan Pangan Lokal

19 May 2026

TPA Suwung Ditutup, Apakah Bali Siap?

19 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia