
Oleh LSPR Institute
Aksi kampanye dengan tujuan untuk mengurangi penggunaan bahan plastik yang dapat memicu angka sampah yang melambung tinggi di Kota Denpasar melalui LUKIS “Let Us Keep It Sustainable” Festival 2025. Krisis sampah plastik di Bali semakin mengkhawatirkan seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Sebagai salah satu destinasi wisata terkemuka dunia, Bali menghadapi tantangan besar dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sektor pariwisata. Jika tidak ditangani secara serius, sampah plastik akan mengancam keseimbangan ekosistem dan kelangsungan industri pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian pulau ini.
Untuk menjawab tantangan tersebut, peran komunitas peduli lingkungan menjadi sangat penting dan perlu terus-menerus didukung. Salah satunya adalah Plastik Detox, di bawah naungan Yayasan Kita Untuk Semesta yang sejak 2012 berfokus pada edukasi dan pendampingan usaha kecil untuk mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai. Komunitas ini secara konsisten mendorong penerapan strategi pengurangan sampah dalam aktivitas sehari-hari melalui pendekatan yang kreatif dan kolaboratif dalam berbagai kegiatannya.
Bekerja sama dengan Plastik Detox Bali, kampanye LUKIS menghadirkan tiga rangkaian kegiatan:
1. Plastic Fasting Challenge – Mengajak masyarakat Bali untuk mengurangi sampah plastik dengan mengikuti tantangan #PlasticFasting pada kegiatan Car Free Day di Lapangan Puputan, Renon. Masyarakat yang ingin berpartisipasi akan membuat konten singkat lalu mengunggahnya melalui media sosial pribadi dan akan mendapatkan mini gift.
2. LUKIS Festival & Green Market – Sebuah festival berkonsep pasar hijau dengan lokakarya, dan tantangan ramah lingkungan, serta menampilkan bisnis lokal yang telah mengadopsi praktik berkelanjutan. Pada pelaksanaannya, seluruh kegiatan akan meminimalisir penggunaan sampah atau produk sekali pakai.
3. After Movie Publication – Menyebarkan kisah sukses dan mengajak peserta untuk terus berkomitmen mengurangi sampah plastik melalui sebuah film dokumenter.
Melalui LUKIS, kampanye ini berfokus pada pemberdayaan komunitas lokal dan bisnis untuk beralih ke produk ramah lingkungan. Kampanye ini akan berlangsung selama bulan Juni dengan kegiatan Plastic Free Challenge on Car Free Day pada 15 Juni 2025 di Lapangan Puputan Renon, Denpasar dan acara puncak pada 20 Juni 2025 di Wisata Edukasi Subak TeBA Majalangu serta mengundang masyarakat Bali serta wisatawan untuk ikut berpartisipasi.
Ketua pelaksana Narava, Agung Wulan, menyampaikan, “LUKIS adalah cara untuk menginspirasi masyarakat Bali untuk memikirkan kembali hubungan mereka dengan plastik. Bersama-sama, kita bisa membuat Bali lebih berkelanjutan.” LUKIS berkomitmen untuk melibatkan komunitas dan aktivisme berbasis kolaborasi yang berkelanjutan. “Kolaborasi antara Plastik Detox, bisnis lokal, dan pemuda memastikan bahwa kampanye ini tidak hanya tentang pendidikan tetapi juga memberdayakan individu untuk mengambil langkah nyata,” tegas Agung Wulan kembali. Relawan, influencer lokal, dan mitra media akan memperkuat pesan kampanye, memastikan bahwa pesan ini mencapai audiens yang lebih luas di seluruh Bali.
Tentunya kampanye ini tidak akan bisa berjalan dengan lancar tanpa kesadaran dan kerjasama antar masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas sampah. Mari kita jaga bumi dimulai dengan aksi peduli terhadap lingkungan. Bersama, kita LUKIS bumi untuk masa depan.
sangkarbet sangkarbet kampungbet






