• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, July 20, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Kisah Petani Kecil dan Kemarau Panjang di Bali

Ni Kadek Andariasih by Ni Kadek Andariasih
4 December 2015
in Berita Utama, Lingkungan
0
0
pekarangan-persembahan hujan
Mengharap sang dewi dauh menurunkan hujan. Foto Pekarangan Post.

Musim kemarau tahun ini merupakan musim kemarau panjang dan sangat menyengat. Di Dusun Pekarangan saya menanyai salah satu warga yaitu Komang Pasek. Bapak kelahiran 1970 ini mempunyai 4 orang anak, dan penhasilan utamanya dari bertani.

Mang Pasek, panggilannya mengeluhkan musim kemarau tahun ini terlalu panjang dan membuat berkurangnya hasil kebun dan sawah. Bisanya sudah musim hujan sejak beberapa bulan lalu tapi tahun ini sampai Desember belum juga turun hujan. Tanah kebunnya kering kerontang dan hasil panen menurun.

Ia mengeluh banyak pohon pisang, kelapa, dan pandan juga mati dikarenakan kekurangan air akibat musim kemarau yang berkepanjangan. “Lamun najuk buin lebih mekelo hasilne (untuk menanam kembali, akan membutuhkan waktu cukup lama),” keluhnya tentang tantangan bertanam pisang jika musim kemarau terlalu lama. Anakan pisang bisanya muncul sendiri, tapi karena sekarang induknya mati lebih sulit menumbuhkan.

Selain pisang, tanaman pandan berduri yang menjadi bahan kerajinan tikar di dusun ini juga makin sulit dicari. Pandan banyak yang layu dan tumbang. Bebukitan kering dan juga sulit mencari makanan sapi.

Hasil pertaniannya menurun hingga 50 persen dari tahun sebelumnya. Untuk kepentingan upacara Mang Pasek malah harus membeli pisang yang harganya cukup mahal. Biasanya bisa panen sendiri di abian (kebun) bahkan bisa menjualnya.

Mang Pasek juga merasakan semakin terhimpit dengan harga kebutuhan pokok yang semakin meningkat. Harga-harga kebutuhan sehari-hari naik tapi hasil panen jauh menurun.

Menurutnya, kemarau tahun ini membuat para petani geleng kepala dan menarik nafas panjang sambil berdoa hujan cepatlah turun agar tumbuh-tumbuhan bisa tersenyum kembali. [b]

Tags: Balidusun pekarangankemarau di bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ni Kadek Andariasih

Ni Kadek Andariasih

Related Posts

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Next Post
Bali World Music Festival 2015 Mulai Digelar Hari Ini

Bali World Music Festival 2015 Mulai Digelar Hari Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

17 July 2026
AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

16 July 2026
Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

16 July 2026
Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

16 July 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia