• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, August 27, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Kembali ke Akar di Gema Kemerdekaan Legian Kelod 2026

Novian Alberto Lega Nama by Novian Alberto Lega Nama
27 August 2026
in Kabar Baru
0
0

Gema Kemerdekaan Legian Kelod (GKLKD) 2026 merupakan festival perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di Pantai Legian (Genah Pemelastian Desa Adat Legian), Kuta, Badung, Bali. Acara ini digelar selama tiga hari penuh, mulai dari tanggal 14 hingga 16 Agustus 2026.

Dengan mengusung semangat gotong royong dan kolaborasi lintas generasi, festival ini mengedepankan keterlibatan dari berbagai unsur warga di Banjar Legian Kelod, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia.

Rangkaian acara dikemas beragam, mulai dari perlombaan seni budaya khas Bali, aktivitas kebugaran, hingga panggung pertunjukan musik. Setiap malamnya, panggung GKLKD 2026 diisi oleh musisi-musisi papan atas Bali maupun nasional.

Salah satu band yang mengguncang panggung GKLKD adalah Navicula. Band ini menjadi bintang tamu utama sekaligus penutup pada hari terakhir festival. Grup musik bergenre grunge asal Bali tersebut, tampil membawakan karakter musik rok keras yang peduli, dengan distorsi bising namun menyuarakan pesan yang jernih.

Menggabungkan genre grunge dengan fokus pada aktivisme musik bertemakan lingkungan, isu sosial, hingga krisis iklim dan ekologi, Navicula dikenal luas dengan julukan “The Green Grunge Gentlemen”. Julukan ini lahir dari konsistensi mereka yang peduli pada lingkungan (green), aliran musik yang diusung (grunge), serta keberanian menyuarakan pesan sosial secara tegas dan berintegritas (gentlemen).

Vokalis sekaligus gitaris ritme Navicula, Gede Robi, menjelaskan bahwa pada panggung GKLKD, Navicula membawakan lagu-lagu berdasarkan permintaan (request) dari para penonton. Lagu-lagu tersebut diambil dari album-album lama mereka, seperti Dinasti Matahari, Busur Hujan, Bali Berani Berhenti, Mafia Hukum, hingga Kembali ke Akar

Menariknya, pada kesempatan ini Navicula juga membawakan lagu baru dari album ke-11 mereka yang akan segera rilis pada 20 Agustus 2026, salah satunya single pertama berjudul Berburu Penyihir.

“Berburu Penyihir ini sebenarnya tentang kriminalisasi kepada aktivis. Praktik berburu penyihir di Eropa tempo dulu ternyata berulang di zaman kita sekarang. Bedanya, kalau dulu diculik, tanpa pengadilan, dan dibakar hidup-hidup, kalau sekarang kriminalisasi bentuknya doxing, astroturfing, lewat buzzer, framing, dan social media bullying,” jelas Robi saat ditemui di belakang panggung (backstage), Minggu (16/8/2026).

Ada banyak masalah yang lebih vital, tapi dia memilih yang gampang viral, menjadi penggalan lirik tajam dari lagu Berburu Penyihir yang bakal segera dirilis ke publik tersebut.

Lebih lanjut, Robi menegaskan pesan tersirat dalam lagu Kembali ke Akar yang dinilai menjadi fondasi budaya dan kehidupan di desa. Menurutnya, kekuatan negara sejatinya ada di desa: desa kuat, negara kuat. Maka salah satu upaya untuk kembali ke akar adalah dengan memperkuat desa, seperti yang dilakukan Navicula melalui dukungan konsisten pada acara-acara yang digelar di Desa.

“Seperti lagu Kembali ke Akar, aku pribadi percaya kalau kekuatan negara itu ada di desa. Desa kuat, negara kuat. Apalagi konsep Bali dari dulu itu adalah desa besar; walaupun sudah seperti kota, dia tetaplah desa, salah satunya melalui desa adat. Jadi kembali ke akar itu sebenarnya memperkuat desa, karena human resources, natural resources, dan kearifan lokal masih dipelihara di desa. Harapannya, anak muda tidak melupakan hal itu,” ungkapnya.

Aksi panggung Navicula malam itu diawali dengan lagu Dinasti Matahari dari album Archipelago Rebels, disusul tembang-tembang ikonis seperti Busur Hujan, Ibu, Mafia Hukum, hingga lagu anyar Berburu Penyihir.

Di penghujung penampilan, mereka mengundang seluruh panitia acara untuk naik ke atas panggung dan menyanyikan lagu Bali Berani Berhenti dan menyepi, bersama-sama di depan layar LED bertuliskan “Care for People, Care for Nature, for the Future”. Momen ini menjadi bentuk ajakan simbolis untuk kembali ke akar, merawat semangat kolaborasi, serta menjaga Desa Legian Kelod dan lingkungan demi masa depan.

“Matur suksma Legian Kelod! Lanjutkan cita-cita kita untuk menjaga desa, lanjutkan perondaan, lanjutkan cinta kalian pada Legian. Make Legian breathe again!” tegas Robi sambil mengepalkan tangan kirinya ke udara di atas panggung.

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Novian Alberto Lega Nama

Novian Alberto Lega Nama

Related Posts

Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

27 August 2026
Pengorbanan Atas Nama Pariwisata di Kintamani

Nasib Warga di Balik Alih Fungsi Lahan Kawasan Kintamani

26 August 2026
Kadishub Bali: Pembiayaan TMD Sudah Tidak Ada, Kami Masih Negoisasi

Alih-Alih Bangun Jalan, Pemerintah Harusnya Serius Mengurus Transportasi Umum

26 August 2026
Penyebab Tanah Longsor di Desa Munduk

Penyebab Tanah Longsor di Desa Munduk

25 August 2026
Rekomendasi Wisata Air yang “Cukup Mudah” Diakses di Bali

Rekomendasi Wisata Air yang “Cukup Mudah” Diakses di Bali

25 August 2026

Permasalahan Penanggulangan Sampah Plastik di Desa Wisata

24 August 2026
Next Post
Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

27 August 2026
Kembali ke Akar di Gema Kemerdekaan Legian Kelod 2026

Kembali ke Akar di Gema Kemerdekaan Legian Kelod 2026

27 August 2026
Pengorbanan Atas Nama Pariwisata di Kintamani

Nasib Warga di Balik Alih Fungsi Lahan Kawasan Kintamani

26 August 2026
Kadishub Bali: Pembiayaan TMD Sudah Tidak Ada, Kami Masih Negoisasi

Alih-Alih Bangun Jalan, Pemerintah Harusnya Serius Mengurus Transportasi Umum

26 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia