• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, May 9, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Kampanye Pangan Lokal Selamatkan Subak

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
27 January 2013
in Kabar Baru
0
0

pangan-lokal

Makin hari, makin banyak racun kita konsumsi.

Tanpa kita sadari, berbagai zat kimia berbahay bagi tubuh berada dalam makanan kita seharii-hari. Padahal, kita sebenarnya punya banyak pangan lokal yang tak hanya aman dikonsumsi tapi juga bergizi tinggi. Bahkan, mengonsumsi pangan lokal juga berarti mendukung petani dan menyelamatkan pertanian Bali.

Inilah salah satu perjuangan Kelompok Konsumen Pangan Sehat (K2PS) yang dibentuk pada 14 November 2010 silam di Desa Buahan, Payangan, Gianyar. Kelompok ini dibentuk sebagai wadah para konsumen pangan di seluruh Bali. Tujuan utama K2PS adalah membentuk konsumen pangan yang cerdas dan kritis. Harapannya, kelompok ini selanjutnya mampu menyebarkan informasi dan membangkitkan kesadaran masyarakat tentang produk pangan sehat, pola makan dan nilai gizi yang dikonsumsi tubuh manusia sehari-hari.

Berbicara pangan sehat tidak akan lepas dari isu sawah, petani, pertanian organik, pasar, export – impor produk pangan, bahan tambahan makanan berbahaya, jenis makanan dan pola makan.

Hari ini, KP2S pun melakukan kampanye di Lapangan Renon, Denpasar. Pada kampanye kali ini, K2PS ingin memberikan informasi kepada masyarakat tentang data-data terkait nasib pangan lokal di Bali dan Indonesia pada umumnya. Masyarakat diharapkan bisa membaca, lalu tergugah hatinya dan berpikir dua kali saat memilih untuk tidak peduli dan menolak berbelanja produk pangan lokal hanya karena gengsi.

Dapat dibayangkan dampaknya ketika pemerintah mengimpor beras, tomat, daging, telur, apel, wortel, dan produk-produk lainnya yang kemudian dibeli oleh masyarakat dengan suka cita. Situasi ini membuat petani lokal harus gigit jari karena harga menjadi anjlok dan semakin terpuruk.

Rantai dampak kerugian ini di antaranya jumlah lahan sawah terus berkurang karena terjadi alih fungsi lahan, jumlah generasi penerus petani semakin menurun, biaya makan akan mahal karena semua bahan pokok impor, pamor pariwisata Bali menurun karena obyek budaya subak hilang dan subak sebagai warisan dunia akan tinggal sejarah.

Sebagai wujud kepedulian kami pada gerakan pangan, K2PS memanfaatkan momen Car Free Day pukul 08.00 wita. Lapangan Puputan Renon menjadi lokasi tepat untuk kampanye kreatif edukatif dengan mengusung tema “Pangan Lokal Selamatkan Subak”.

Acara K2PS ini mengajak mahasiswa Pertanian Universitas Udayana dan Kawan-kawan penggiat Teater untuk berbagi info lewat brosur, stiker, leaflet, produk organik, serta aksi human banner, pantomime, icon man, simulasi “switch”-penukaran produk pedagang dengan pangan lokal.

Harapan K2PS terhadap kampanye kali ini adalah mengajak masyarakat Bali menjadi konsumen yang cinta dan bangga akan produk lokal sehingga akan menyelamatkan petani dan Subak hari ini dan masa depan. [b]

Teks dikirim Konsorsium Penyadaran Konsumen Bali.

Tags: KesehatanLSMPanganPertanian
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Refleksi Kebun Kolektif bagi Gerakan Petani

Refleksi Kebun Kolektif bagi Gerakan Petani

12 August 2025
Mengenal 4 F, Respon terhadap Stres dan Trauma

Mengenal 4 F, Respon terhadap Stres dan Trauma

4 June 2024
Ledok, Gizi Bubur di Pulau Kapur

Ledok, Gizi Bubur di Pulau Kapur

15 April 2021
Petani Muda Mengani tetap Bergairah di Tengah Pandemi

Petani Muda Mengani tetap Bergairah di Tengah Pandemi

7 April 2021
COVID-19 : Spiritualitas Orde Paling Baru

Benarkah Orang Gendut Lebih Mudah Terinfeksi COVID-19?

12 March 2021
Next Post
Menelisik Sentimen Anti-Bali di Perantauan

Menelisik Sentimen Anti-Bali di Perantauan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

8 May 2026
Mahasiswa Pilih Nugas di Cafe, Perpus Sepi

Mahasiswa Pilih Nugas di Cafe, Perpus Sepi

8 May 2026
Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

7 May 2026
Angkat Topi Buat Wanita, Khususnya Wanita Bali

Orang Bali jadi Objek Perencanaan Pariwisata

6 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia