• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, January 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Kisah di Balik Isu Bubarnya Lolot Band

Oka Negara by Oka Negara
24 July 2008
in Budaya, Kabar Baru
0
61

Oleh Oka Negara

Terhitung sejak dua mingguan ini beberapa teman memberitakan dan membicarakan kabar Lolot Band bubar, atau paling tidak dengan istilah sejenisnya, non aktif atau vakum. Malah saya pakai istilah hibernasi kemarin. Kalau sekedar hibernasi atau tidur panjang untuk mencari tenaga dan kekuatan baru tentu saja tidak masalah. Aerosmith, Rolling Stone, Queen, hingga ke God Bless pun mengalaminya. Tetapi kalau benar-benar bubar tentu saja sayang sekali, dan saya sendiri pribadi tidak rela nih.

Sebab, Lolot sudah menjadi fenomena dan ikon musik rock berbahasa Bali yang benar-benar bisa menggugah remaja di Bali jadi bergeliat dengan luar biasa untuk melirik dan larut dalam musik Bali, atau paling tidak musik berbahasa Bali dalam balutan sesuatu yang baru: Bali Rock Alternatif.

Setelah kehadiran Lolot Band di tahun 2003, langsung diikuti dengan band-band sejenis dengan variasi genre musik di sana-sini. Ada Bintang, XXX, nanoe Biroe, 4WD, di Ubud yang masih bertahan. Hingga sebagian lainnya yang akhirnya hanya sayup-sayup terdengar seperti Hano-man, Dokar, Raja (yang ini tidak pakai “d”), Sam-4, Badeng, Jagad, Dinky, Nirwana dan banyak lagi yang sudah terlupakan.

Luar biasa memang fenomena ini. Saya sendiri sampai membuat sebuah festival band khusus band berbahasa Bali dan membuat kaset kompilasi band finalisnya. Konsernya rugi gara-gara hujan, tapi kasetnya laku juga.

Kembali ke Lolot Band. Supaya jelas, karena saya cukup dekat dengan Bagus Mantra, produser yang menangani Lolot Band, saya coba kontak beliau lewat SMS. Tepatnya hari Jumat lalu, tanggal 18 juli 2008. Saya kontak pukul 19.21. Masih ada di HP saya rekaman SMS yang saya kirim.

Saya langsung tanya Bagus Mantra apa benar Lolot Band bubar seperti yang diisukan selama ini.

Ini jawabannya langsung lewat SMS yang direply pukul 19.23. “Lolot Band non aktif dulu, md bawa semangatnya hilang total…..anyway temen2 masih semangat so mereka buat band side project indonesia, namanya Rokavatar.”

Ada perasaan sedih dan gembira juga membaca SMS ini. Sedihnya karena Lolot Band memang bakalan non aktif sampai waktu yang belum ditentukan. Gembiranya ya karena tidak bubar. Semoga selanjutnya bisa kumpul lagi, rekaman lagi. Booming lagi.

Karena di pikiran saya , saat ini musik Bali sedang sangat lesu. Hanya yang nekat yang berani rekaman. Kalaupun berani rekaman itupun income yang diharapkan lebih banyak mendatangkan keuntungan bukan dari benefit penjualan kaset, tapi dari konser-konser atau penampilan di panggung.

Di samping memang pembelian kaset lesu, yang membeli pun ada dari dua kalangan. Anggap saja kalangan menengah ke bawah kalaupun mau beli kaset, biasanya beli bajakan di lapak-lapak penjual kaset di pasar atau tempat lainnya. Sebaliknya yang punya duit lebih, yang lebih intelektual, ternyata banyak juga yang memiliki lagu-lagu ini setelah berburu mp3 nya, yang jelas-jelas juga keuntungan tidak masuk ke artisnya.

Inilah fenomenanya saat ini. Bisa jadi ini menjadi pertimbangan Bagus Mantra dengan grup bisnis Preginanya. Selama ini selama yang saya kenal Pregina akan bermain di kualitas, yang tentu saja biaya yang dikeluarkan akan besar juga, kalau melihat keuntungannya menurun tentu saja proyek Lolot Band perlu dipertimbangkan matang-matang.

Bila dilihat dari catatan saya sejak kemunculan album Lolot Band yang pertama (waktu itu masih menggunakan nama Lolot n Band, karena masih menjadikan Made Bawa (Lolot) sebagai ikon sentral) di album Gumine Mangkin bisa laku 75ribu kopi. Suatu angka yang fantastis dan tentu saja membuat untung besar.

Siapapun pasti tahu lagu “Tresna Memaksa”. Popularitas lagu ini bisa disejajarkan dengan popularitas lagu “Kidung Kasmaran”nya almarhum Okid Kres. Bedanya, di Tresna Memaksa, nama Lolot n band langsung melambung kencang, tapi kalau Kidung Kasmaran orang malah sering lupa siapa penyanyinya. Bukan lupa, malah tidak tahu.

Satu lagi yang membuat penjualan album pertama kencang adalah lagu Artha Utama. Ini lagu favorit saya dari Lolot Band. malah saya bikin profil Lolot n band di segmen Infotainment Kisara 2 menggunakan lagu ini.

Lanjut. Album kedua, Bali Rock Alternatif juga meledak tapi penjualannya masih dibawah Gumine Mangkin. sekitar 65ribu kopi. Album ketiga, Meong Garong, dengan kualitas musik yang sangat apik malah turun ke 45ribu kopi. Album The Best of Lolot turun drastis ke 15ribu, dan sekitar angka yang sama juga untuk album yang terakhir, Saling Caplok. Tidak ada lagi euforia penjualan di atas 50 ribu. Bahkan 30ribu juga tidak tercapai.

Tapi salutnya, panggung pertunjukan masih rame bisa dijajal dan penonton selalu merindukan Lolot Band. Jadi kalau terlihat sekarang semua kehilangan semangat, sepertinya masih masuk akal. Mudah-mudahan Lolot bisa bangkit. Mengingat Lanang, Deny dan Doni masih semangat dan mau maju terus. Hanya saja kali ini dengan berbahasa Indonesia, masih setia dengan musik rock. Bersama band Rokavatar. kemungkinan diambil dari kata Rock Avatar.

Siapa pengganti Made Bawa atau Lolot sebagai vokalisnya Rokavatar, ini jawaban SMS dari Bagus Mantra. “…kalau vox barunya, Bobby, eks vokalis double T dulu”.

Rupanya masih belum jauh juga. Karena di samping menangani Lolot Band, Bagus Mantra juga menangani Joni Agung & Double T (reggae berbahasa Bali). Jadi Bobby diambil dari pertemanan di Double T ini. Bagus Mantra juga sempat menangani Mang Gita dan band Purusha, yang kemudian bermetamorfosis menjadi The Patriot. Nyanyian Dharma 2 juga buah tangan dingin Bagus Mantra. Bila Joni Agung & Double T masih cukup kencang melaju di kancah musik Bali. Purusha telah almarhum. The Patriot juga masih belum memuaskan.

Memang tidak mudah untuk gambling dan jualan band berkualitas saat ini di Bali. Di beberapa SMS terakhir saya menanyakan juga perkembangan stasiun BMC (Bali Music Channel), yang belum juga muncul, yang Bagus Mantra sebagai direkturnya dan teman musisi saya, Jun (Bintang Band) yang nanti sebagai produser dan presenter acara-acara yang memang dikhususkan nanti buat program musik. Ini sebagai upaya untuk memajukan musik dan musisi lokal Bali tadinya.

“..BMC segera mengudara dok. September atau Oktober kita akan mulai.”

Ini yang kabar baik buat saya. Juga buat kita. Terlebih Bagus Mantra sejak lama bilang bahwa di BMC klip yang ditayangkan tidak perlu membayar. Mungkin perlu sekali diundang untuk rembug tanggal 27 nanti ya. Semoga bisa lancar dan sukses. mari kita dukung bersama.

Bonus Posting
Serasa kaset saja. Kalau di kaset ada bonus tracks, kalau di blog ada bonus posting. Kehadiran Lolot Band yang fenomena memang sering menjadi bahan pembicaraan. Sejak tahun 2003 di awal kemunculannya penuh dengan pertaruhan apakah bakal sukses mengingat lagu Bali masih dijejali oleh musik pop yang bernuansa keroncong dan mandarin, dan juga sudah maraknya bajakan, malah diduga si produsernya sendiri yang juga membuat versi bajakannya, jadi kalau asli dibeli ya untung, yang bajakan dibeli ya syukur.

Fenomena Lolot di awal ini juga membawa Kisara membuat acara Infotainment Kisara 2; Sex,Drugs n Rock n Roll; Is It Your Style?. Ada talkshow, testimoni pecandu narkoba, penayangan fim indie buatan Kisara, fashion, operet dan tentu saja Lolot Band (di satu event). Dan sudah bisa ditebak. Rame. Penuh. Lancar. Sukses. Yang akhirnya membawa Kisara bekerjasama lagi dengan Lolot Band di festival musik dan eksebisi remaja; Mafia Kisara 2.

Hasilnya adalah juga muncul kaset kompilasi band berkualitas, band-band bagus, ada Cematu, Biongo, Tirtha, Vegasus, ToomBand dan Ladies Room nya Kisara. Juga Lolot Band khusus membuatkan lagu antinarkoba untuk Kisara yang direkam di Album Meong Garong yang berjudul “Narkoba Merajalela” for Mafia Kisara. Beberapa media Kisara sempat didesain juga oleh Lolot lewat label Lovevilive nya.

Dan sebuah proyek film edukasi 3 Ruang juga didukung oleh Lolot Band dan Pregina dalam pengadaan soundtracksnya bersama Komunitas Musisi Bali, sekalian juga saat itu memberi aksi nyata dukungan sumbangan buat keluarga korban bom Bali II.

Ada lagi. Kali ini beberapa pertanyaan tentang Lolot banyak muncul. Dan sebagian masih belum terjawab. Namanya juga menjadi selebritis tentu saja akhirnya banyak mendapatkan sorotan samapi hal yang kecil sekalipun. Beberapa pertanyaan ini diantaranya. Yang punya jawaban silakan urun tanggapan.

1. Lolot ini nama orang apa nama band?
Awalnya ya memang nama orang. Lolot ini nick namenya Made Bawa. Si vokalis. Makanya di album awal-awal masih menggunakan nama Lolot n band. Tetapi sudah berformat baku, ada Lolot, Deny. Doni dan Lanang. Tidak pernah diganti kecuali force majeur atau additional. Selanjutnya kalau tidak salah sejak album Meong garong dipakailah nama resmi Lolot Band. jadi beda dengan nanoe biroe yang tim dan bandnya bisa berganti-ganti.

2. Lolot itu apa ya artinya?
Itu cuma istilah. Reverse slank. Coba dibalik, jadi tolol. Iya karena Made Bawa sejak kecil merasa dirinya seperti itu. Sebenarnya sih bukan cuma itu kali ya. Karena De Bawa ini kebetulan tetangga saya di Panjer, Denpasar. Dia bandel dan suka minum alkohol. Tapi itu dulu. Dulu suka mabuk dan truble maker. Sekarang….masih sedikit. Berkurangnya banyakkk sekali.

3. Apa Lolot pernah pake narkoba?
Ini sudah sering dibahas. Kalau mau baca testimoninya, coba baca buku “Buka Mata Buat Narkoba”. Kebetulan yang nyusun itu ada Lode, dibantu mas Anton juga. Saya juga ikut dikit bantuin.

4. Lolot Dulu di Superman Is dead?
Yup. Pernah.Tapi hanya sebentar. Dia bosan dan lebih senang berunderground ria dengan band hardcorenya, Knucklehead Nation (kalau nggak salah).

5. Kenapa Lolot Tidak Nyanyi Bahasa Indonesia?
Haha.Bahasa Indonesianya payah. Malah waktu Lolot Band dapat penghargaan SCTV Music Award sebagai band indie terbaik, di salah satu majalah disebutkan kalau vokalis Lolot band tidak bisa berbahasa Indonesia. Tetapi ya tidak separah itulah….Terus kalau menyanyi underground memakai bahasa Inggris, dengan suara menggeramnya (grohwling)nya kalau bule mendengarkan pasti juga dijamin tidak mengerti. Namanya juga blackmetal, asal sudah menggeram dan mencicit sudah oke…

Baiklah. Itu tambahan sebagai bonus postingnya. Mari kita doakan Lolot Band tidak lama-lama non aktifnya. [b]

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Oka Negara

Oka Negara

Oka Negara. Dokter tinggal di Jl Waturenggong, Panjer, Denpasar Selatan. Meski sudah tidak remaja, masih aktif di Kita Sayang Remaja (Kisara), kelompok relawan remaja Bali di bidang kesehatan reproduksi dan narkoba. Juga aktif di berbagai kegiatan terkait dua masalah tersebut, termasuk Bali Community Cares (BCC), kelompok peduli anak-anak korban HIV/AIDS di Bali.

Related Posts

Ratusan Titik di Bali Alami Bencana

Menghitung Konversi Tutupan Lahan Bali Menjadi Lahan Terbangun

21 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Finansialisasi Desa-desa di Bali

20 January 2026
Mosi Tidak Percaya adalah Pemuda yang Bersuara

Aksi Agustus: Dewan Pers Menugaskan Ahli Pers Memantau Kasus Kekerasan pada Jurnalis di Bali

20 January 2026
Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026
Merespons Isu Interseksionalitas dan Keragaman Manusia Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

Merespons Isu Interseksionalitas dan Keragaman Manusia Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

19 January 2026
Next Post

Ketika Pariwisata Mengalahkan Mereka

Comments 61

  1. ketut badra says:
    18 years ago

    Artikelnya menarik, sebagai tambahan, mungkin link berikut bisa diakses.

    Lolot Itu Artinya Tolol
    http://www.balipost.co.id/BALIPOSTCETAK/2004/2/29/pot2.html

    Cinta, Politik, dan Identitas Lagu Pop Bali
    http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2004/2/29/g1.html

    Reply
    • komang gita says:
      16 years ago

      aduch..pdhal bli made bawa sngt populer di desa saya di lampung.mdh2an lolot bkin gebrakan yg hebat di dunia musik…thx

      Reply
  2. gede says:
    18 years ago

    bihh..komplit sajan storinya..niki dokter oka kisara yang nulis geh..semoga lolot balik lagi dahh. top dok.jago nulis.

    Reply
  3. wawan says:
    18 years ago

    beh Oka my friend ternyata pengamat per LOLOT an yang sangat menguasai materi. sayang juga kalo lolot sampai bubar. saya pernah dengar kalo lolot belum bisa go nasional karena faktor lidah made bawa alias lolot yang masih medok Bali banget, dan kurang bisa adaptasi dengan lidah nasional (baca :jakarta). mudah2an ini tidak sepenuhnya benar, kalo seandainya itu benar, saya rasa lolot masih bisa ‘khursus’ memperbaiki dialek agar fasih berbahasa indonesia ala jakarta, gak apa2 kan demi karir lolot ke depan.
    jangan patah semangatlah, masak kalah sama KANGEN BAND?

    Reply
  4. winata says:
    18 years ago

    Bali dengan musik anak-anak mudanya nya setahu saya jauh meninggalkan daerah-daerah besar lainnya di Indonesia. di Semarang Jawa Tengah misalnya, saya tidak menemukan anak-anak muda yang antusias memainkan musik rock dengan bahasa Jawa. Kalaupun ada hanya dalam jenis musik rap yang tidak disambut begitu antusias oleh generasi mudanya. Lagu berbahasa Jawa hanya ramai dalam jenis lagu campursari atau dangdut.
    Ini menunjukkan bahwa Bali, terutama anak-anak mudanya jauh lebih mencintai bahasa daerahnya. Kreativitas anak-anak muda Bali juga sangat bisa dibanggakan.
    Jadi… Sayang sekali kalau sampai group musik Lolot Band kehilangan semangatnya. Mungkin masalahnya dipenghargaan terhadap seniman yang masih sangat kurang. Sudah jamak kalau seniman di Bali tidak begitu dihargai sepantasnya. Pentas masih saja naik truk dan harus kedinginan. Membeli tiket untuk nonton musik juga masih sulit. Termasuk kalau mau beli kaset atau cd memilih yang bajakan. Atau mungkin saja memang ada kejenuhan, karena tidak ada yang mampu bertahan lama di industri musik apalagi jika kreativitasnya tidak berkembang.

    Reply
    • alfa says:
      14 years ago

      sok tau lho bro!!!!!jawa bisa bikin musik dngan bahasa jawa coi,,,campursari bisa,dangdut bs,rap bs,regee bs,pop bisa,rock n pank pun bs,,,g tau endang soekamti ap,,,msh banyak yg laen!!!!!!makanya jngan sotoiiiiiiii

      Reply
  5. gede says:
    18 years ago

    lolot bubarr???waaks…syukur tidak. semoga lolot bangkit lagi. btw, ini tulisannya dokter toh? wah, gaul juga….

    Reply
  6. luhde says:
    18 years ago

    iya, dokter gaul bangettttttt. plis, dok, buka praktek sendiri. trus di ruangannya ada music corner. so, pasien bisa dengerin musik, review musik, majalah, buletin2 gaul. ough, pengen sakit terus dah ntar… kapan, dok????? kan lucu juga bisa review album atau diskusi di klinik dokter. ntar saya sekretaris tukang catat pasiennya dok.

    Reply
  7. luhde says:
    18 years ago

    LOLOT jangan sampe bubar. Mestinya pesta kesenian bali memberi tempat khusus ntuk seniman muda ikon budaya pop bali kaya gini. tak hanya lolot. Kenapa susah sekali memberikan sepetak lahan untuk dialog seni pop di PKB. Jeg, rakus sajan jak pis parkir puk…

    Reply
  8. yuda says:
    17 years ago

    lolot band kapan merilis album lagi,rasanya sayang dech klu band lolot ini vakum sampai begitu lama.lolot band semangat terus biar generasi muda akan mengikuti jejahmu yang begitu panjang ini,.succceees buat lolot band

    Reply
  9. dek jas says:
    17 years ago

    Waaahhh… lolot band, pleaaassse jangan bubar dong !!! soalnya saya mau diskusi masalah lagu dangdut ciptaan saya sendiri, bagaimana ini ??? Sama band yang mana ya jika saya mau meluncurkan lagu saya ??? Atau jika dok sendiri punya ide/jawaban, silahkan contact saya. Sebab saya belum tahu band mana yang bernuansa dangdut (khususnya band anak2 muda di bali). Sudah ada kira-kira 8 lagu yang siap di test. Thank’s a lot and hope for the best to all of us.
    Please get up lolot band !!! Everybody will miss you lolot.

    Reply
  10. made dipta says:
    17 years ago

    lolot jnan sampai bubar ya……………..
    saya adalah pengemar beratnya lolot….
    sayang sekali kalau lolot bubar….

    Reply
  11. de uley says:
    17 years ago

    lolot ikon band bali per1..yang lain cma ikut2 ja,tetep smgat kbarkan musik bali sebagai musik tanah bali…kami dkung untuk kmjuan lolot n band dan jangan kecewakan fans lolot di bali…kpan rilis album baru nya?

    Reply
  12. Teruna says:
    17 years ago

    semangat lolot

    Reply
  13. Teruna says:
    17 years ago

    lolot kami akan slalu setia mendukungmu, ayo kita bangun lg musik baki’ klo g qt yang menghargai musik bali cpa lg…. kreatifitas teruna – teruni bali mesti ditingkatkan lg oke!!!!!!!!! irage nak bali yen sing irage nyen konden ngajiang seni lan budaya bali?

    Reply
  14. Teruna says:
    17 years ago

    lolot kami akan slalu setia mendukungmu, ayo kita bangun lg musik bali’ klo g qt yang menghargai musik bali cpa lg…. kreatifitas teruna – teruni bali mesti ditingkatkan lg oke!!!!!!!!! irage nak bali yen sing irage nyen konden ngajiang seni lan budaya bali?

    Reply
  15. Teruna says:
    17 years ago

    Titiang I Putu Teruna Punarwibawa Denaya Karang, ngiring sareng – sareng AJEGIN JAGAT BALI duene…. Bangkitlah seni lan budaya bali” aq tau bahwa orang bali bs berbuat lebih untuk musik bali itu sendiri, msk kalah sama music d jakarta yang lbh parah dr membajak, yaitu menjiplak lagu orang lain demi meraup keuntungan dan popularitas sementara!!!!!!!! lolot, bintang triple xxx d’ubud n band dan musisi bali lainnya mari qt hentakkan dunia dgn music bali yg lbh enak di dengar telinga dr pd yg lain!!!!!!! matur suksma….. om santi3… om

    Ajeg Bali

    Reply
  16. Teruna says:
    17 years ago

    Titiang I Putu Teruna Punarwibawa Denaya Karang, ngiring sareng – sareng AJEGANG JAGAT BALI PUNIKA…. Bangkitlah seni lan budaya bali” aq tau bahwa orang bali bs berbuat lebih untuk musik bali itu sendiri, msk kalah sama music d jakarta yang lbh parah dr membajak, yaitu menjiplak lagu orang lain demi meraup keuntungan dan popularitas sementara!!!!!!!! lolot, bintang triple xxx d’ubud n band dan musisi bali lainnya mari qt hentakkan dunia dgn music bali yg lbh enak di dengar telinga dr pd yg lain!!!!!!! matur suksma….. om santi3… om

    Ajeg Bali

    Reply
  17. tiari says:
    17 years ago

    hei Dok…thx for infona seru seru,,gak nyangka lho,he..

    Reply
  18. tiari says:
    17 years ago

    hallo i all be back for you…

    Reply
  19. yudha says:
    17 years ago

    lolot…..
    i love u full….

    Reply
  20. putu brata says:
    16 years ago

    jgan sampe j lolot bubar alx ak salah satu fans beratx diluar bali boleh dibilang ak n temen2 dimakassar bikin nama lolot to bkibar sampe2 ak penah samperin to distrox mo buka cabang segala…

    Reply
  21. SEMARA POETRA says:
    16 years ago

    JGN AMPE LOLOT BUBAR…………….
    DARI KECIL GW PENGGEMAR LOLOT PERCUMA KALAU BUBAR…………..
    SEMANGAT LOLOT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!11

    Reply
  22. ame says:
    16 years ago

    lolot tetap exsis dengan lagu barunya sekarang ya..??
    tolong masukn lagu solo lolot yang terbaru ke internet…
    trims..

    Reply
  23. mank adhi says:
    16 years ago

    lolot mamang band yg paling rock, tp sekarang koq gx pernah nongol!!!

    Reply
  24. agoes says:
    16 years ago

    lolot ga bubar deh…
    katanya bulan ini bakal manggung yach????

    Reply
  25. dex juzzt says:
    16 years ago

    lolot dah balik lagey oiiiii.,!!!!!!!

    nie dya lgey manggung di margarana.!!

    Reply
  26. agoes says:
    16 years ago

    juzzt
    seru donkzz
    pengen nnton tapi jauh banget thu ke margarana….
    ga papa yang penting lolot is back

    Reply
    • PANDE says:
      15 years ago

      lolot band , adalah band terbaik bali…..

      Reply
  27. Gung De Sedana says:
    16 years ago

    Kayanya lolot udah bangkit lagi deh. Kalo gag salah saya pernah liat video clip nya di acara dering nya dewata tv.

    Reply
  28. zulfan says:
    16 years ago

    ayo LOLOT..jgn lama2 istrhatnya
    Cepat bwt lagu baru jgn kalah dgn yg laen
    Gemparkan muzik rock mu di Bali

    LOLOT MUSIC ROCK IS THE BEST IN BALI

    Reply
  29. putu says:
    16 years ago

    wah lolot i luph u full de,,,, lolot band bali pertama yg bikin aku jatuh cinta, bli made lup u….hohohoho

    Reply
  30. keboo says:
    16 years ago

    widih… cepet bangkit LOLOT!!!
    hidupkan perindustrian musik bali!!!
    hehe

    Reply
  31. sugi says:
    16 years ago

    kalau bsa lolot jngn bubar,sayang sekali klau bubar
    dari album prtama smpai yg skrang smw lagunya bgus”

    Reply
  32. sugi says:
    16 years ago

    knp sech band yg nmana sdh bsar d bali dan sdh mndpatkan pnghargaan band indie d bali hrs d brtakan bubar ?
    saya sbg pnggemar dan smw pnggemar yg lain psti mrsa kcewa klau smpai berita itu benar,…………….
    kmrn sya nonton d dwata tv,md bawa bilang lolot tdk bubar tp istrhat,trs klau istrhat knp membuat lagu dgn personil lain ?

    saya ingin smoga lolot bisa kmbli sperti dulu lg dngn krya” yg lbh hbat lg………………
    jngan klah dngan band pndatang bru,key……………….

    SUKSES TERUS BUAT LOLOT BAND………..

    Reply
  33. Daiyu says:
    16 years ago

    Lolot tuh inspirasi tyng bnggt..

    Reply
  34. Julian says:
    16 years ago

    wah ini keren banget infonya… baru tahu saya
    suksma

    Reply
  35. putu metal subrata says:
    16 years ago

    lolot is back….lovevilive…

    Reply
  36. putu metal subrata says:
    16 years ago

    Osa.dok…ak ma dok,masih peduli ma kgiatan sosial apalagi sesama krama bali…org yg sperti dokter to populasi bkanx dah punah….krn skarg ne bxk yg b,koar2 peduli tapi xtanya….sing ade ape de…bravo dokter oka.

    Reply
  37. Komang says:
    16 years ago

    Kami sebagai penggemar lagu2 bali, berharap Lolot enggak bubar krna keegoisan semata. budayakan seni bali dengan menciptakan lagu2 berlyrikan bali.
    kami sebagai penggemar masih merindukan lagu2 terbaru dari lolot dan band2 bali lainnya.
    maju tyussss band and tembang2 bali.

    Reply
  38. anix setyari says:
    16 years ago

    sial………………..
    aq trlambat nonton konsernya lolot di lap.astina gianyar,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

    Reply
  39. Putu Adi says:
    16 years ago

    Masih ada Marco, side projectnya Doni gitaris Lolot dan Deni drummer lolot. Yang nyanyi si Komar bassis band Punk Bali “Blackened”. Cikidot!

    Reply
  40. nova says:
    15 years ago

    semoga lolot cepat bangkit dari vakumnya dan bisa bersinar seperti dulu lagi bersama doni,deni,dan lanang

    Karna q fans pemberatnya LOLOT BAND

    Reply
  41. utu nanik says:
    15 years ago

    I LOVE LOLOT….
    please jangan ampek lolot bubar…
    tyang fans.x lolot di lombok…

    Reply
  42. sugiarta says:
    15 years ago

    bli bawa,lolot mai ke beleleng bin konser jak doni dani & lanang oK n cang fans berat lolot band,sugi arta yasa km uli bontihing!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Reply
  43. deck agust says:
    15 years ago

    lanjutkan band nya

    Reply
  44. agus says:
    15 years ago

    bli lolot do bubar nah..z mase kngen ajane jak personil maluan…encol engken ben bli ngae album ajak personil maluan,,,z fens berat ne lolot di sulawesi tngah….I NEED YOU LOLOT…..

    Reply
  45. dektya says:
    15 years ago

    moga semuanya bisa kembali,,,,alnya lagunya keren bngett
    Di sulawesi lolot tuh tenar loh

    Reply
  46. summar says:
    15 years ago

    saya termasuk salah satu orang yg mncintai band ini. penyajian musiknya dikemas dengan sangat matang dan apik. lirik2nya banyak yang menggunakan bahasa bali halus dan enak didengar. alunan melodi dari tangn doni sang gitaris sangat berskill…. bangkitlah,.hidup, jaya terus buat lolot band.

    Reply
  47. komang says:
    15 years ago

    diolas de sampek bubar amun sampek bubar sukeh ngalih lagu bali care lolot bin

    Reply
  48. waiian yee says:
    14 years ago

    aku adalah fans beratmu, jadi bertahanlah untuk selalu eksis
    kakakku pun berharap lolotband akan tetap bertahan.
    go…..lolot'(8)’

    Reply
  49. Ferryirawan says:
    14 years ago

    Cepat bangkit l0l0t. . .
    Aquw pengen dngerin album l0e yg trbaru. . . .

    Reply
  50. Cirut dari sulawesi says:
    13 years ago

    Adooh . . . .
    Jangan smpai bubar donk bli, ksian fens”nya yg ad disulawesi
    termasuk sya jga?

    Reply
  51. IDEWA NARA says:
    13 years ago

    SEMOGA LOLOT MULAI BANGKIT

    Reply
  52. Jack Lalat says:
    13 years ago

    come on LoloT!!

    Reply
  53. ari says:
    12 years ago

    betul, lolot sementara brhnti
    dan muncul rockavatar dgn lagu.a yaitu NYUH ULUNG
    bagus lagu.a

    Reply
  54. edwin says:
    12 years ago

    NGAWURRRRRR MANG GITA PURUSHA DAN PATRIOT ITU BEDA BUNG,,,,, beginilah kalo musik bali ga ada media center yang jelas,,, percuma banyak orang bali merantau dan sukses di ibu kota tapi musik asal bali ga di kenal di ibu kota….. sibuk sibuk sibuk…. liat yang nyanyi gayus aja bisa terkenal

    Reply
    • Pregina says:
      4 years ago

      Cara bacanya yang salah. Yang dimaksud bermetamorfois sebagai band Patriot itu adalah band Purusha, karena memang sebagian personel Purusha dan tim di belakangnya, memang membentuk band Patriot.

      Reply
  55. Ngurah Bass says:
    11 years ago

    @edwin : berani berujar, tentu berani bersolusi juga, kalau bisa ,melaksanakannya. kalau hanya koar – koar ga ada gunanya bli. nah sekarang bagaimana kalau bli sendiri bekerjasama dengan pihak terkait mendirikan media center??? mau??? bisa??? sanggup???

    Reply
  56. blijunk says:
    11 years ago

    Kok bisa tersesat ke tulisan ini yah? Tapi tulisannya pak dokter emang bagus kok, suksma infonya.

    Reply
  57. Bayu Bahari says:
    9 years ago

    minta ijin mau saya masukkan ke dalam blog saya nggih. tapi dengan beberapa penyesuaian kembali. suksma informasinya bli. Salam Bali Rocker.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ratusan Titik di Bali Alami Bencana

Menghitung Konversi Tutupan Lahan Bali Menjadi Lahan Terbangun

21 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Finansialisasi Desa-desa di Bali

20 January 2026
Mosi Tidak Percaya adalah Pemuda yang Bersuara

Aksi Agustus: Dewan Pers Menugaskan Ahli Pers Memantau Kasus Kekerasan pada Jurnalis di Bali

20 January 2026
Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia