• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, March 12, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Jalak Bali Sangat Kritis

Ni Komang Erviani by Ni Komang Erviani
15 November 2007
in Kabar Baru, Teknologi, Travel
0
2

Dikirim Ni Komang Erviani
dari Press Release

Berdasarkan hasil analisa terakhir Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia (Burung Indonesia) pada tahun 2007, dari 1.592 jenis burung yang hidup di Indonesia, 119 jenis di antaranya terancam punah. Jumlah ini didapat berdasarkan analisa dengan mempergunakan kriteria yang ditetapkan badan konservasi dunia (IUCN).

“Sekitar 80 persen jenis burung terancam punah ini sangat bergantung kepada hutan sebagai habitatnya. Artinya, jika tidak ada aksi nyata untuk menyelamatkan hutan dan habitat burung lainnya, kemungkinan besar jenis-jenis burung warisan dunia ini akan punah dari muka Bumi”, ujar Sukianto Lusli, Direktur Eksekutif Burung Indonesia dalam siaran pers, Kamis (15/11).

Yang lebih mengiriskan hati juga adalah hampir 60 persen jenis burung yang terancam punah tersebut merupakan jenis burung endemik Indonesia, artinya jenis ini hanya hidup dan terdapat di Bumi Indonesia. Salah satunya adalah jalak bali (Leucopsar rothschildi) yang status populasinya sangat kritis. Burung putih berjambul cantik ini bahkan kemungkinan telah punah di alam meskipun penangkarannya sangat berhasil.

Berdasarkan laporan BirdLife International (organisasi resmi yang mengeluarkan status keterancaman jenis burung di dunia) terakhir, diperkirakan populasi burung endemik Bali ini hanya tinggal 24 ekor di alam. Jumlah burung mahal ini justru jauh lebih besar di penangkaran.

“Tetapi, masih menjadi pertanyaan besar, apakah burung hasil penangkaran ini jika dilepasliarkan ke alam bebas masih dapat bertahan hidup atau tidak. Apakah ia sanggup beradaptasi dan bertahan hidup di habitat aslinya atau tidak”, ujar Bas van Balen, ornitolog asal Belanda yang sudah malang melintang di dunia perburungan Indonesia sejak 1980.

Sebenarnya, jumlah burung yang terancam punah ini justru menurun dibanding analisa BirdLife International tahun 1988, yang mencatat ada 126 jenis burung Indonesia yang terancam punah. Akan tetapi, penurunan jumlah itu bukan berarti lebih baik karena bukan upaya pelestariannya yang berhasil.

“Sampai tahun 1988 pengetahuan tentang burung di Indonesia masih sangat minim. Baru setelah ada banyak survei– termasuk yang dilakukan oleh Burung Indonesia sejak tahun 1993–ada jenis baru yang ditemukan, dan sayangnya sudah dalam kondisi terancam punah,” jelas Sukianto.

Sampai saat ini, kemungkinan jenis yang sangat terancam punah adalah trulek jawa (Vanellus macropterus) . Burung yang dulu menghuni pesisir selatan pantai Jawa ini tidak pernah terlihat lagi sejak tahun 1940 atau dengan kata lain sudah 67 tahun.

Dengan status burung yang demikian mengenaskan, Burung Indonesia berupaya keras menjaga hutan agar burung tetap dapat terbang bebas di alam tanpa mengorbankan nilai-nilai sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat maupun pemerintahan setempat. Hal ini yang dilakukan oleh Burung Indonesia di lokasi kerjanya yang sebagian besar tersebar di Indonesia bagian timur. Banyak kompromi yang harus dilakukan. Namun ini semua demi menyelamatkan kenakeragaman jenis burung di Indonesia agar anak cucu kita masih dapat menikmatinya. *

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:
William M Rombang
(w.rombang@burung. org)
Knowlwdge Center Burung Indonesia
Telepon : 0251-357222 / 081 511 606281

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ni Komang Erviani

Ni Komang Erviani

Warga Denpasar tinggal di Jl. Narakusuma, Denpasar Timur. Cash loan 1000. Sedang menyelesaikan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Bali dan menulis juga untuk beberapa media nasional seperti GATRA dan The Jakarta Post. Ervi yang masih jomblo ini juga anggota Komunitas Jurnalis Peduli AIDS (KJPA) Bali. Makanya dia sering menulis masalah AIDS dan narkoba di Bali.

Related Posts

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

5 March 2026
Next Post

Rendahnya Disiplin Berkendara di Denpasar

Comments 2

  1. faris says:
    18 years ago

    sayang sangat menyesli keaadaan ini

    Reply
  2. sapa neh says:
    17 years ago

    apaan ga ada informasi jalak balinya?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia