• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, September 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Kepemilikan Hutan Masyarakat Indonesia Terancam

Ni Komang Erviani by Ni Komang Erviani
30 November 2007
in Agenda, Kabar Baru, Teknologi
0
0

Dikirim Ni Komang Erviani

Kepemilikan hutan oleh masyarakat terancam hilang karena skema perdagangan karbon yang akan dirundingkan dalam sidang UNFCCC di Bali, 3-14 Desember. Demikian dikatakan Hira P. Jhamtani, aktivis Third World Network, LSM internasional yang menggeluti lobi-lobi internasional bidang lingkungan dan globalisasi. Hira mengatakan hal ini pada diskusi soal isu sidang UNFCCC bersama wartawan, Walhi Bali, dan AJI Denpasar di Sloka Institute, Denpasar, Jumat (30/11).

Salah satu agenda pemerintah Indonesia adalah negoisasi perdagangan karbon. Secara teknis, Indonesia akan menghitung berapa potensi pendapatan dari hutan Indonesia dalam menyerap karbon untuk mengurangi emisi. Jika pada UNFCCC ini disepakati harga perdagangan karbon ini, lalu bagaimana dengan hak masyarakat Indonesia atas kepemilikan hutan?

“Apakah nanti akan ada polisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengaawasi hutan Indonesia yang diperdagangkan itu?” tanya Hira, aktivis Indonesia yang berada di baris depan menolak rekayasa genetika dan rezim paten Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) ini.

Selain itu, bagaimana hak masyarakat untuk memanfaatkan hasil hutan seperti mengambil buah atau bahan makanan. Padahal sebagian masyarakat adat di taman nasional Indonesia eksis melindungi hutan karena mendapatkan manfaat dari hasil hutan untuk kehidupan.

Skema perdagangan karbon ini adalah salah satu isu yang akan dibahas dalam forum UNFCCC nanti. Selain itu juga ada pembicaraan mengenai perdagangan emisi dalam upaya negara-negara maju mengurangi emisinya. Hal ini dipaparkan juiga dalam Protokol Kyoto yang belum diratifikasi oleh Amerika Serikat, negara emitor terbesar di dunia.

Karena terancamnya kepemilikan hutan, Hira mengharapkan masyarakat sipil terus mengawasi perundingan ini. Perdagangan karbon tidak bisa dielakkan karena sudah masuk agenda nasional. “Itu realita. Kalaupun kita teriak tidak boleh jual beli karbon, kenyataannya mereka akan tetap. Jadi kita harus cerdas menyikapi,” tambah lulusan Fakultas Biologi Universitas Nasional ini.

Hira mengingatkan, negara-negara maju getol ingin membeli hak pengelolaan hutan karena ada bisnis masa depan disitu, yakni bisnis keragaman hayati. Bisnis itu menurut Hira adalah sumber daya genetik.

Hal ini dibenarkan Agung Wardana, aktivis Walhi Bali. Menurut Agung beberapa hutan nasional di Indonesia termasuk Taman Nasional Bali Barat sudah dilirik untuk penelitian kenekaragaman hayati ini. “Banyak hutan diamati, ditemukan hal baru, lalu dipatenkan dan jadi komoditi,” kata Agung.

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ni Komang Erviani

Ni Komang Erviani

Warga Denpasar tinggal di Jl. Narakusuma, Denpasar Timur. Cash loan 1000. Sedang menyelesaikan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Bali dan menulis juga untuk beberapa media nasional seperti GATRA dan The Jakarta Post. Ervi yang masih jomblo ini juga anggota Komunitas Jurnalis Peduli AIDS (KJPA) Bali. Makanya dia sering menulis masalah AIDS dan narkoba di Bali.

Related Posts

Okamaha Meluncurkan Album Sunset Economy

Okamaha Meluncurkan Album Sunset Economy

20 September 2026
Malam Penghargaan Minikino Film Week, Perayaan Sinema Humanis

Malam Penghargaan Minikino Film Week, Perayaan Sinema Humanis

20 September 2026
Melagukan Rumah melalui Album Terbaru Dialog Dini Hari

Melagukan Rumah melalui Album Terbaru Dialog Dini Hari

20 September 2026
Merekatkan Partisipasi dan Demokratisasi ala Orang Muda melalui Inisiatif Suaka

Merekatkan Partisipasi dan Demokratisasi ala Orang Muda melalui Inisiatif Suaka

19 September 2026
Tomy Wiria, Aktivis Bali Tidak Diam, Diputus Bersalah 6 Bulan Pengawasan

Tomy Wiria, Aktivis Bali Tidak Diam, Diputus Bersalah 6 Bulan Pengawasan

19 September 2026
Konflik Agraria di Tengah Hari Tani Nasional

Konflik Agraria di Tengah Hari Tani Nasional

18 September 2026
Next Post

Orang Terdampak HIV Menanam Ratusan Pohon

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Okamaha Meluncurkan Album Sunset Economy

Okamaha Meluncurkan Album Sunset Economy

20 September 2026
Malam Penghargaan Minikino Film Week, Perayaan Sinema Humanis

Malam Penghargaan Minikino Film Week, Perayaan Sinema Humanis

20 September 2026
Melagukan Rumah melalui Album Terbaru Dialog Dini Hari

Melagukan Rumah melalui Album Terbaru Dialog Dini Hari

20 September 2026
Merekatkan Partisipasi dan Demokratisasi ala Orang Muda melalui Inisiatif Suaka

Merekatkan Partisipasi dan Demokratisasi ala Orang Muda melalui Inisiatif Suaka

19 September 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia