• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, December 15, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Donor Darah sambil Ngobrol Santai tentang JKN

Happy Ari by Happy Ari
4 March 2016
in Kabar Baru, Pelayanan Publik
0 0
0

Bloody Valentine 4

Sambil donor darah, pengetahuan tentang jaminan kesehatan juga bertambah.

Demikian suasana di Bloody Valentine, kegiatan tahunan Bali Blogger Community (BBC), pada Minggu akhir Februari lalu di areal Taman Pergola, Gedung Graha Sewaka Dharma, Kota Denpasar.

Selain donor darah juga ada diskusi santai tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ngobrol santai ini mengundang para pengguna internet di Denpasar.

Pada diskusi hadir tiga pembicara dari kantor Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Denpasar dan Divisi Regional XI dan dokter yang bekerja sama dengan BPJS.

Dalam diskusi para pembicara masing-masing mengupas JKN mulai dari alur JKN, keluhan hingga regulasinya.

Pembicara pertama adalah perwakilan BPJS Divisi Regional XI. G.N Catur Wiguna yang menjelaskan secara umum tentang BPJS. Untuk informasi umum bahwa dari seluruh penduduk Bali sudah setengah lebih yang menggunakan JKN. Menurut Catur, jumlah peserta JKN di Bali sudah 51,93% dari total penduduk Bali.

“Angka ini sudah meningkat dari awal tahun 2014 yang hanya 25 persen,” Kata Kepala Departemen SDM dan Umum BPJS Kesehatan itu.

Pembicara kedua dari praktisi, dokter yang bekerja sama dengan BPJS, Widhiyasa. Sebagai dokter yang melayani pasien di rujukan tingkat pertama dr. Widhiyasa mengatakan bahwa JKN adalah sebuah upaya bersama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara umum. Biayanya dengan gotong royong. Oleh karena itu program ini perlu didukung.

Meskipun begitu dr. Widhi juga mengaku sering menerima banyak keluhan dari pasien, baik karena kurangnya sosialisasi atau pemahaman pasien itu sendiri.

Namun, dr. Widhiyasa tetap optimis. “Saat ini BPJS baru dua tahun pertama, banyak hal yang harus diperbaiki, direvisi bersama-sama, harapannya 5-10 tahun kedepan akan memberi manfaat yang menyeluruh,” katanya.

Pembicara ketiga, dr. Kiki Marbun dari BPJS KC Denpasar lebih banyak mengutarakan tentang prinsip gotong royong yang menjadi spirit dalam JKN. dr. Kiki juga menganalogikan empat sisi dalam BPJS sebagai ibarat meja yang harus bekerja bersama-sama agar tidak timpang posisi meja tersebut.

Adapun empat sisi itu peserta JKN yang membayar premi rutin, layanan kesehatan sebagai pemberi jasa untuk produk BPJS, BPJS sebagai penyelenggara yang membayarkan kepada layanan kesehatan dan Pemerintah sebagai pembuat regulasi.

dr. Kiki juga mengajak para peserta diskusi untuk rame-rame mengikuti program ini agar tujuan gotong royong ini tercapai.

dr. Ni Made Dwi Dwianta, Bidang Pelayanan Kesehatan BPJS KC Denpasar menegaskan hal paling penting dalam pelaksanaan JKN. “Satu kunci yang harus diingat oleh peserta JKN, ikuti prosedurnya maka akan menikmati manfaatnya,” ujarnya.

Penanggung jawab BPJS Center RSUP Sanglah ini juga berbicara banyak tentang pentingnya memilih Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang sesuai kebutuhan, sehingga dapat meminimalisasi masalah saat memanfaatkan JKN.

Sesi tanya jawab dalam diskusi ini hanya dua sesi. Beberapa diskusi yang banyak muncul adalah tentang integrasi Jaminan Kesehatan Bali Mandara sebagai jaminan kesehatan daerah ke dalam skema JKN.

Rofiqi Hasan, salah satu peserta diskusi menanyakan bagaimana kaitan JKN yang ke depan menjadi wajib bagi seluruh rakyat Indonesia, sementara JKBM masih berlaku. Senada hal tersebut Rai Wiguna dari komunitas pemerhati Schizoprenia (SPSI) menanyakan bagaimana agar penderita Schizoprenia, yang merupakan bagian dari penderita disabilitas ini, bisa mengakses JKN.

Menjawab hal tersebut, dr. Kiki Marbun mengatakan bahwa sesuai amanat regulasi pada 1 Januari 2017 JKBM sudah berintegrasi dengan JKN. Marbun juga mengimbau agar warga yang perlu dilayani melaporkan data keluarga mulai dari kelurahan hingga Kecamatan. “Untuk penyandang disabilitas, pendataan dan pengusulan murni dari pemerintah daerah setempat,” kata Marbun.

Kegiatan ngobrol bareng ini didasari karena pentingnya upaya menyebarluaskan informasi tentang JKN. Dan apa yang menjadi harapan adalah warga ataupun Netizen bisa berperan serta dalam kegiatan pengawasan terhadap program tersebut.

Jika pada tahun 2019 nanti warga Bali harus memakai JKN semua, jadi sudah terbayang kan bagaimana alur pelayanannya? [b]

Tags: AJAKANJaminan Kesehatan NasionalKesehatan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Happy Ari

Happy Ari

ALURA (Alumni Pencerah Nusantara| Pemerhati Kesehatan Masyarakat, Pencerah Nusantara Batch 3, Team Karawang| Belajar tentang isu-isu kesehatan| Menyukai Buku-buku

Related Posts

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
POV: Remaja Jompo Cek Kesehatan Gratis Menjelang Ulang Tahun

POV: Remaja Jompo Cek Kesehatan Gratis Menjelang Ulang Tahun

16 May 2025
Mengenal 4 F, Respon terhadap Stres dan Trauma

Mengenal 4 F, Respon terhadap Stres dan Trauma

4 June 2024
Ledok, Gizi Bubur di Pulau Kapur

Ledok, Gizi Bubur di Pulau Kapur

15 April 2021
COVID-19 : Spiritualitas Orde Paling Baru

Benarkah Orang Gendut Lebih Mudah Terinfeksi COVID-19?

12 March 2021
Karut Marut Mendata Maut

Inovasi Layanan Rumah Sakit pun Menjadi Keniscayaan

17 December 2020
Next Post
SIGMUN: Antara Watchmen, Freud dan Black Sabbath

SIGMUN: Antara Watchmen, Freud dan Black Sabbath

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

15 December 2025
Begini Lho Cara Menjelajah Nusa Penida dengan Cara Berbeda

Perempuan dalam Sistem Pewarisan Adat Bali: Terikat Adat, Hak Terbatas

15 December 2025
Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

14 December 2025
Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

14 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia