Banjar, Ogoh-ogoh, dan “Gaya gagah, pesu kapah, mani mati kanggoang kremasi”
Penulis: I Wayan Willyana Menurut saya, ogoh-ogoh itu dulu dibuat atas dasar rasa happy oleh sekaa demen (kelompok bersenang-senang) karena...
Read moreDetailsPenulis: I Wayan Willyana Menurut saya, ogoh-ogoh itu dulu dibuat atas dasar rasa happy oleh sekaa demen (kelompok bersenang-senang) karena...
Read moreDetailsApa yang terlintas di benak kita ketika berbicara mengenai seksualitas perempuan dan pengalaman seksualnya, apakah bingung atau merasa canggung? Umumnya,...
Read moreDetailsJaringan kebudayaan Kedutaan Besar Prancis, Institut français d’Indonésie (IFI) dan Alliance française (AF) menyelenggarakan Nuits de la lecture atau “Malam...
Read moreDetailsOleh Goethe Institut Festival mini keliling “Dealing in Distance” yang diselenggarakan oleh Goethe Institut akan melawat ke Bali pada 22–25...
Read moreDetailsProses pemutaran Mandara Giri, sumber gambar: https://shuddhsanatan.org/anant-chaturdashi/ Jauh sebelum manusia mengenal istilah lempeng tektonik, magma, atau erupsi eksplosif, leluhur Nusantara...
Read moreDetails