• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, March 11, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Kerja Cepat untuk Taman Laut Desa Kaliasem

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
3 December 2020
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0
Warga membuat struktur karang di Desa Kaliasem. Foto: Teja/Balebengong.


Enam warung terlihat berderet di sekitar lokasi pembuatan struktur karang transplantasi di Desa Kaliasem. Sekitar 100 meter di selatan dari Patung Lumba-lumba, ikon kawasan wisata Lovina, Kabupaten Buleleng.

Pagi hari sekitar pukul 8, semua pekerja sudah menyemut di titiknya masing-masing. Sebagian bertugas mengambil material pasir dan semen dari area barang. Ada anak muda dan orang tua. Seperti sedang ada tradisi ngayah atau kerja bersama saat acara ritual adat dan agama di Bali.

Ketut Artini, salah seorang pedagang mengatakan ia sebelumnya berjualan kain pantai untuk turis di Lovina. “Sepi sekali sejak Maret,” katanya mengingat awal pandemi Covid-19 diumumkan di Indonesia.

Ia biasanya berjualan di pusat objek wisata Lovina. Para pedagang menjual aneka camilan dan minuman seperti Jajan Bali khas Buleleng seperti yang dijual Luh Sekar.

Warga bekerja di pantai yang dilokalisir dengan tali pembatas dan tiang bambu. Fishdome yang sudah selesai nampak berderet di pinggir pantai. Sebagian pekerja terlihat masih muda, alih kerja karena dirumahkan. “Kalau cari pekerja perempuan saya pasti ikut. Enak kerja ramai-ramai tidak merasa kenyelne,” gurau para pedagang.

Kadek Fendi Wirawan, koordinator desa mengatakan jumlah warga yang terlibat lebih dari 250 orang. Di antaranya nelayan angkut wisata, pekerja yang kena PHK, perantau yang kembali, dan buruh bangunan. Desa Kaliasem mendahului start program untuk ICRG Buleleng karena persiapan lebih cepat.

Oseanografer lulusan S2 Undip ini mukim di Kalianget. Ia sudah ikut perencanaan ICRG sejak survei dan diajak bergabung oleh LINI di tim Buleleng tengah.

Desa ini juga membuat bentuk fishdome, roti buaya, spider, dan pasak bumi. Desain patung tidak ada. “Sudah lihat lumba-lumba hidup di sini, tak perlu patung lagi,” Fendi tertawa. Ia mengusulkan teracota patung Panji Tisna, sastrawan yang memperkenalkan istilah Lovina. Namun takut terhadang izin keluarga puri.

 

1 of 5
- +

1. Warga membuat struktur karang di Desa Kaliasem. Foto: Teja/Balebengong.

2.

3.

4.

5.

Fendi menyebut hampir semua garis pantai ada ekosistem karang, tapi tutupannya 30-60?. Salah satu site point snorkeling sekitar 500 meter dari pantai. Biasanya dimanfaatkan nelayan angkut wisata yang menawarkan snorkeling setelah melayani tamu melihat lumba-lumba di tengah laut.

Ia mengatakan code of conduct dalam atraksi dolphin watching masih sulit dilaksanakan karena turis minta dekat lumba-lumba, termasuk untuk mendapat konten medsos. “Kami tinggal melanjutkan, memelihara warisan yang sudah menghasilkan milyaran tanpa membuat seperti kehadiran dolphin,” paparnya. Karena itu program melestarikan terumbu karang dengan restorasi untuk pemulihan ini sangat dimanfaatkan.

Sementara ini target pembuatan struktur di Desa Kaliasem sekitar 162 fishdome, pasak bumi 290 unit, roti buaya 300an, spider 200an. Sudah diselesaikan lebih dari 50% sampai tengah November ini.

kampungbet

Tags: ICRG
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Mobil Tua di Taman Laut Tukad Mungga

Mobil Tua di Taman Laut Tukad Mungga

2 December 2020
Taman Laut dengan Aneka Satwa di Desa Pacung

Taman Laut dengan Aneka Satwa di Desa Pacung

30 November 2020
Hamparan Umah Be Baru di Desa Nelayan Ikan Hias

Hamparan Umah Be Baru di Desa Nelayan Ikan Hias

30 November 2020
Next Post
FRONTIER dan WALHI Usul Lokasi Pusat Kebudayaan Terpadu Dipindah

FRONTIER dan WALHI Usul Lokasi Pusat Kebudayaan Terpadu Dipindah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia