• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Kepanikan Saat Datang dari Rumah Sakit

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
29 October 2017
in Kabar Baru, Sosial
0
0
Salah satu warga Karangasem yang mengungsi meskipun dalam keadaan sakit setelah Gunung Agung naik statusnya menjadi Awas. Foto Anton Muhajir.

Oleh Ni Komang Ayu Napia Gari

Tepat pada 22 September 2017 ketika kakeku sedang menjalani pengobatan di rumah sakit, dan aku sedang merawatnya, dan sudah malam aku pulang dan pada saat itu memang aku tak tahu apa yang terjadi.

Ibuku pun menyuruh untuk mengemasi barang dan aku bertanya-tanya. Buk kita mau kemana? Dan apa yang terjadi? Kenapa barang-barang kita kemasi?

Ibu pun menyatakan bahwa Gunung Agung berada di level Awas dan aku pun menangis karena masih mengingat kakekku yang terbaring lemas!!!

Dan akhirnya ayahku menjelaskan di sana ada petugas rumah sakit. “Selamatkan dulu nyawa kita,” ujar bapak. Saat itu juga aku mulai berkemas, pukul 09.43 malam.

Sesampainya aku di Desa Jasri terjadi kemacetan! Hingga pukul 04.03 pagi aku baru sampai di Desa ‘Wisma Kerta’ di rumah nenekku. Aku di sana selama 3 bulan.

Selama berada di pengungsian, aku merasakan manis pahitnya kehidupan berujung. Makanan pertamaku adalah nasi dari banjar. Terasa hati ini sedih karena mendapat lauk dan sayur yang tak aku suka dan pahit rasanya.

Aku pun sekolah di sana di SMP 3 Sidemen. Di sana aku memiliki teman 4 orang aku di sana merasa senang tetapi juga merasakan sedih. Kangen dengan teman-teman. Aku pun merasa bosan dan memaksa pulang.

Akhirnya ibu, ayah, dan keluarga mau pulang hatipun merasa bahagia.

Sesampai di rumah, kondisi rumah sangat buruk dan banyak sampah rumahku terlihat seperti rumah kosong yang tak terawat. Aku dan ibu mulai bersih-bersih dan merapikannya.

Aku mulai sekolah lagi ke sekolah asalku. Hari pertama sekolah teman-temanku memelukku. Sangat bahagia rasanya aku kembali ke desa dan sekolah asalku. Itulah teman-teman kisah dan pengalaman saya dalam kepanikan erupsi Gunung Agung. [b]

Tags: Anugerah Jurnalisme Warga 2017Gunung AgungKarangasemPengungsi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

The Waves Upon a Trance

The Waves Upon a Trance

7 June 2025
Kegigihan Hampir 40 Tahun dalam Mempertahankan Kerajinan Lontar 

Kegigihan Hampir 40 Tahun dalam Mempertahankan Kerajinan Lontar 

14 November 2024
Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

23 October 2023
Puri Agung Karangasem, Wujud Akulturasi Tiga Budaya

Puri Agung Karangasem, Wujud Akulturasi Tiga Budaya

28 August 2021
Awalnya Merugi Diterpa Pandemi, Pemuda ini Buat Petani Seraya Timur Untung

Awalnya Merugi Diterpa Pandemi, Pemuda ini Buat Petani Seraya Timur Untung

7 June 2020
Kalau Sampahnya Merusak Lingkungan, Tenggelamkan!

Kalau Sampahnya Merusak Lingkungan, Tenggelamkan!

11 September 2019
Next Post
Susah Senang Hidup di Tempat Pengungsian

Susah Senang Hidup di Tempat Pengungsian

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia