• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 15, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Rendahnya Disiplin Berkendara di Denpasar

Pande Baik by Pande Baik
16 November 2007
in Budaya, Teknologi
0
0

Oleh Pande Baik

Selasa sore 13 November lalu, seorang gadis remaja kuliahan entah memiliki tujuan apa, terlihat terburu-buru memacu sepeda motor matic di jalan Waturenggong. Jalur orang di sebelahnya pun diserobot demi mendapatkan laju kendaraan yang tetap. Akibatnya orang yang dipepet memperlambat kendaraannya mengalah pada sang gadis.

Saat sebuah mobil Panther berhenti di pertigaan dekat kuburan, sang gadis langsung membanting kemudi motornya ke arah kanan lantas menyalip mobil tadi tanpa memperhatikan kondisi lalu lintas di depannya. Lantaran tak kuasa menahan laju kendaraan dan dari arah berlawanan datang pula mobil yang membanting setir ke kiri demi menghindari sang gadis. Sang gadis terjatuh terseret hingga pertigaan jalan Irawadi. Untung hanya luka dan tak merenggut nyawa.

Namun penyesalan pun datang terlambat.

Pukul 9 malam masih pada hari yang sama, seorang gadis dengan rok pendek melakukan hal yang sama di ruas jalan Setiabudi. Kali ini ditambah keahliannya ber-zigzag di antara kendaraan bermotor lainnya. Sial pun datang. Saat ingin mengalihkan laju ke kanan, datang truk sampah yang berhenti mendadak lantaran mengambil sampah di depan rumah sepanjang ruas jalan tersebut. Tak menyangka akan keterbatasan jarak si gadis terjatuh tepat di depan truk sampah. Dia pun harus dibopong ke pinggir jalan. Untung truk tidak dalam keadaan ngebut.

Sudah kecelakaan masih untung pula. Itulah pendapat orang Bali begitu melihat kecelakaan yang terjadi di depan mata.

Makin tingginya angka kecelakaan lalu lintas tak lepas dari dua contoh kecil di atas di mana faktor tertinggi penyebabnya adalah kecerobohan pengendara dalam memacu kendaraannya. Terburu-buru waktu, keinginan untuk memamerkan keahlian ber-zigzag atau pun ngebut di jalan raya, tanpa mempedulikan bahaya bagi orang lain di sekitarnya. Iya kalau kecelakaan yang terjadi hanya menimpa diri sendiri, kalau sampai merugikan orang lain, masih mau menyalahkan orang lain seperti cerita kelanjutan dari dua contoh di atas ?

Walaupun sempat mengundang emosi massa di sekitar tempat kejadian karena provokasi pendapat dari yang merasakan dirinya sebagai korban lantaran jatuh, namun emosi segera bisa diredam. Massa pun memilih meninggalkan si ‘korban’ setelah beberapa pengendara lain yang dilaluinya tadi memberikan pandangan mereka.

Sudah membahayakan orang lain masih mau menyalahkan orang lain. Itulah potret umum para pengendara motor di Denpasar hari ini.

Bertamasyalah ke pasar tradisional, dan lihat bagaimana perilaku para pengendara yang keluar masuk areal pasar. Tak jarang pengendara motor keluar areal seenaknya tanpa memperhatikan arah datangnya lalu lintas, sehingga kerap terjadi tabrakan kecil yang diawali dengan makian sang pengendara motor dari arah pasar kepada yang menabrak. Kekurangajaran ini akan makin menjadi saat pengendara motor seringkali menghentikan motornya mendadak di areal jalur kendaraan, bukannya malah menepi dan memarkirkan motornya dahulu. Mengakibatkan tabrakan terjadi bagi pengendara lain yang tak siap dengan pemberhentian mendadak tadi.

Siapa yang bisa disalahkan?

Satu gambaran yang sudah biasa terjadi pada sebuah instansi penyedia izin mengemudi, di mana makin mudahnya pengendara dalam mendapatkan izin lewat calo maupun biro jasa mengakibatkan yang namanya ujian tulis maupun praktik sudah jarang dilakukan lagi atau hanya sebagai formalitas. Pemohon tinggal melengkapi syarat, membayar sejumlah uang administrasi plus memo agar dipercepat, tinggal datang pada hari yang telah disepakati untuk difoto. Pemohon pun bisa segera mendapatkan SIM tak lebih dari seminggu.

Kemudahan ini seakan jadi bumerang bagi kepolisian, di mana kemungkinan besar menjadi faktor kedua setelah kecerobohan tadi akan tingginya angka kecelakaan lalu lintas.

Kedisiplinan dalam berkendara baik sedari mengajukan izin sampai berkendara di jalan raya, bisa jadi hanya merupakan satu wacana yang didengung-dengungkan saja tanpa pernah dilaksanakan. Sungguh sayang.

Tak bisa dipungkiri jika orang tua jaman sekarang cenderung memberikan kebebasan bagi anak-anaknya untuk menggunakan motor dijalan raya meski usia sang anak belum menginjak 17 atau 21 tahun. ‘Ne penting nyidang ngilut gas’. Tidak peduli apakah emosi sang anak mampu menangani segala kemungkinan yang terjadi di jalan raya.

Makanya tak heran saat melihat anak SD maupun SMP sudah bebas berkeliaran dengan motor pada ruas jalan pinggiran kota , tanpa helm pula. Tapi SIM mereka punya, mungkin lantaran dapet nembak atau malah mengkatrol usia agar melewati batas yang ditentukan?

Nah kalau sudah terjadi kecelakaan, masih mau menyalahkan orang lain? [b]

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Pande Baik

Pande Baik

Pande Baik. Warga Denpasar yang tinggal di Jl Nangka Denpasar dan bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Badung. Membagi ide, pengalaman, dan pengetahuannya lewat blog menjadi hobinya sehari-hari.

Related Posts

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

14 April 2026
Marak Pembakaran Sampah Terbuka, Risiko Kesehatan Menanti

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

13 April 2026
Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

12 April 2026
Refleksi Melasti: Tradisi dan Budaya Mengalah atas Nama Pariwisata

Refleksi Melasti: Tradisi dan Budaya Mengalah atas Nama Pariwisata

11 April 2026
Majelis Hakim Mempertanyakan Surat Keterangan Mahasiswa Tomy

Majelis Hakim Mempertanyakan Surat Keterangan Mahasiswa Tomy

10 April 2026
Next Post

Supervisi Ketat Antisipasi Tsunami AIDS di Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

14 April 2026
Marak Pembakaran Sampah Terbuka, Risiko Kesehatan Menanti

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

13 April 2026
Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

12 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia