• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, August 11, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Ke Gili, Melarikan Diri dari Bali

Anton Muhajir by Anton Muhajir
6 January 2013
in Berita Utama, Kabar Baru, Travel
0
2

Gili Trawangan

Kian hari, Bali kian riuh oleh turis domestik maupun mancanegara.

Dengan jumlah turis per tahun mencapai sekitar 3 juta tiap tahun, Bali pun menjadi tempat yang sangat riuh oleh turis. Di pusat-pusat pariwisata, seperti Kuta dan Seminyak, turis memadati bar, restoran, pantai, dan tempat-tempat wisata lain di Bali. Di jalanan, kendaraan padat merayap nyaris 24 jam. Bali jadi tempat yang terlalu bising.

Maka, Gili Trawangan di Nusa Tenggara Barat (NTB) pun bisa jadi tempat pelarian ketika Bali sudah terlalu penuh. Pulau ini terletak di sisi bara laut Pulau Lombok, pulau terbesar di provinsi ini. Ada tiga pulau kecil di kawasan ini, yaitu Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Pulau terbesar dan paling ramai oleh turis adalah Gili Trawangan.

Perjalanan menuju Gili Trawangan bisa lewat dua jalur, Padangbay, Bali dan Lombok, NTB. Jika dari Padangbay, pelabuhan di sisi timur Bali, perlu waktu sekitar 2 jam dengan speed boat. Biaya sekitar Rp 500.000 hingga Rp 1 jam di speedboat berkapasitas sekitar 50 orang. Adapun dari Lombok bisa dengan pesawat lewat Bandara Internasional Lombok kemudian ke pelabuhan Bangsal untuk menyeberang ke Gili Trawangan sekitar 30 menit.

Jalur lebih lama dan murah adalah naik bus dari Denpasar ke Mataram untuk kemudian lanjut ke Gili Trawangan lewat Pelabuhan Bangsal. Waktu perjalanan lebih murah, sekitar Rp 200.000 tapi waktu bisa sampai 12 jam.

gili-09Jernih
Lama perjalanan tersebut akan terbayar ketika sudah tiba di Gili Trawangan. Sambutan pertama adalah air laut yang membiru dan tenang. Dari sinilah nama Gili Trawangan berasal. Gili berarti pulau kecil. Trawangan artinya jernih. Gili Trawangan memang sebuah pulau kecil dengan air laut yang jernih dan bening.

Karena itu, Anda pun bisa menikmati kegiatan wisata bawah laut, seperti diving dan snorkling. Gili Trawangan dan dua gili lainnya terkenal sebagai surga bagi para penikmat diving.

Pasir putih dan ketenangan pulau adalah sambutan selanjutnya di pulau ini. Maka, Anda bisa berjemur di pasir putihnya tanpa terganggu kendaraan bermotor ataupun klakson para pengguna jalan. Tak ada suara kendaraan bermotor sama sekali karena tidak boleh ada sepeda motor ataupun mobil masuk di pulau ini. Hanya ada dua jenis alat transportasi di pulau ini, yaitu cidomo dan sepeda.

Dengan hanya luas sekitar 7,3 kilometer persegi, Gili Trawangan bisa dikelilingi dengan berjalan kaki. Waktunya antara 1-2 jam. Jika Anda terlalu malas berjalan kaki, naik kendaraan khas Lombok, cidomo. Kendaraan ini berupa dokar yang ditarik oleh kuda. Tarif sewa cidomo untuk berkeliling pulau ini sekitar Rp 150.000 per satu jam. Kapasitas cidomo ini antara 2-3 orang.

Tapi, ada pilihan lain yang lebih asyik untuk berkeliling, bersepeda. Gili Trawangan layak disebut pulau seribu sepeda karena dia menjadi alat transportasi utama di pulau ini. Tempat persewaan sepeda berjejer di sepanjang jalan utama pulau ini yang berpaving. Tarif sewa per jam antara Rp 10.000 – Rp 15.000. Anda bisa mengayuh sepeda, sesekali melawan jebakan pasir, dan menikmati segarnya udara di pulau ini.

Bersepeda di Gili Trawangan benar-benar cara tepat melarikan diri dari keriuhan Bali.

gili-baliSuasana Bali
Meskipun demikian, suasana Bali juga masih sangat terasa di Gili Trawangan. Maklum saja, beberapa tempat wisata di sini justru milik orang Bali. Begitu kata beberapa pegawai yang saya temui ketika melali ke Gili Trawangan September lalu. Ikon-ikon Hindu Bali, seperti pelangkiran (tempat menghaturkan sesaji saat sembahyang), sanggah (semacam pura kecil), dan kain poleng kotak-kotak hitam putih pun gampang kita temukan.

Beberapa pegawai bar atau restoran yang saya temui pun ternyata memang dari Bali, terutama Buleleng dan Karangasem. Mereka bekerja sebagai pelayan, koki, dan seterusnya.

Menurut kabar, beberapa perusahaan pariwisata dari Bali juga makin agresif membangun tempat wisata di sini. Pembebasan lahan tersebut bahkan mengusir warga-warga lokal yang berjualan di lahan tersebut. “Kami was-was karena bisa diusir kapan saja,” kata salah satu warga yang berdagang di sana.

Nah, ini dia yang perlu diantisipasi. Kalau kemudian Gili juga dipenuhi tempat wisata, jangan-jangan dia juga akan sama bisingnya dengan Bali selatan. [b]

Tags: BaliGili TrawanganPariwisataTravel
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

26 July 2026
Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

20 July 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Next Post
Bali pun Tak Bebas dari Korupsi

Bali pun Tak Bebas dari Korupsi

Comments 2

  1. akriko says:
    14 years ago

    wah keren sekali… kapan ya saya bisa kesana? yang terakhir itu yang main gusur-menggusur…

    Reply
  2. Mankomank says:
    14 years ago

    Jangan lupa malamnya ke Pasar Seni di dekat pelabuhan, cobain “Pancake” yang ternyata Terang Bulan, tapi bule tetep saja ngantri 😀

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Menguji Akses Publik di KEK Kura Kura Bali Hasil Reklamasi Serangan

Menilai Distribusi Ekonomi Mall Baru

10 August 2026

Pertanian Kakao Jembrana jadi Percontohan Pertanian Kakao Nasional

10 August 2026
Hak Anak atas Ruang Publik: Mengelola Hobi Anak Balap Sepeda

Hak Anak atas Ruang Publik: Mengelola Hobi Anak Balap Sepeda

9 August 2026
KJW Menumbuhkan Rasa Kepemilikan Wilayah Sendiri

KJW Menumbuhkan Rasa Kepemilikan Wilayah Sendiri

8 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia