• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, December 15, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Hadiri Rapat Paripurna RZWP3K Bali, WALHI Dilarang Bicara

Walhi Bali by Walhi Bali
1 September 2020
in Kabar Baru, Lingkungan
0 0
0
WALHI Dilarang Bicara saat Rapat RZWP3K Bali. Foto Walhi Bali.

Sebagai organisasi non-pemerintah, WALHI Bali memiliki hak menyampaikan pendapat.

WALHI Bali dilarang berbicara dalam rapat paripurna terkait Rencana Peraturan Daerah Tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Bali (Ranperda RZWP3K Bali), pada Senin, 31 Agustus 2020. Pelarangan itu terjadi pada Direktur WALHI Bali I Made Juli Untung Pratama.

Untung mengajukan tangan untuk menanggapi Ranperda RZWP3K Bali setelah setelah Koordinator Pembahasan Ranperda RZWP3K Bali, Anggota DPRD Bali Nyoman Adnyana menyampaikan laporannya. “Kami memberikan tanggapan tiga menit saja,” kata Untung.

Namun, permintaan tersebut ditolak oleh pimpinan sidang paripurna sekaligus Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama. “Ini sidang. Yang diluar anggota dewan tidak ada hak bicara,” ucap Adi.

Atas jawaban tersebut, Untung Pratama meninggalkan ruang sidang.

Untung Pratama menyayangkan sikap pimpinan sidang Nyoman Adi Wiryatama yang melarang WALHI Bali memberikan tanggapan. Padahal, WALHI Bali dari awal mengikuti dan mengawal proses penyusunan Ranperda RZWP3K Bali. Sebagai organisasi non-pemerintah, WALHI Bali memiliki hak menyampaikan pendapat. “WALHI Bali tidak diperbolehkan untuk menyampaikan tanggapan dalam rapat paripurna adalah melanggar konstitusi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Untung Pratama menyampaikan penetapan Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi Maritim dalam Ranperda RZWP3K Bali adalah hasil perjuangan rakyat Bali. Awalnya, pada dokumen awal RZWP3K Bali, Teluk Benoa masuk sebagai zona pariwisata dan bisa direklamasi. Atas protes terus menerus dari Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) dan WALHI, barulah Teluk Benoa diubah sebagai Kawasan Konservasi Maritim.

“Konservasi Teluk Benoa muncul bukan dari kehendak Pemprov Bali,” tegasnya.

Proyek Besar

Lebih jauh, proyek-proyek besar yang bisa merusak lingkungan hidup masih diakomodir dalam Ranperda RZWP3K. Misalnya tambang pasir laut di pesisir Kuta seluas 938,34 ha dan Sawangan seluas 359,53 ha, rencana perluasan Pelabuhan Benoa dengan cara reklamasi seluas 1.377,52 ha, dan rencana pengembangan Bandara Ngurah Rai dengan cara reklamasi seluas 151,28 ha.

Dalam laporan yang disampaikan Anggota DPRD Bali Nyoman Adnyana, salah satu tujuan tambang pasir laut adalah perluasan Kawasan Strategis Nasional (KSN). Untuk setiap reklamasi yang dilakukan oleh Bandara Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa, Pemprov Bali wajib mendapat minimal 10 persen lahan hasil reklamasi.

Atas hal tersebut, kecurigaan WALHI Bali bahwa Proyek Tambang Pasir Laut untuk reklamasi Pelabuhan Benoa dan Bandara Ngurah Rai terbukti benar. “WALHI Bali mengecam keras tiga proyek yang merusak lingkungan tersebut,” tegasnya.

Untung Pratama juga menjelaskan bahwa proyek tambang pasir laut di sepanjang pesisir Kuta, sudah ditolak seluruh Sekaa Teruma Teruni (STT) se-Desa Adat Legian, STT Desa Adat Seminyak dan kelompok lain yang memanfaatkan pesisir Seminyak, seperti Asosiasi Surfing dan Asosiasi Pedagang pantai Seminyak.

Harapan mereka tersebut harusnya diakomodir oleh DPRD Bali karena mereka adalah masyarakat yang berhadapan langsung dengan proyek tersebut. Namun, faktanya, DPRD Bali lebih memilih mengakomodir tambang pasir laut untuk perluasan KSN daripada mengakomodir aspirasi masyarakat pesisir Legian dan Seminyak.

“Aspirasi masyarakat Legian dan Seminyak diabaikan,” ujarnya.

Pernyataan Koordinator Pembahasan Ranperda RZWP3K Bali Nyoman Adnyana, yang pada intinya menyatakan bahwa terdahulu ada tindakan-tindakan orang yang tidak mempunyai kompetensi dan kewenangan. Hal itu membuat pengerukan pasir di Kuta menjadi persoalan karena dianggap pengerusakan. Bahkan ia menyebut tindakan-tindakan tersebut adalah tindakan yang tidak legal dan tindakan preman.

Hal itu ditanggapi oleh Untung Pratama dengan mempersilakan Nyoman Adnyana menyebut siapa orang yang dimaksud. “Silakan sebut kepada publik siapa orang yang Anda maksud melakukan tindakan preman itu,” tegasnya. [b]

kampungbet
Tags: LingkunganWalhi Bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Walhi Bali

Walhi Bali

Related Posts

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Memanen Air Hujan dan Biogas, Teknologi Tepat Guna bagi Petani Bali yang Terabaikan

Ketimpangan Sumber Daya di Balik Krisis Air Tanah Bali

12 November 2025
Ketika Pulau Menghangat: Urban Heat Island di Pulau Bali

Ketika Pulau Menghangat: Urban Heat Island di Pulau Bali

3 November 2025
Adakah Sistem Peringatan Dini Banjir di Bali? Ini Simulasinya

Adakah Sistem Peringatan Dini Banjir di Bali? Ini Simulasinya

18 October 2025
Next Post
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali: Kita Jangan Terlalu Pesimis

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali: Kita Jangan Terlalu Pesimis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

15 December 2025
Begini Lho Cara Menjelajah Nusa Penida dengan Cara Berbeda

Perempuan dalam Sistem Pewarisan Adat Bali: Terikat Adat, Hak Terbatas

15 December 2025
Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

14 December 2025
Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

14 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia