• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mancing Ikan di Dam Oongan

Agus Sumberdana by Agus Sumberdana
23 June 2010
in Kabar Baru
0
0

Teks Jaya Ratha, Foto Agus Sumberdana

Dam Oongan yang berlokasi di sekitar jalan Noja, Denpasar Timur, merupakan salah satu bangunan yang dibuat secara permanen oleh Belanda pada tahun 1925. Pada eranya, dam ini dibangun sebagai salah satu strategi yang dilancarkan pemerintah kolonial untuk mendapatkan hasil pajak yang lebih banyak dari masyarakat.

Dam Oongan mensupali air untuk sawah dan penduduk yang bermukim di sekitar kawasan Kesiman, Sanur hingga Renon. Namun seiring dengan pesatnya pembangunan di sekitar aliran sungai yang memasok air ke dam Oongan, kini salah satu dam tertua di bali ini tidak lagi bisa berfungsi seperti ketika awalnya dibangun. Pada musim kemarau debit airnya sangat kecil, sehingga tidak jarang sungai-sungai yang dipasok airnya dari dam ini menjadi kering.

Berbeda ceritanya dengan para penghobi mancing yang selalu setia nongkrong di lokasi ini. Setiap harinya hampir selalu ada 2-3 orang pemancing yang mencobakan umpannya ke dalam air dam Oongan.

Salah satu yang setia mancing di tempat ini adalah Gusti. Setiap minggunya Gusti selalu menyempatkan diri untuk datang ke lokasi ini. Menurutnya, ikan di dam Oongan lumayan banyak. Apalagi setelah musim hujan atau baru memasuki musim kemarau.

“Kemungkinan di bagian hulu sana ada kolam ikan yang ikannya terbawa aliran sungai saat musim penghujan,” katanya. Ikan-ikan yang sering dijumpai di dam ini, misalnya, lele, karper, lemujung dan netran.

Namun, menurut Gusti, kalau memancing di tempat ini tidak boleh berbuat macam-macam alias ngomong atau berbuat yang aneh-aneh. “Nak tenget ne dini,” ujarnya.

Gusti mengatakan beberapa orang pernah mencoba untuk bunuh diri di tempat ini. Selain itu, lanjutnya, beberapa kali juga pernah ditemukan mayat yang tersangkut di pintu air dam Oongan.

Karena itulah, Gusti tak terlalu suka kalau memancing sendiri. “Kalau saya datang mancingnya pagi, paling sebelum jam 12.00 saya sudah pulang. Kalau mancing sore juga tidak pernah sampai malam,” tambahnya.

Jam pulang mancing Gusti  tergantung dari jumlah teman yang diajak memancing. Biasanya kalau sore terutama saat hari libur, yang datang mancing di sini cukup ramai bisa sampai 5-10 orang,” imbuh Gusti.

Strategi untuk memperoleh ikan oleh pemancing di tempat ini pun bermacam-macam. Mulai dari penggunaan umpan hingga teknik pemancingan.

Ketika bertemu saya beberapa pekan lalu Gusti membawa dua set alat pancingan dan mencobakan teknik memacing dengan menggunakan pelampung serta teknik pemancingan dasar (tanpa menggunakan pelampung). Dia memilih menggunakan ubi rebus sebagai umpan, karena ikan yang hendak ditargetnya adalah ikan karper. Ikan terbesar yang pernah ia peroleh di tempat ini berbobot 6 hingga 8 kilogram.

Bagi Gusti dia tidak begitu mementingkan hasil pancingan. Yang penting dapat bersantai sejenak menjalankan hobi memancingnya, bagi pak Gusti sudah cukup.

Berbeda dengan memancing di kolam-kolam pemancingan yang sempat menjamur di Denpasar beberapa waktu belakangan, memancing di dam Oongan memberikan suasana yang berbeda. Suasana yang sejuk dan sepi di dam Oongan dapat memberikan ketenangan di tengah hiruk pikuknya kota Denpasar. [b]

Tags: BaliDenpasarGaya HidupLingkunganSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Agus Sumberdana

Agus Sumberdana

Sedang belajar menulis di balebengong.id. Belajar advokasi di Conservation International Indonesia, belajar mengembangkan usaha di http://www.balisign.com dan belajar berbagi di Siu Ajak Liu. Freelance Web and Graphic Designer.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Next Post

Dua Pesawat Latihan Bertabrakan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

27 April 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia