• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Kemeriahan Pesta Tahun Baru dari Denfest sampai Pesta Kembang Api

Herdian Armandhani by Herdian Armandhani
1 January 2018
in Gaya Hidup
0
0
Kemeriahan Denpasar Festival di Nol Kilometer Denpasar. Foto Herdian Armandhani.

Banyak cara merayakan tahun baru di Bali.

Di Denpasar, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar kembali mengadakan agenda tahunan Denpasar Festival pada 28-31 Desember 2017. Di Kuta, ribuan kembang mewarnai pantai saat pergantian tahun.

Tahun ini perayaan Denpasar Festival memasuki tahun kesepuluh. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Denfest dipusatkan di Patung Catur Muka – Jalan Gajah Mada – Jalan Veteran hingga Kawasan Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung (Lapangan Puputan).

Temanya adalah “Rawat Pustaka, Cipta Inovasi” dengan subtema “Tresnaning Jagat Rahayu”. Makna Tresnaning Jagad Rahayu berarti bentuk kasih, kebersamaan, dan kepedulian antar sesama. Filosofi ini berakar pada Tat Twam Asi yang saling menghormati dan membantu dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari sebagai sesama makhluk hidup.

Tema ini sangat relevan dengan situasi ketika Gunung Agung masih mengalami erupsi.

Berbagai stan memenuhi sudut-sudut area Denpasar Festival X. Stan-stan kuliner membanjiri seputaran Gajah Mada dan Jalan Mayor Wisnu di Depan Pura Jagatnatha. Kuliner yang disajikan di areal Denpasar Festival rata-rata merupakan kuliner tradisional khas Bali. Kita akan dimanjakan dengan kuliner babi guling, be genyol, lawar, sate babi, aneka rujak segar, ayam betutu, sosis bakar, es campur dan jajanan Bali.

Adapun stan makanan di depan Pura Jagatnatha rata-rata makanan dan jajanan yang bisa kita temui sehari-hari seperti kerak telor khas Jakarta, siomay, bakmie, jagung bakar, gulali dan jajanan khas masa kecil lainnya.

Stan industri usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berada di sisi sebelah Jalan Veteran dan di dalam Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung yang lebih dikenal dengan nama Lapangan Puputan Badung.

Pengunjung yang mencintai dan hobi mengoleksi kain endek juga bisa berbelanja di sini. Motif kain endek yang dipamerkan di sana juga beragam dan begitu indah. Bila beruntung pengunjung bisa mendapatkan harga khusus selama acara. Selain kain endek terdapat juga asesoris seperti kalung, gelang, cincin, tas, dan sepatu.

Selama Denpasar Festival X terdapat tiga panggung hiburan yaitu di sebelah Patung Catur Muka, depan Monumen Perjuangan di mana panggung ini dikhususkan untuk anak muda yang ingin menunjukan kebolehannya di bidang musik, dan panggung utama ada di tengah lapangan.

Panggung utama menjadi tempat anak-anak muda dan pelajar banyak berkumpul untuk menikmati musik dari band-band lokal Bali. Untuk pertama kalinya ada performance DJ yang tampil di arena Denpasar Festival X.

Selama tiga hari pertama Denpasar Festival berakhir hingga pukul 22.00 wita. Namun, di malam tahun baru berakhir tepat pukul 00.00 WITA.

Pengunjung Denpasar Festival X selain dipadati warga Denpasar juga banyak wisatawan lokal dan mancanegara. Meskipun saat ini kondisi Gunung Agung belum berstatus normal, kunjungan wisatawan tetap ramai. Ini membuktikan bahwa dampak erupsi Gunung Agung masih membuat Pulau Bali menjadi primadona dan tujuan destinasi nomer wahid di dunia.

Suasana pesta kembang api menyambut tahun baru di Pantai Kuta. Foto Herdian Armandhani.

Kembang Api di Pantai Kuta

Keriuhan tahun baru juga terasa di Pantai Kuta. Pesta kembang api dimulai tepat pukul 00.00 WITA. Secara serempak warga dan wisatawan lokal serta mancanegara menyalakan kembang api yang sudah mereka persiapkan.

Hotel-hotel, pusat perbelanjaan, dan pusat hiburan malam juga ikut menyemarakkan kemeriahan pesta kembang api. Selama hampir setengah jam lebih warga dan wisatawan menikmati pesta kembang api dari pesisir Pantai Kuta.

Sebelumnya menjelang malam pergantian malam tahun baru 2018, wilayah Kuta dan sekitarnya diberlakukan bebas kendaraan. Akses untuk menuju jalan Pantai Kuta ditutup untuk kendaraan. Warga dan wisatawan yang ingin menikmati malam pergantian tahun baru di Pantai Kuta harus berjalan kaki dan memarkir kendaraannya sejauh 10 kilometer. Akses jalan menuju Pantai Kuta sudah ditutup sejak pukul 15.00 WITA dari arah pom bensin depan Hotel Santika.

Warga dan wisatawan yang menggunakan kendaraan umum maupun pribadi dapat memarkir kendaraannya di lokasi-lokasi yang telah disediakan seperti di badan jalan. Warga dan wisatawan yang menikmati malam tahun baru nampak menggunakan pernak-pernik tahun baru yang dihias lampu.

Aktivitas erupsi Gunung Agung yang belum berakhir tak membuat cemas wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menikmati malam pergantian tahun baru. Beberapa klub malam yang mengadakan live music dan DJ nampak dibanjiri oleh wisatawan mancanegara yang sedang liburan di Bali.

Sejumlah aparat keamanan dan mobil patrol kepolisian nampak berjaga-jaga di perempatan dan fasilitas publik di sekitar Pantai Kuta. Bahkan di Depan Pantai Kuta sekelompok polwan ikuta tarik suara berbaur bersama warga diiringi musik pengiring.

Malam itu, semua masyarakat Bali dan wisatawan sangat menikmati keindahan kembang api di Pantai Kuta sambil bergoyang mengikuti musik.

Para pedaganag kaki lima dan penjual terompet dan topi tahun baru juga kebagian berkah pergantian malam tahun baru di Kuta. Bahkan ada yang sudah habis diborong konsumen sebelum detik-detik pergantian tahun baru.

Usai momen pergantian tahun warga dan wisatawan kembali ke rumah dan penginapan masing-masing dengan berjalan kaki. [b]

Tags: DenpasarKuta
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Herdian Armandhani

Herdian Armandhani

Blogger, Citizen Journalist, Traveller.

Related Posts

Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

21 November 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

20 September 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Next Post

Klungkung dan Badung Menuju Kepesertaan Penuh JKN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia