Kadang, jadi ‘nothing’ itu justru perlu. Diam, tenang, nggak ngapa-ngapain.
Di tengah dunia yang serba cepat, anak muda seringkali terjebak dalam keharusan untuk produktif. Padahal, banyak dari kita hanya butuh jeda dan berhenti sejenak. Di sinilah Om Ham Retreat & Resort hadir bukan sekadar tempat liburan, tapi ruang untuk kembali ke dalam diri sendiri.

Berlokasi di Banjar Junjungan, Ubud, Om Ham Retreat & Resort dibangun dari akar spiritual dan pengobatan tradisional Bali. Dulu, tempat seperti ini dikenal sebagai ashram, sebelum istilah wellness centre populer. Kini, Om Ham juga berkembang menjadi resort yang menyatukan konsep retreat dan penyembuhan holistik dengan suasana yang tidak kaku. Di sini, healing terasa membumi dan fleksibel sesuai kebutuhan tiap orang.
Banyak yang mengira healing itu sekadar mencari hiburan atau pelarian. Tapi di Om Ham, kamu justru diajak melihat bahwa to be nothing is okay. Sawitri, Managing Director Om Ham Retreat & Resort menyebutkan bahwa konsep retreat berarti withdraw, kembali ke diri sendiri. Mundur sejenak dari dunia luar agar bisa lebih mengenal diri.
“Retreat itu bagaimana kita memanggil kembali diri kita yang sudah lama kita tinggalkan. Bagaimana kita melepaskan emosi melalui latihan-latihan yang akan kita lakukan di sini. Mungkin journaling, dengan hanya diam saja, mungkin diam di pool, cuman duduk enggak ngapa-ngapain, itu ada di jadwal kita. You have to be still,” ungkapnya.

Ada beberapa pilihan kegiatan yang bisa diikuti, salah satunya Kundalini Tantra Yoga. Jenis yoga ini bukan istilah atau tren baru, melainkan praktik pernapasan yang dalam dan bertujuan mengaktifkan aliran energi tubuh. Tak perlu memahami semua istilah dalam yoga untuk bisa merasakan manfaatnya, cukup hadir dan membiarkan diri terlibat. Termasuk dalam sesi pranayama atau latihan nafas yang membantu menenangkan pikiran.
Menurut Guru Ketut Arsana, pendiri Om Ham sekaligus praktisi spiritual dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, inti dari penyembuhan sejati adalah kesadaran akan napas. Ia menekankan pentingnya mindfulness dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi anak muda yang saat ini hidup dalam tekanan. “Konsepnya seperti hubungan manusia dengan alam, tidak harus dengan mantra,” jelasnya.
Bagi yang mudah terdistraksi atau sulit fokus, Sound Healing bisa menjadi alternatif. Cukup mendengar vibrasi Tibetan bowls dan biarkan gelombang suara membawa ketenangan. Terdapat pula kegiatan lain seperti Mandala Meditation, Chanting, hingga pertanian permakultur. Pilihan kegiatan di Om Ham sepenuhnya bersifat personalized karena setiap orang datang dengan kebutuhan yang berbeda.
Pengunjung akan melalui tahap pre-arrival consultation, bisa melalui sesi Zoom meeting atau pengisian formulir saat reservasi. “Kadang ada yang sudah tahu ingin ikut yoga atau sesi tertentu, tapi ada juga yang belum tahu harus mulai dari mana. Di situlah kami bantu arahkan,” jelas Sawitri. Dengan begitu, program dirancang sesuai tujuan personal, apakah ingin mencari keheningan atau sekadar butuh ruang untuk mendengar diri sendiri.
Informasi lebih lanjut terkait Om Ham Retreat & Resort dapat diakses melalui Instagram @omhamretreat atau penawaran pada link berikut.
sangkarbet kampungbet











Ini ulasannya ringan banget, keren diambil benar-benar dari sudut pandang anak muda aka Gen-Z ?.
Kalimat di prolog – Kadang, jadi ‘nothing’ itu justru perlu. Diam, tenang, nggak ngapa-ngapain. – ini ngena banget ?