• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, May 18, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Hari Raya Alihkan Perhatian Warga dari Pemilu

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
18 March 2009
in Kabar Baru
0
2

Oleh Luh De Suriyani

Lima pedagang dan tukang suun (buruh angkut) di Pasar Badung, Denpasar, hanya tertawa ketika ditanya soal Pemilu. Mereka mengaku tidak tahu kapan pelaksanaan pemungutan suara, terlebih soal calon-calon pemimpin pilihan mereka.

“Sekarang lebih penting bagaimana caranya cari uang untuk Galungan, Kuningan, dan Nyepi,” sahut I Wayan Darsa, pedagang janur. Maret adalah bulan penuh upacara adat besar bagi umat Hindu di Bali.

Mulai Senin lalu, warga disibukkan persiapan Hari raya Galungan. Lalu Minggu depan Kuningan, dan Panca Wali Krama, upacara yadnya lima tahun sekali yang berpusat di pura induk, Besakih di Kabupaten Karangasem.

Namun, tak hanya bagi umat Hindu. Imin, pria asal Solo yang juga jualan bakso di Pasar Badung ini mengaku sama sekali tidak pernah memikirkan pelaksanaan Pemilu nanti. “Kalau pengurus banjarnya menyuruh memilih, nyoblosnya sesuai pikiran saat itu saja. Semua sama saja,” kata pria yang menetap di Bali lebih dari 10 tahun ini.

Rendahnya perhatian warga ini diakui Winarty Eka Widiastuti, caleg DPRD Badung, sangat menyulitkan kampanye. “Tim kami membatalkan kampanye terbuka dan menggantinya dengan door to door,” ujar caleg perempuan ini.

“Tidak ada hari raya pun, warga banyak yang tidak peduli dengan Pemilu,” tambahnya.

Apalagi, bagi Winarty yang mengaku tidak punya banyak uang, kampanye secara personal di kelompok simpatisan partai politiknya adalah cara yang paling pas.

Kampanye tatap muka langsung, mendatangi warga disebut Winarty dilakukan hampir semua caleg yang dikenalnya. Terlebih, saat ini di Badung, semua atribut partai dan caleg harus dicabut untuk menghormati hari raya.

Di Bali saja, tercatat 5065 orang caleg yang memperebutkan 399 kursi parlemen di DPR, DPD, DPRD Provinsi dan kabupaten/kota. Jadi dipastikan 92% dari mereka akan gagal.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun kini hanya mengandalkan semangat. “Bagaimana pun saya harus optimis, Pemilu harus berlangsung,” kata Ray Misno, Ketua KPU Denpasar.

Upaya menarik perhatian pemilih telah mulai dilakukan dengan mengumumkan Daftar Pemilih Tetap (DPT)  yang ditempel di papan pengumuman banjar-banjar, lokasi pemungutan suara. “Namun, tak juga banyak pemilih yang mengecek apakah sudah menjadi pemilih. Padahal kali ini pemilih yang harus aktif mengecek sendiri, tidak ada petugas yang datang ke rumah-rumah, seperti Pemilu sebelumnya,” ujarnya.

Beberapa hari ini, Ray Misno, Ketua KPU Denpasar mengaku pusing. Selain karena pasifnya pemilih, juga molornya jadwal penghitungan suara.

“Dari sejumlah simulasi, warga yang memilih menghabiskan waktu lebih dari lima menit di dalam bilik suara. Mereka langsung nervous setelah membuka surat suara karena banyaknya partai dan nama,” kata Ray.

Padahal menurut kalkulasi, tiap pemilih maksimal mempunyai waktu empat menit untuk mencontreng di tiga kertas suara berbeda. “Jangankan pemilih, caleg yang melakukan simulasi saja banyak yang melebihi lima menit. Padahal pilihannya kan sudah jelas,” Ray heran.

Ia mempridiksi, rekapitulasi hasil pemungutan akan berlangsung hingga larut malam. “Ini pemilu yang berat bagi panitia pemilu dan juga pemilih,” katanya.  [b]

Berita ini dimuat di http://www.thejakartapost.com/news/2009/03/17/festivals-take-balinese-mind-election.html

Tags: AgamaBaliPolitik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Next Post

Merayakan Galungan dalam Keprihatinan

Comments 2

  1. pushandaka says:
    17 years ago

    Makanya, jangan kebanyakan parpol. Banyak parpol kualitasnya ndak jelas, ya kaya gini jadinya, masyarakat males ngadepin pemilu. Banyak parpol ndak berarti negara ini sudah demokratis. Demokratis kok banyak parpol. Parpol cukup 5 saja atau kalo perlu 2, tapi berkualitas bagus, daripada banyak ndak ada mutunya.

    Tapi saya tetap milih. Doakan pilihan saya tepat. Hehe!

    Reply
  2. Dewi Pinatih says:
    17 years ago

    aku yo bingung ki mo milih apaan 😀 harusnya dibawah kertas suara ada option others yg ada isiannya, tar aku bisa contrng others itu trus tulis namaku ndiri xixixixixix

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Senja Kala Humaniora

14 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia