• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, January 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Inilah Bumbu Baru Kelezatan Ubud Food Festival 2018

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
7 February 2018
in Gaya Hidup, Kabar
0
0
Tahun ini Ubud Food Festival kembali hadir menawarkan kelezatan yang menggiurkan. Foto UFF.

Festival kuliner tahunan kembali dengan kelezatannya.

Tahun ini, Ubud Food Festival (UFF) mendapatkan tambahan bumbu yang membuat olahan festival kuliner ternama ini dijamin makin sedap dan lezat, ABC. Merek ternama ini resmi menjadi Presenting Partner untuk UFF 2018.

Kerja sama dan dukungan ABC akan membantu UFF dalam mengantarkan deretan program festival yang lebih menarik dan menggiurkan. Program bernama lengkap Ubud Food Festival Presented by ABC akan menampilkan sesi diskusi, demo masak, kegiatan istimewa, lokakarya, workshop, jalan-jalan kuliner, hingga pemutaran film dan pertunjukan musik pada 13–15 April mendatang.

Dhiren Amin, Head of Marketing dari Southeast Asia at Kraft Heinz ABC menjelaskan apa yang memotivasi ABC untuk mendukung UFF. Tujuan utama Ubud Food Festival adalah memperkenalkan unik dan lezatnya kuliner Indonesia. Sebagai sebuah produk asli Indonesia, ABC juga memiliki tujuan sama dalam mempopulerkan ragam kuliner Indonesia.

“Kesamaan visi dari ABC dan UFF inilah alasan utama mengapa kami menjadi presenting partner dari UFF 2018,” ungkapnya.

Merek ABC telah lama dikenal luas masyarakat Indonesia sebagai produk berkualitas tinggi untuk bumbu-bumbu dapur. Merk ABC juga salah satu nama besar di industri makanan dan minuman Indonesia dengan ragam produk mulai dari saus sambal, kecap, hingga sirup dan aneka makanan kaleng.

Beberapa nama dipastikan akan hadir di pengumuman pembicara UFF tahap awal ini. Salah satunya adalah idola para pencinta kuliner sejak berpuluh-puluh tahun lalu, Sisca Soewitomo. Untuk ketiga kalinya sang perintis acara masak memasak berpartisipasi di UFF. Tentunya ia akan kembali memasak hidangan rumahan khas Indonesia untuk disajikan kepada pengunjung UFF.

Chef yang tak kalah digemari banyak orang, Rinrin Marinka, juga akan hadir. Sosok ini kerap muncul di acara masak memasak di TV, mulai dari MasterChef dan Junior MasterChef Indonesia hingga At Home With Marinka yang tayang di saluran TV internasional, Asian Food Channel.

Andrian Ishak, chef di balik Namaaz Dining di Jakarta, yang setiap hidangannya selalu berhasil membuat orang berdecak kagum juga akan memasak di hadapan para pengunjung UFF. Chef Andrian Ishak terkenal berkat kemampuannya menghidangkan menu molekular gastronomy, atau sebuah teknik memasak yang menggunakan ilmu fisika dan kimia. Ia juga adalah salah satu orang pertama yang membawa inovasi besar ini ke Indonesia.

Dari kancah internasional, UFF akan mendatangkan Rishi Naleendra, chef asal Sri Lanka pertama yang mendapatkan penghargaan Michelin untuk restauran miliknya, Cheek by Jowl di Singapura.

Dua chef lain yang juga telah memenangkan penghargaan Michelin untuk restauran milik mereka adalah Sam Aisbett dari Whitegrass di Singapura dan Jun Lee, chef asal Korea yang berhasil mempertahankan penghargaan Michelin untuk restauran Soigné di Seoul selama dua tahun berturut-turut pada 2016 dan 2017.

Ketiga nama tersebut juga tentunya akan menyajikan hidangan mereka kepada para pengunjung UFF 2018.

“Pengumuman tahap awal untuk nama chef yang akan hadir hanyalah sedikit dari banyaknya hal lezat yang akan kami hadirkan April mendatang,” ujar Founder & Director UFF, Janet DeNeefe.

Menurut Janet hadirnya chef berkelas dunia dari luar negeri, inovator muda yang membuat bangga Indonesia, serta sosok-sosok kuliner yang nama serta karyanya sudah diakui, membuktikan bahwa Indonesia kini telah mendapatkan sorotan di peta kuliner dunia.

“Kami juga ingin menunjukan pada dunia bahwa saat ini adalah waktu yang sangat tepat untuk mengunjungi Bali,” ujar Janet.

“Bali kini lebih tenang, bersih, dan damai. Langit lebih biru, udara lebih bersih, sawah-sawah lebih subur, seperti sebuah cara bagi Gunung Agung untuk mengingatkan kita semua betapa indahnya pulau ini. Tanpa Gunung Agung, tidak akan ada Bali yang telah membuat kita semua jatuh cinta,” jelasnya.

Saat ini tim UFF sedang meracik keseluruhan program selama Festival berlangsung. Perayaan kuliner selama tiga hari ini akan menghadirkan sekitar 100 pembicara yang ahli di bidang kuliner dari dalam dan luar negeri.

Dengan mengambil tema ‘Generasi Inovasi’, UFF akan merayakan generasi muda Indonesia yang kini membawa banyak inovasi ke dalam industri kuliner Indonesia, tanpa melupakan mereka yang telah merintis dan membuka jalan bagi para generasi tersebut sejak lama.

Daftar lengkap nama-nama yang akan menjadi pembicara beserta jadwal program akan diluncurkan pada pertengahan bulan Februari di situs resmi Ubud Food Festival. [b]

Tags: AgendaKulinerTravelingUbudUbud Food Festival
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Kearifan Lokal di Tengah Arus Global di UWRF 2025

Kearifan Lokal di Tengah Arus Global di UWRF 2025

22 October 2025
Kata Warga Ubud tentang Kemacetan dan Fasilitas Publik

Kata Warga Ubud tentang Kemacetan dan Fasilitas Publik

3 October 2025
Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

Pengembangan Kawasan Rendah Emisi di Sanur dan Ubud

19 September 2025
Mengharapkan Perubahan Ubud dari Warga dan Pemerintah

Mengharapkan Perubahan Ubud dari Warga dan Pemerintah

15 September 2025
Jelajah Inovasi Desa di Ubud, dari Transportasi Hingga Pedestrian

Jelajah Inovasi Desa di Ubud, dari Transportasi Hingga Pedestrian

10 September 2025
Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

10 September 2025
Next Post
Ketika Internet Makin Tak Aman, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Ketika Internet Makin Tak Aman, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia