Teks dan Foto Bentara Budaya Bali
Bentara Budaya Bali (BBB) akan menggelar diskusi bertajuk “Monolog di Bali, dari Teater Tradisi Hingga Modern”. Diskusi akan diadakan pada Minggu, 27 Januari 2013, pukul 18.30 Wita, di Jl. Prof. Ida Bagus Mantra 88 A Ketewel-Gianyar.
Dialog akan membincangkan perkembangan seni pertunjukan mulai dari Topeng Pajegan hingga berbagai garapan monolog terkini yang pernah dipentaskan di Bali.
Sebagai pembicara adalah Abu Bakar. Dramawan senior ini telah menyutradarai serta memainkan berbagai pertunjukan monolog. Dua pembicara lain adalah Ida Bagus Darmasuta dan pengamat seni rupa Kun Adnyana.
Mereka bertiga secara khusus akan memaparkan dinamika pertunjukan seni rupa (performing art) di Bali sebagaimana dilakukan oleh Nyoman Erawan, Sujana Suklu, Made Wianta, Made Budiana, dan seniman lainnya.
Para pembicara juga akan mengulas kreasi para seniman yang pernah dipentaskan di Bentara Budaya Bali, seperti Monolog Bahaya Racun Tembakau (Cok Sawitri), nomor-nomor pendek Abu Bakar dan Kaseno, serta Monolog Janji Plastik (Putu Satria Kusuma). Akan ditayangkan pula fragmen film dokumenter nomor-nomor pertunjukan dari berbagai seniman teater Bali.
Abu Bakar, pendiri Teater Poliklinik yang puluhan tahun mendedikasikan hidupnya untuk seni pertunjukan, sastra dan film. Karya-karyanya antara lain Wanita Batu (Monolog,2006), Bali Menangis (sinetron, 2004), Komedi Hitam, dll. Abu Bakar telah mencipta karya-karya pertunjukan yang dihadirkan hingga ke luar negeri. Ia juga menulis puisi, cerpen, novel dan skenario film, seperti Tuhanku Kupu-kupu (Cerpen), Lukamu Dukaku (sinetron, 1993), Surat Cinta (cerpen), Menunggu (novel).
Ida Bagus Darmasuta lahir di Denpasar 10 April 1962. Ketika menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakutas Sastra Unud (1984—1987) ia kerap menyelenggarakan Lomba Drama Modern Se-Bali. Sempat menggarap pentas drama dan menulis naskah drama. Selama menjadi Kepala Balai Bahasa Denpasar (1999—2005), Darmasuta telah memfasilitasi penerbitan puluhan buku sastra karya sastrawan di Bali. Peraih Penghargaan Rancage 2007 ini juga sering menggelar kegiatan Bengkel Sastra keliling Bali.
Wayan Kun Adnyana, seniman yang juga dosen FSRD ISI Denpasar. Selain intensif mengikuti pameran seni rupa di berbagai kota, Finalis UOB Art Awards (2011) dan Jakarta Art Awards (2010) ini juga menulis kritik seni rupa dan kebudayaan di berbagai media massa, serta telah mengkurasi berbagai pameran seni rupa. [b]











