• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, June 7, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

[Foto] Wisata Sejarah ke Museum Lontar Gedong Kirtya

Anggara Mahendra by Anggara Mahendra
5 April 2013
in Budaya, Foto, Kabar Baru, Sejarah, Travel
0
1

Singaraja, kota di bagian utara pulau Dewata yang pernah menjadi ibukota Bali hingga tahun 1958. Disebut juga kota pelabuhan karena ratusan tahun lalu memiliki banyak pelabuhan dan menjadi pintu perdagangan untuk pedagang dari belahan dunia lainnya, terutama Cina. Dari sini juga banyak masuk kebudayaan Tionghoa karena banyaknya pedagang yang menikah dan menetap.

Memasuki kota Singaraja, sekilas seperti kembali ke masa lalu. Bangunan tua sisa-sisa pendudukan Belanda masih kokoh berdiri menambah suasana tersendiri untuk penikmatnya. Tidak terkecuali, Museum Gedong Kirtya yang didirikan pada 2 Juni 1928 dan mulai dibuka untuk umum pada 14 September 1928. Data ini bisa terlihat di salah satu gapura bercat putih di areal museum. Bangunan yang didirikan dengan arsitektur Bali ini terdiri dari 4 bangunan utama. Ruang pertama berisi lontar dan buku tua yang ada pada bagian depan museum. Ruang kedua berisi salinan lontar dan ruang baca, ruang ketiga merupakan administrasi untuk staff museum. Sedangkan ruang keempat merupakan pameran lontar, bahan pembuat lontar dan buku hasil terjemahan yang ada.

anggaramahendra_gedong kirtya 1

 

anggaramahendra_gedong kirtya 2

 

anggaramahendra_gedong kirtya 3

 

Orang-orang jaman dulu di Bali menggunakan Lontar untuk menulis sastra, obat-obatan, aturan adat dan lain-lain. Tapi kini, Lontar sudah jarang digunakan sehingga lontar-lontar kuno peninggalan leluhur pun disakralkan dan hanya disimpan. Padahal, didalamnya terdapat ilmu-ilmu yang andai saja disebarkan, akan jauh lebih berguna ketimbang disimpan dan rusak karena penyimpanan yang kurang baik. Staff museum menjelaskan jika memiliki lontar, bisa dirawat dengan memakai kemiri. Caranya, kemiri dibakar dan arang hasil bakaran tadi dipakai untuk menggosok lontar agar tulisan bisa terlihat kembali. Agar terhindar dari lembab, mereka menyarankan untuk memakai kapur barus.

anggaramahendra_gedong kirtya 4 anggaramahendra_gedong kirtya 5 anggaramahendra_gedong kirtya 6 anggaramahendra_gedong kirtya 7

 

Jumlah koleksi Museum Gedong Kirtya mencapai 1750 lontar, 7211 judul salinan lontar yang mulai dikerjakan sejak tahun 1930-an. Terdapat juga 8490 judul buku tentang agama, sastra bali, jawa kuna, linguistic dan masih banyak lainnya. Setiap lontar yang tersimpan di museum ditempatkan dalam wadah kayu, disusun dalam rak bertingkat. Setiap kotak kayu nya diberikan nama lontarnya agar memudahkan pencarian.

Museum Gedong Kirtya berada di pusat kota Singaraja, bersebelahan dengan Museum Buleleng dan pusat pemerintahan. Jika dari arah Denpasar, jaraknya sekitar 100 km atau 2.5 jam perjalanan. Jika berkunjung ke Bali utara, tidak ada salahnya menyempatkan waktunya untuk mampir ke museum Gedong Kirtya di Jalan Veteran No. 20.

 

anggaramahendra_gedong kirtya 8 anggaramahendra_gedong kirtya 9 anggaramahendra_gedong kirtya 10 anggaramahendra_gedong kirtya 11

Tags: BaliBudayaBulelengDokumentasiFotogambirLontarMuseumphotographySejarahSingarajatravelTravel
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anggara Mahendra

Anggara Mahendra

fotojurnalis lepas, pembuat catatan visual dan pengendara Si Kemot, Honda C70 merah

Related Posts

Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
Next Post
Spesial Sambal, Karena Sambal adalah Kunci

Spesial Sambal, Karena Sambal adalah Kunci

Comments 1

  1. dwirasty says:
    13 years ago

    harus tetap dilestarikan .

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Gersang Dahulu, Tanam Bambu Kemudian. Air pun Mengalir

Gersang Dahulu, Tanam Bambu Kemudian. Air pun Mengalir

7 June 2026

Menepi Sejenak di Serayu Pottery Ubud 

6 June 2026
Sampah tak Selalu Menjadi Musibah

Sampah tak Selalu Menjadi Musibah

5 June 2026
Botol Kaca Menumpuk karena Nilai Ekonominya Rendah, Tanggung Jawab Produsen Minim

Botol Kaca Menumpuk karena Nilai Ekonominya Rendah, Tanggung Jawab Produsen Minim

5 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia