• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Bu Nyoman sang Kepala Keluarga

Kadek Lisa Ismiandewi by Kadek Lisa Ismiandewi
22 June 2010
in Kabar Baru, Sosial, Sosok
0
2

Teks Kadek Lisa Ismiandewi, Foto Ilustrasi Anton Muhajir

Ketika suaminya metajen tiap hari, Nyoman mencari rezeki untuk meghidupi keluarganya.

Ibu ini agak kurus dari terakhir saya lihat kira-kira lima bulan lalu. Biasanya dia datang bersih-bersih ke kantor dengan tiga anak perempuannya. Satu anak laki-lakinya tinggal di rumah. Wajah mereka ceria… Bener kok, ceria. Padahal beban hidup mereka, khususnya si ibu, menurut saya sangat berat.

Namanya Bu Nyoman. Dalam seminggu dia bekerja di beberapa rumah. Nyetrika, nyapu,ngepel, nyuci pakaian. Sekali nyuci dan nyetrika biasanya dia dibayar Rp 25.000. Itu katanya untuk cucian dan setrikaan 1 minggu. Wuih..kebayang ya banyaknya berapa pakaian yang harus dicuci dan disetrika. Tapi dia terima dengan penuh rasa syukur, tanpa mengeluh.

Bisa saja dalam seminggu itu dia tidak bekerja di salah satu rumah, karena si majikan tidak ada ada. Jadilah pendapatannya berkurang. ”Kalau ngga ada uang, biasanya saya ngutang dulu di warung, ngutang beras, sayur, atau telor. Nanti pas udah dapet gaji, baru dilunasin.”

Sering juga dia harus pinjam uang di majikan sebuah rumah, untuk tambahan biaya sekolah anak-anaknya. Untuk melunasinya, nanti potong gaji. Biar lebih cepat lunas, Bu Nyoman akan bekerja lebih lama dari biasanya. Atau istilah kita bilang ”lembur’.

”Kalau ngga begini, saya ngga bisa bertahan. Kasihan anak-sanak saya kalau mereka ngga sekolah. Paling ngga mereka bisa sekolah sampe SMP,” katanya.

”Sekarang anak saya yang paling besar mau masuk SMP. Tiga lagi kelas 6 SD, 3SD, dan 1 SD. Anak saya yang paling besar masuk SMP swasta, karena NEM nya ngga cukup di negeri. Jadi bayarnya mahal. Saya lagi berusaha cari uang untuk itu…”

Selain bekerja lepas untuk bersih-bersih, kalau ada waktu luang, Bu Nyoman juga membuat keripik yang dijual ke pedangan keliling. Itu lho..pedagang yang biasa julan buah, jagung, keripik, kacang rebus, dan lain-lain yang jalan dari rumah ke rumah.

Biasanya dia dapat untung Rp 10.000 untuk 2 kg kripik singkong yang dia buat. Rp 5.000 buat jajan anak-anak, Rp 5.000 lagi dia tabung.

Dari penghasilannya, Bu Nyoman bisa membeli sepeda mini bekas, seharga Rp 225.000. Jadi, sekarang dia bisa pergi bekerja tanpa harus tergantung pada suaminya yang biasa antar jemput dia.

”Saya bangga bisa beli sepeda. Selama ini saya tergantung sama suami. Kalau dia ngga bisa anter, saya terpaksa ngga bisa kerja”.

”Suami saya ngga mau bekerja. Setiap hari dia metajen (sabung ayam). Jadilah saya kepala keluarga. Suami saya ngga pernah bertanggung jawab untuk ngurus rumah dan anak-anak, bahkan untuk tanggung jawab beli beras 1 kg pun!” ungkapnya.

Pernah Bu Nyoman mencoba bisnis sendiri, jualan minyak tanah. Awalnya dapet untung, tapi lama-lama rugi. ”Saya bangkrut karena banyak saingan waktu itu. Mungkin sudah nasib saya, saya harus kerja keras begini. Kadang tulang pinggang saya sampe sakit karena bekerja dari pagi sampe malam, ngga sempat istirahat”.

Lalu apa uang pendapatan Bu Nyoman digunakan suaminya untuk metajen? ”Ooh..ngga. Saya ngga mau. Kalau masalah itu saya tegas. Uang hasil kerja saya saya simpan untuk saya dan anak-anak. Urusan suami metajen, saya tidak peduli dia dapat uang dari mana,” tegasnya.

”Saya sudah males ngurus dia. Kadang saya masak nasi dan goreng telur cuma buat anak-anak. Saya tidak peduli suami saya apa dia sudah makan atau belum. Dia juga tidak pernah peduli dengan kami.” Miris sekali saya mendengarnya…

Lama saya perhatikan Bu Nyoman yang sedang bekerja. Walaupun beban hidup yang dia rasakan cukup berat,dia sangat ikhlas, dan bersyukur dengan apa yang dia punya,dia miliki. Dan dia tetap tersenyum.

Tapi kesabaran orang ada batasnya. Pernah dia minta cerai dari suaminya, karena sudah tidak tahan dengan perlakuan suaminya. ”Tapi saya pikir-pikir lagi,kasihan anak-anak.” Jadi dia bertahan hidup dengan laki-laki yang telah memberinya empat anak yang sama sekali tidak peduli lagi dengan kewajibannya.Yang ada di pikiran suaminya hanya TAJEN..

Satu lagi pelajaran hidup yang sangat berharga buat saya. [b]

Tags: BaliBudayaDenpasarEkonomiSosialSosokWarga
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Kadek Lisa Ismiandewi

Kadek Lisa Ismiandewi

Pekerjaan utama sebagai ibu rumah tangga. Senin sampe Jumat, nine to six, bekerja di Forum Fair Trade Indonesia. Sekali seminggu, juga mengajar di Jurusan Hubungan Itnternasional (HI) UNUD. Lulus dari HI UNPAD, Bandung, pernah bekerja di Discovery Kartika Plaza Hotel. Tapi ternyata lebih tertarik dengan tawaran menjadi volunteer di Yayasan IDEP, sampai akhirnya belajar ber-NGO selama dua tahun disana. Lalu pindah ke Third World Network untuk belajar riset, dan memperluas jaringan dan informasi mengenai NGO di Bali. Kemudian ditugaskan menjadi Koordinator Sekretariat Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim. Karena semakin tertarik dengan Manajemen NGO, maka memutuskan belok arah melanjutkan pendidikan magister ke Manajemen Sumber Daya Manusia,UNUD. Memiliki disiplin ilmu yang berbeda ini, saat ini cukup memberi bekal untuk mengamati dan berkecimpung di dunia NGO di Bali, walaupun sedang mencari peluang untuk bisa memperdalam ilmu alias melanjutkan pendidikan lagi. Tertarik dengan isu-isu lingkungan dan sosial, dan berusaha menyeimbangkan aplikasi teori yang dipelajari di kampus dengan praktek / isu yang berkembang di lapangan.

Related Posts

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Next Post
Mancing Ikan di Dam Oongan

Mancing Ikan di Dam Oongan

Comments 2

  1. rahaji says:
    16 years ago

    Aku kenal Ibu ini 🙂 dia strong women strong nation!

    Reply
  2. luhde says:
    16 years ago

    nyen ane uyut-uyut pidan kal nertibin JUDI tajen? asane be dadi gubernur jani?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Tiga Chef Muda Bali Bicara Tantangan Pangan Lokal

19 May 2026

TPA Suwung Ditutup, Apakah Bali Siap?

19 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia