• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, May 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Kado Akhir Tahun Pemuda Suwung Kauh

Wayan "Gendo" Suardana by Wayan "Gendo" Suardana
1 January 2016
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Suwung Kauh Tolak Reklamasi

Puluhan Pemuda Suwung Kauh Denpasar Selatan kembali beraksi.

Pada akhir tahun kemarin, mereka kembali memasang Baliho bertuliskan Tolak Reklamasi Berkedok Revitalisasi Teluk Benoa dan Batalkan Perpres 51 Tahun 2014.

Pemasangan baliho berukuran 4 X 3 meter ini merupakan ke-13 kalinya mereka lakukan. Sebelumnya, spanduk mereka dirobek oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Baliho yang baru hasil dari uang urunan pemuda Suwung Kauh ini dipasang di dua titik lokasi di Jalan By Pass Ngurah Rai, tepatnya di dekat Bendungan dan di Jalan Griya Anyar Suwung Kauh, Pemogan, Denpasar Selatan.

Kadek Bobby Susila selaku koordinator pemuda Suwung Kauh mengungkapkan bahwa baliho tersebut merupakan hadiah akhir Tahun. “Ini kado akhir tahun untuk penguasa dan pengusaha sekaligus sebagai bentuk konsisten kami untuk terus berjuang hingga Jokowi membatalkan Perpres 51 Tahun 2014,” tegasnya.

Disinggung mengenai perobekan Baliho sebelumnya, Bobby pun sangat menyayangkan tindakan anti demokrasi yang dilakukan oleh orang yang tak bertanggung jawab tersebut. “Tentu disayangkan yah, terlebih biasannya perobekan atau perusakan baliho dilakukan pada saat moment pejabat mau lewat, nah itu pasti Baliho kami rusak,” kesalnya.

Bahkan, lanjut Bobby menjelaskan, di tempat pemasangan Baliho kali ini paling sering dilakukan pengerusakan. “Udah berkali-kali tapi kami tidak gentar, bahkan ada juga di satu titik lokasi sampai tujuh kali dirobek,” herannya.

Desa Suwung Kauh merupakan daerah yang berdekatan dengan rencana reklamasi di Teluk Benoa. “Sebagai daerah terdampak langsung, tentu kami merasa terancam dengan rencana reklamasi tersebut, terlebih dari berbagai riset yang dilakukan, menyebutkan Suwung Kauh akan tenggelam jika reklamasi itu dilakukan,” terang Bobby.

Adi Widiadinata selaku pemuda Suwung Kauh pun mengungkapkan kekhawatiran sama. Adi mengatakan selaku generasi muda patut serta memperjuangkan daerahnya. “Ini kan rencana yang dipaksakan, lihat saja bagaimana proses dari awal yang penuh kebohongan, bagaimana kami bisa percaya jika ini akan berdampak baik bagi masyarakat,” terangnya.

Terlebih, lanjut Adi menjelaskan, kawasan Bali selatan sudah over kapasitas dari pembangunan. “Sudah banyak hotel berbintang di sini, jika ingin membangun Bali, bangunlah secara merata, kami tak butuh proyek reklamasi di teluk benoa seluas 700 ha” tegasnya.

Teluk Benoa juga merupakan wilayah tampungan air yang berasal dari lima daerah aliran sungai (DAS) besar di sekitarnya yakni DAS Badung, DAS Mati, DAS Tuban, DAS Sama dan DAS Bualu.

“Ini juga menjadi dasar kami untuk tegas menolak dari tiga tahun yang lalu, jika di urug maka akan mengancam daerah pesisir seperti kami” pungkasnnya. [b]

Tags: Bali Tolak ReklamasiDenpasarLingkungan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Wayan "Gendo" Suardana

Wayan "Gendo" Suardana

Pengacara. Pekerja Hak Asasi Manusia. Pembela Lingkungan.

Related Posts

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Next Post
Keceriaan dalam Maulid Basa di Pegayaman

Keceriaan dalam Maulid Basa di Pegayaman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

matan AI

Penghancuran Kemandirian Desa-desa di Bali

29 May 2026
Melali Cokelat dan Sastra di Bali Barat

Bali Hari Ini: Mana Desa, Mana Kota?

29 May 2026
Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

28 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia