• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, January 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Teknologi

Kepentingan Politik dan Twitter

Hendra W Saputro by Hendra W Saputro
18 June 2009
in Teknologi
0
7

Oleh Hendra W Saputro

twitter_logoKehadiran Twitter sebagai media online jejaring sosial cukup mendapat tempat dihati pengguna internet dunia. Fungsinya sebagai penyebar informasi yang singkat, padat, real time dan mudah penggunaanya sering dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. Misalnya pertemanan, marketing, bisnis, pendidikan, dunia selebritis, dan bahkan dalam ranah politik.

Dalam kaitannya dengan dunia politik, Pemerintah Israel pun mengumumkan secara resmi bahwa mereka akan melakukan konferensi pers via Twitter sejak 30 Desember tahun lalu. Kemudian dalam bidang pendidikan dan teknologi, NASA juga menggunakan Twitter untuk memberi berita terbaru mengenai penemuan air di Mars pada Oktober 2007 silam.

Kabar terbaru, media online Twitter dapat dijadikan sarana demonstrasi besar-besaran seperti yang terjadi di Moldova, negara pecahan dari Uni Soviet. Menurut berita yang dilansir jurnalis BBC Oana Lungescu, adalah Natalia Morar, seorang jurnalis muda Moldova yang dituduh menjadi otak “Revolusi Twitter” di Moldova. Ditegaskan bahwa banyak demonstrator yang diingatkan untuk terlibat melalui tools sms dan social networking di internet.

Ibukota Moldova, Chisinau, diguncang oleh protes pada awal bulan April 2009 yang mengklaim bahwa pemilu yang mengembalikan Partai Komunis ke dalam kekuasaan adalah curang. Secara resmi Natalia Morar ditangkap Pemerintah Moldova karena menolong mengorganisasi kerusuhan massa. Natalia menghadapi tuntutan 15 tahun dipenjara, tetapi dengan kuat menyangkal segala keterlibatannya dalam kekerasan.

Pihak berwenang, ujarnya, tidak menunjukkan bukti apapun baik dalam bentuk foto, video, atau bukti lainnya sebagai ganti atas tuduhan melawan dirinya.

Dengan senyum simpul, Natalia menjelaskan “Itu semua terjadi melalui Twitter, blogosfer, internet, SMS, website-website dan semua hal-hal tersebut. Kami hanya bertemu, kami bertukar-pikiran selama 15 menit, dan memutuskan untuk melakuka flash mob (pertemuan publik spontan yang diatur melalui internet)

“Dalam beberapa jam, 15.000 orang turun ke jalan.”

Lantas apakah ia menyebut dirinya adalah seorang wanita yang berbahaya? Pertanyaan ini membuat ia tertawa. “Saya hanya wanita muda yang aktif (tertarik dengan Negara saya sendiri), tak ada yang lain. Saya hanya orang yang bebas dan saya ingin bebas.”

Pergolakan Politik Iran dan Twitter

Dibelahan dunia lain, keadaan pergolakan politik terjadi di Iran. Hasil pemilu pemilihan presiden Iran menuai protes keras dari masyarakatnya. Terjadi perbedaan pendapat yang keras antara pendukung calon presiden yang menang Mahmoud Ahamdinejad dan calon presiden yang kalah Mirhossein Mousavi, sehingga memaksa pemerintah Iran menutup akses berbagai media asing untuk publikasi ke dunia internasional.

Kementerian Kebudayaan Iran, Selasa (16/6), mengatakan, wartawan dapat terus bekerja dari kantor mereka, tetapi bahwa kementerian itu telah membatalkan akreditasi pers bagi semua media asing. “Tidak ada wartawan yang memiliki izin untuk melaporkan atau memfilmkan atau memfoto di kota ini,” kata seorang pejabat Kementerian Kebudayaan dilansir Reuters.

Akhirnya, para pemrotes di Iran dan beberapa media asing mulai Senin kemarin memanfaatkan “Twitter” dalam perjuangan dan publikasinya menyampaikan keluhan serta menyebarkan pernyataan mengenai bentrokan dengan polisi dan pendukung Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

Pemerintah AS mengambil tindakan yang tidak biasa dengan meminta Twitter menunda rencana penghentian operasi agar jejaring sosial maya itu tetap menjadi alat komunikasi rakyat Iran, menyusul pemilihan umum ricuh di negeri itu.

Jaringan itu menghentikan operasi sementara, Selasa (16/6) pukul 17.00 (Rabu, pukul 04.00 WIB) untuk pemeliharaan. Pemerintah AS menyatakan, Twitter telah diminta menunda penghentian operasi, Senin, karena layanan blog tersebut dimanfaatkan sebagai “sarana penting komunikasi” di Iran.

Seperti dilansir oleh antaranews.com, pejabat itu mengatakan kepada wartawan bahwa Twitter menjadi lebih penting karena Pemerintah Iran telah menutup jaringan komunikasi lain seperti telepon genggam dan surat kabar. “Satu daerah tempat orang dapat menjangkau dunia luar melalui Twitter. Mereka mengumumkan akan mematikan sistem untuk pemeliharaan dan kami meminta mereka agar tidak melakukan itu,” kata pejabat tersebut.

Dari Twitter informasi singkat dari Iran mengalirkan berita-berita foto yang membuka mata dunia internasional.

Berikut screenshoot Twitter pada Tren Topik Iranelection :

iran_twitter.gif

Hasil publikasi berita dan gambar mengenai kondisi Iran yang berasal dari Twitter :

http://i.friendfeed.com/c3b511331254072c70d5af010af265cca1658936
http://www.boingboing.net/2009/06/17/ahmadinijad-sucks-at.html
http://twitpic.com/7ki6e
http://www.flickr.com/photos/fhashemi/
http://twitpic.com/7jgqk

Simple Ways to Help Iranian Free Speech #IranElection #gr88

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Hendra W Saputro

Hendra W Saputro

Seorang technopreneur & digital marketer bersama BOC Indonesia. Suka menulis di blog pribadi www.hendra.ws. Entrepreneurial Activist. Yuk onlinekan bisnismu dan mari berwirausaha!

Related Posts

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
Kekerasan terhadap Perempuan di Bali Meningkat Sepanjang 2025

Kekerasan terhadap Perempuan di Bali Meningkat Sepanjang 2025

14 January 2026
Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Next Post
Awas Mericanya Meletus di Mulut!

Awas Mericanya Meletus di Mulut!

Comments 7

  1. lodegen says:
    17 years ago

    mantaps. emang gila tuh pemerintahan Iran, masa memberangus kebebasan informasi. Mau jadi apa sih??? jangan sampai terjadi di negara kita

    Reply
  2. gustulank says:
    17 years ago

    plurker pada kemana?? masih di nirwana?? hehehe…

    Reply
  3. pushandaka says:
    17 years ago

    Ternyata dimana-mana memang ada pro-kontra ya.

    Semoga pemerintah dan masyarakat kita bisa lebih bijak menyikapi dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.

    Maksud saya, pemerintahnya ndak asal main larang saja. Sementara masyarakatnya, memanfaatkan internet secara bertanggung jawab.

    Reply
  4. aprian says:
    17 years ago

    Pernyataanmu seperti membenturkan antara plurker dan twitter gus .. :). Topik kan soal twitter… 😉

    Reply
  5. gustulank says:
    17 years ago

    @ aprian : ah, itu hanya perasaan kak apri aja. Saya juga plurker tapi ga sampe di nirwana. hehehe.. Sesama jejaring sosial kan wajib saling mendukung hukumnya. Pilihan tetap di tangan user 😀

    Reply
  6. rental mobil di surabaya says:
    17 years ago

    pro kontra membuat hidup ini jadi lebih seru………..:)

    Reply
  7. eric says:
    16 years ago

    yaaa bagus ada pro kontra…tapi harus disikapi positif oleh semua pihak.. 🙂

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia