• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 8, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Opini

Branding dan Promosi Online Wisata Bali, Mengecewakan?

Anton Muhajir by Anton Muhajir
27 September 2008
in Opini
0
0

Oleh Kadek Didi Suprapta

Bali memang terlalu identik dengan pariwisata. Ketika iklim pariwisata menunjukan gelagat penurunan, semua gelagapan. Banyak hotel dan resotoran kolaps. Pemutusan hubungan kerja terjadi di mana-mana, bukan hanya di sektor yang bersentuhan langsung dengan pariwisata seperti hotel atau restaurant, namun juga di setiap sektor yang tidak bersentuhan langsung dengan pariwisata.

Semenjak terjadinya bom Bali I dan II, seperti tidak ada perkembangan yang berarti dalam rangka memulihkan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung kembali ke Bali. Hal ini terjadi karena wisatawan sekarang jauh lebih pintar. Bahkan wisatawan jauh lebih tahu dari apa yang kita tahu. Informasi yang mereka dapatkan secara cepat dari internet, memberikan bekal kepada mereka sebelum mereka melakukan perjalanan wisata ke Bali.

Sayangnya, seringkali informasi yang mereka dapatkan tidak objektif, tidak berimbang karena datangnya dari wisatawan itu sendiri. Mereka membeberkan pengalaman mereka di internet, tanpa control jurnalisme. Mereka menuliskan apa yang mereka rasakan, sehingga yang keluar adalah opini pribadi mereka.

Kenapa bisa tidak berimbang? Karena memang belum ada media lokal yang mampu memberikan perimbangan informasi. Website yang bertebaran sekarang ini hanya bertujuan menjual Bali, belum ada yang memperbaiki atau mengangkat citra Bali. Celakanya, sebagian besar website yang berpengaruh dikuasai warga asing. Jadilah, mereka hanya menjual Bali, tanpa kontrol dan tanpa memikirkan imbas terhadap budaya dan lingkungan. Celakanya lagi, wisatawan lebih cenderung percaya pada sesama ekspatriat ketimbang masyarakat lokal Bali.

Langkah pemerintah tampaknya tidak ada yang patut diharapkan. Kenapa saya berani mengatakan begitu? Saya belum pernah menemukan satu website pun milik pemerintah yang memberikan informasi yang relevan dan berimbang. Bahkan promosi secara offline pun tidak pernah terdengar. Meski sering mendengar ada konvensi, atau studi banding ke luar negeri, saya yakin hasilnya tidak maksimal. Kenapa? Terlalu birokrat dan terkesan formal. Sayangnya wisatawan bukanlah orang yang suka formal-formalan. Mereka terkesan santai, bebas, dan menikmati hidup. Jadi, buat apa studi banding yang formal ke luar negeri dengan menghabiskan anggaran?

Sebenarnya kalau pemerintah bijak, dan benar-benar memperhatikan pariwisata Bali, tidak harus mahal. Cukup dengan ongkos satu orang anggota dewan yang melakukan perjalanan ke luar negeri sudah bisa melakukan promosi yang cukup efektif.

Tengoklah Singapura atau Malaysia. Coba buka Google terus search Malaysia tourism atau Singapore tourism. Yang muncul di halaman awal Google adalah website pariwisata mereka. Branding Singapore seperti “Uniquely Singapore” atau Malaysia dengan “Malaysia truly Asia”nya cukup terkenal di seantero dunia.

Sekarang kita tengok brandingnya Bali. “Bali Santhi-Santhi-Santhi”. Bagaimana anda mengartikannya? Bagi kita yang ada di Bali mungkin tidak sulit mengartikan, tapi persepsi kita menjadi bias. Sekarang coba tanyakan kepada wisatawan, apa mereka mengerti dengan maskud Bali santhi. Satu persen sepertinya susah menemukan wisatawan yang mengerti makna di balik Bali Santhi itu.

Bukankah branding harusnya bertujuan ke luar, bukan ke dalam. Maksud saya, branding bertujuan mengenalkan potensi Bali keluar, bukan ke dalam masyarakat Bali sendiri. Jika tujuan branding itu sendiri memang untuk menarik wisatawan asing, bukan menjadikan masyarakat Bali sebagai objek. Bukankah branding itu harusnya.

Seandainya saja semangat pemerintah Indonesia, khususnya pemerintah Provinsi Bali sama seperti semangat pemerintah Malaysia, dengan Malaysia Truly Asian-nya. Bahkan sampai menteri pariwisatanya ikut ngeblog. Bukan blog personal, tapi blog yang merepresentasikan jabatannya sebagai seorang menteri pariwisata.

Jika saja semangat pemerintah sama seperti semangat teamnya IMFREAKZ yang beberapa waktu lalu memperoleh juara pertama dalam ajang bergengsi kontes SEO tingkat dunia.

Sayang, semangat itu masih kendur, apalagi kurang didukung oleh pengetahuan akan dunia blogging dan internet. Banyak staff pemerintah bahkan tidak tahu, apa itu email atau website. [b]

Tags: BaliBrandingBudayaPariwisataPromosi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
Next Post

Pameran Arkeologi Multimedia untuk Menarik Perhatian Publik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

8 May 2026
Mahasiswa Pilih Nugas di Cafe, Perpus Sepi

Mahasiswa Pilih Nugas di Cafe, Perpus Sepi

8 May 2026
Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

7 May 2026
Angkat Topi Buat Wanita, Khususnya Wanita Bali

Orang Bali jadi Objek Perencanaan Pariwisata

6 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia