• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, July 18, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Kado Akhir Tahun Pemuda Suwung Kauh

Wayan "Gendo" Suardana by Wayan "Gendo" Suardana
1 January 2016
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Suwung Kauh Tolak Reklamasi

Puluhan Pemuda Suwung Kauh Denpasar Selatan kembali beraksi.

Pada akhir tahun kemarin, mereka kembali memasang Baliho bertuliskan Tolak Reklamasi Berkedok Revitalisasi Teluk Benoa dan Batalkan Perpres 51 Tahun 2014.

Pemasangan baliho berukuran 4 X 3 meter ini merupakan ke-13 kalinya mereka lakukan. Sebelumnya, spanduk mereka dirobek oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Baliho yang baru hasil dari uang urunan pemuda Suwung Kauh ini dipasang di dua titik lokasi di Jalan By Pass Ngurah Rai, tepatnya di dekat Bendungan dan di Jalan Griya Anyar Suwung Kauh, Pemogan, Denpasar Selatan.

Kadek Bobby Susila selaku koordinator pemuda Suwung Kauh mengungkapkan bahwa baliho tersebut merupakan hadiah akhir Tahun. “Ini kado akhir tahun untuk penguasa dan pengusaha sekaligus sebagai bentuk konsisten kami untuk terus berjuang hingga Jokowi membatalkan Perpres 51 Tahun 2014,” tegasnya.

Disinggung mengenai perobekan Baliho sebelumnya, Bobby pun sangat menyayangkan tindakan anti demokrasi yang dilakukan oleh orang yang tak bertanggung jawab tersebut. “Tentu disayangkan yah, terlebih biasannya perobekan atau perusakan baliho dilakukan pada saat moment pejabat mau lewat, nah itu pasti Baliho kami rusak,” kesalnya.

Bahkan, lanjut Bobby menjelaskan, di tempat pemasangan Baliho kali ini paling sering dilakukan pengerusakan. “Udah berkali-kali tapi kami tidak gentar, bahkan ada juga di satu titik lokasi sampai tujuh kali dirobek,” herannya.

Desa Suwung Kauh merupakan daerah yang berdekatan dengan rencana reklamasi di Teluk Benoa. “Sebagai daerah terdampak langsung, tentu kami merasa terancam dengan rencana reklamasi tersebut, terlebih dari berbagai riset yang dilakukan, menyebutkan Suwung Kauh akan tenggelam jika reklamasi itu dilakukan,” terang Bobby.

Adi Widiadinata selaku pemuda Suwung Kauh pun mengungkapkan kekhawatiran sama. Adi mengatakan selaku generasi muda patut serta memperjuangkan daerahnya. “Ini kan rencana yang dipaksakan, lihat saja bagaimana proses dari awal yang penuh kebohongan, bagaimana kami bisa percaya jika ini akan berdampak baik bagi masyarakat,” terangnya.

Terlebih, lanjut Adi menjelaskan, kawasan Bali selatan sudah over kapasitas dari pembangunan. “Sudah banyak hotel berbintang di sini, jika ingin membangun Bali, bangunlah secara merata, kami tak butuh proyek reklamasi di teluk benoa seluas 700 ha” tegasnya.

Teluk Benoa juga merupakan wilayah tampungan air yang berasal dari lima daerah aliran sungai (DAS) besar di sekitarnya yakni DAS Badung, DAS Mati, DAS Tuban, DAS Sama dan DAS Bualu.

“Ini juga menjadi dasar kami untuk tegas menolak dari tiga tahun yang lalu, jika di urug maka akan mengancam daerah pesisir seperti kami” pungkasnnya. [b]

Tags: Bali Tolak ReklamasiDenpasarLingkungan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Wayan "Gendo" Suardana

Wayan "Gendo" Suardana

Pengacara. Pekerja Hak Asasi Manusia. Pembela Lingkungan.

Related Posts

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

17 July 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026

Dari Kebun hingga Pasar, Menyusuri Rantai Ekonomi Galungan di Bali

19 June 2026
Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Next Post
Keceriaan dalam Maulid Basa di Pegayaman

Keceriaan dalam Maulid Basa di Pegayaman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

17 July 2026
AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

16 July 2026
Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

16 July 2026
Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

16 July 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia