• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, March 15, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Industri Pariwisata Meminggirkan Bahasa Bali?

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
25 October 2011
in Kabar Baru
0
1

Hasil Kongres Bahasa Bali ke-6 selama dua hari di Denpasar merekomendasikan sejumlah tindakan untuk menyelamatkan Bahasa Bali dari marjinalitas. Salah satunya bekerja sama dengan industri pariwisata agar semua aspek kepariwisataan menggunakan bahasa dan aksara Bali di samping bahasa Indonesia dan asing.

Kerjasama ini diharapkan dimulai oleh pemerintah kabupaten dan kota di Bali menggunakan akses Corporate Social Responsibility(CSR). Skema ini dinilai menjadi bagian kewajiban lembaga negara dan swasta untuk berkontribusi dalam revitalisasi dan restorasi pada lembaga, komunitas, dan kreativitas lokal.

”Banyak bidang yang bisa disasar CSR, seperti pendidikan bahasa dan sastra Bali, media berbahasa Bali, beasiswa, atau perawatan dan pengembangan pustaka lontar,” ujar I Wayan Geriya, antropolog dan budayawan Bali yang mengusulkan gagasan ini, pada hari terakhir Kongres, Kamis (13/10).

Menurutnya harus ada langkah nyata yang diputuskan Kongres untuk menngurangi kerapuhan dan menjawab tantangan ke arah kepunahan Bahasa Bali. Menurutnya aplikasi untuk mendukung pengembangan bahasa dan sastra Bali ini di bidang perhotelan, misalnya One Hotel, One Balinese Expert. Artinya ada satu ahli bahasa dan budaya Bali di satu hotel.

Mantan Dekan Fakultas Sastra Universitas Udayana ini mengatakan eksistensi pohon kebahasaan Bahasa Bali ada yang tumbuh subur ada yang gersang dan rapuh. Bencana yang Ia sebut kasat mata adalah dinamika demografi penduduk yang makin tinggi, kompetisi multi lingual, revolusi digital, dan lainnya.

”Ada ruang potensial untuk membuatnya terawat dan berkembang, seperti komunitas kreatif seperti musisi dan lagu Bali, lembaga tradisional, pendidikan, dan media,” jelas Geriya. Ia berharap di era globalisasi dan keterbukaan kebudayaan, Bahasa Bali bisa menjadi living languange di Indonesia dan luar negeri.

Bahasa Bali sebagai bahasa ibu menurutnya mampu mengurangi ekslusifitas kultural dan sosial serta menjadi amunisi bagi sejumlah bentuk kekerasan yang terjadi. Sebagai penggagas Kongre Bahasa Bali I, Ia mengakui dari kongres ke kongres, belum banyak terobosan nyata untuk menguatkan kerapuhan Bahasa Bali kini.

I Gede Ardika, mantan Menteri Kebudayaan yang menjadi pembicara juga mempresentasikan bagaimana bahasa Bali bisa diaplikasikan ke semua kegiatan pariwisata. Misalnya dalam list menu, pengumuman, dan produk-produk kerajinan. ”Bahasa Bali tidak tumbuh karena tak digunakan. Padahal bisa digunakan di seluruh aspek kehidupan di sini,” katanya.

Terlebih dengan menggunakan di sejumlah bidang, Ardika menambahkan Bahasa Bali bisa beradtasi dan berkembang menjadi basa Bali for special purposes seperti dalam bahasa Inggris.

Rekomendasi kongres lainnya adalah mewajibkan pemda mengalokasikan anggaran (APBD) untuk melakukan usaha yang sungguh-sungguh dalam melestarikan, memajukan, dan mengembangkan bahasa, aksara, dan sastra Bali. Selain itu pemerintah wajib memberikan penghargaan yang layak seperti beasiswa bagi masyarakat terutama generasi muda yang menekuni bidang bahasa, aksara, dan sastra Bali.

Kongres yang dihadiri tokoh-tokoh masyarakat, lembaga desa pakraman, pemerintah, budayawan, akademisi, dan lainnya ini menyetujui langkah-langkah pelestarian dan pengembangan bahasa, aksara, dan sastra Bali bersifat kreatif dan dinamis. Diperlukan langkah-langkah yang terukur dan pasti untuk memajukan bahasa dalam perkembangan dan perubahan zaman yang cepat dan berbasis teknologi.
Perkembangann dan kemajuan keparwiwisataan di Bali harus seharusnya dapat memajukan potensi bahasa, aksara dan sastra Bali.

” Jika bahasa Bali punah, maka punah pula identitas orang Bali, mengingat bahasa Bali dipergunakan dalam tata istilah kehidupan beragama, petanian, arsitektur dan sendi-sendi kehidupan lainnya,” kata Kadis Kebudayaan I Putu Suastika.

Sebelumnya Ia mengatakan jumlah penutur Basa Bali aktif sekitar satu juta orang dari lebih dari tiga juta penduduk Bali. Karena itu diperkirakan bahasa ini bisa punah 30 tahun mendatang, seperti ratusan bahasa ibu lainnya di Indonesia.

Kongres juga minta peningkatan status mata pelajaran bahasa Bali yang tidak hanya berstatus sebagai kurikulum muatan lokal. Tetapi menjadi mata pelajaran inti, ikut diujikan, dan menentukan tingkat kenaikan dan kelulusan siswa. Kongres berikutnya akan dilaksanakan pada 2016.

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Next Post
Pulau Penyu, Sebuah Kenangan dan Rumah Singgah

Pulau Penyu, Sebuah Kenangan dan Rumah Singgah

Comments 1

  1. Dara says:
    14 years ago

    Lestarikan budaya bahasa bali sejak dini, jika tak ingin tergeserkan dengan bahasa asing!!!

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia