• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, March 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Dadang Pohon Tua, Akarnya Menancap di Poros Bumi

Astarini Ditha by Astarini Ditha
13 June 2019
in Kabar Baru, Musik, Sosok
0
0
Dadang SH Pranoto, vocalist band Dialog Dini Hari

Sebuah akar menjelajah ke inti bumi dan sumber air. Inilah sebaran akar Pohon Tua.

Dadang S.H. Pranoto. Musisi band grunge Navicula dan trio folk Dialog Dini Hari ini mempunyai arti istimewa di hati penggemarnya. Tak hanya ngband, ia juga bermain solo dengan nama panggung Pohon Tua.

Akarnya menyebar di proyek musik lain, seperti duo Conscius Coup dan duo Electric Gipsy berkolaborasi dengan musisi lain. Memberi warna lain seorang Dadang. Di hampir semua band tersebut, Dadang berperan juga sebagai vokalis cum gitaris.

Lalu kenapa akarnya menancap kokoh di benak pendengarnya? Seorang penulis yang suka merekam remah pikiran dan catatannya dalam sebuah blog: wustuk.com. Selancar dunia maya membawa ke halaman blognya ketika mengetik nama Pohon Tua atau Dadang SH Pranoto. Ada sekitar 15 bahkan lebih tulisan yang berkenan dengannya.

Awalnya adalah kekaguman seorang penggemar lalu menjadi penulis buku yang isinya menaksir lirik-lirik lagu gubahan sang idola. Bukunya ini berjudul Dua Senja Pohon Tua.

Ada yang menyimpul ketika membaca tulisan-tulisan tentang Pohon Tua:  Spiritualisme. Circa 2011, di satu sesi Bali Emerging Writers Festival, Juniartha wartawan senior yang memoderasi diskusi dengan Dadang, juga membagi kekagumannya. Pohon Tua, jiwanya tua.

Spiritualisme Dadang barangkali adalah keyakinannya yang penuh pada musik dan perenungannya tentang hidup dan sekitar. Terdengar dari lirik-lirik lagu yang ia nyanyikan: liris, sederhana, dan mengena. Perlu jeda ketika mendengarkan lagunya dan menelisik lebih jauh ke samudera makna.

Dadang baik dalam Dialog Dini Hari atau Pohon Tua seperti hidup dalam lirik-lirik yang ia gubah. Barangkali ada serpihan jiwanya yang turut hidup di lirik itu.

Dusun Pagi, Desa Senganan, Penebel, Tabanan, Bali. Foto: Martino Wayan

Minggu besok, 16 Juni 2019, ia akan menemani Melali ke Dusun Pagi Tabanan. Mari berdendang bersama Dadang, dan membincangkan spiritualisme dalam lirik-liriknya.

Semisal dalam lagu Kancil di album solonya Kubu Carik. “Oh kancil, kau di mana. Pak tani entah ke mana, tak ada ladang, hutan tak lagi rindang. Pohon-pohon siap ditebang…”

Atau bersiul bersama Matahari Terbit. “Kurenungi wajahnya, kuselami indahnya. Kukabarkan pada pagi sang fajar kan terbit dari matanya…”

kampungbet

Tags: dadang pohon tuaDialog Dini Harimusisi bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Astarini Ditha

Astarini Ditha

Related Posts

kataraga gamelan kontemporer bali

Kataraga Meramu Bambu, Besi, dan Pipa Menciptakan Resonansi Baru Musik Bali

6 February 2026
Music Celebration 2026: Kolaborasi Komunitas Musik di Bali

Music Celebration 2026: Kolaborasi Komunitas Musik di Bali

24 January 2026
Sumatra Calling: Seruan Darurat Melalui Panggung Amal dari Bali

Sumatra Calling: Seruan Darurat Melalui Panggung Amal dari Bali

11 December 2025
“Move” dari Dumbleed Meretas Rutinitas

“Move” dari Dumbleed Meretas Rutinitas

8 August 2025
Morbid Monke: Kuintet Monyet Mutan Merilis Anomali Sonik ‘When I Feel Alive’

Morbid Monke: Kuintet Monyet Mutan Merilis Anomali Sonik ‘When I Feel Alive’

22 July 2025
Antida Sound Garden, Salah Satu Poros Ekosistem Musik di Bali Lahir Kembali

Antida Sound Garden, Salah Satu Poros Ekosistem Musik di Bali Lahir Kembali

20 July 2025
Next Post
Membangkitkan Kesadaran Lingkungan dari Hulu

Membangkitkan Kesadaran Lingkungan dari Hulu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia