• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, June 6, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Ketut Liing, Penjaga Toilet Lapangan Puputan

Anton Muhajir by Anton Muhajir
2 February 2010
in Kabar Baru, Sosial, Sosok, Travel
0
0

Teks Indra Darmawan, Foto Ilustrasi Internet

Bekerja 18 jam untuk penghasilan Rp 25 ribu per hari. Itu pun harus dibagi dua.

“Ten megaji,” ungkap Ketut Liing sambil menghela napas. Maksudnya, dia tidak mendapat gaji. Laki-laki ini bekerja sebagai penjaga toilet di sebelah barat daya Lapangan Puputan Badung, Denpasar. Dia hanya mendapat uang dari pengunjung yang memakai WC tersebut. Namun itupun harus dibagi lagi dengan mandor yang mengurus wilayah sana. ”Kalau hari-hari biasa, paling 25 ribu (rupiah). 12 (ribu rupiah) setor ke mandor,” ungkapnya akhir pekan lalu.

Memang tak banyak yang bisa dilakukannya. Kerjaan itu dia kerjakan sepenuh hati. “Tidak ada kerjaan lain lagi. Ya, dengan ini pun harus cukup,” tambah laki-laki dengan kulit yang mulai keriput ini.

Dalam 68 tahun perjalanan hidupnya, dia pernah bekerja sebagai buruh bangunan dan undagi (tukang pembuat rumah). ”Baru dua tahun terakhir kerja jaga WC,” katanya. Dia bekerja setiap hari di sana dari pagi pukul 6 pagi sampai pukul 11 malam. Kalau pengunjung Lapangan Puputan Badung sepi, biasanya saat siang dia pulang sebentar. Pulang untuk istirahat dan makan. “Tapi lebih sering beli nasi di dagang. Pakai uang itu,” akunya dengan sorot mata lurus ke depan.

Bapak empat anak dan kakek empat cucu ini berasal dari Candidasa, Karangasem. ”Di sini tinggal di Penjaitan,” katanya. Sedangkan anaknya bekerja di Dinas Kebersihan Pusat (DKP). ”Dua kerja di DKP. Cucu baru 13 bulan,” tambahnya.

Namun, sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa lepas dari orang lain. Begitu pula Ketut Liing ini. Biasanya saat ada kerabat atau teman yang mengadakan kegiatan atau upacara, dia berusaha untuk hadir. Saat ada mejenukan (kunjungan kepada kerabat atau sahabat yang anggota keluarganya meninggal, untuk menghibur dan membantu materi sekedarnya) atau acara lain di kampungnya Tut Liing merasa kewalahan.

”Pas acara itu sedikit kewalahan. Biasanya bawa beras atau gula. Sekitar 40-50 ribu,” katanya dengan suara yang pelan. Itu dia lakukan semata-mata demi rasa sosialnya kepada kerabat atau masyarakat di kampungnya. Meskipun harus hemat dalam menggunakan uangnya yang terbatas. Yang terpenting bagi Tut Liing bisa berbuat tidak hanya bagi dirinya sendiri, tapi juga untuk orang lain.

Di akhir pembicaraannya, dia berharap agar ada bantuan dan perhatian dari pemerintah setempat. Agar semua pekerja dan teman-teman sepertinya mendapat penghidupan yang cukup layak. ”Supaya ada bantuan dari pemerintah. Agar bisa hidup layak saja,” imbuhnya sambil menatap gedung Walikota Denpasar di seberang jalan yang begitu kaku dan dingin. [b]

Tags: DenpasarSosialSosok
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Next Post

Tak Hanya Sembahyang di Pura Jagatnatha

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Sampah tak Selalu Menjadi Musibah

Sampah tak Selalu Menjadi Musibah

5 June 2026
Botol Kaca Menumpuk karena Nilai Ekonominya Rendah, Tanggung Jawab Produsen Minim

Botol Kaca Menumpuk karena Nilai Ekonominya Rendah, Tanggung Jawab Produsen Minim

5 June 2026
Gerakan Masa Subur 25 Seniman Perempuan

“Perang Gender”: Halusinasi di Era Matinya Kepakaran untuk Membungkam Analisis Gender Struktural

5 June 2026

Pengetahuan Pangan Lokal Dijaga Bersama, Tak Hanya oleh Petani

4 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia