• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, October 20, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Berbagi Jotan saat Galungan

Anton Muhajir by Anton Muhajir
20 August 2008
in Kabar Baru, Kuliner, Opini
0
1

galungan.png

Sekitar pukul 7 pagi ini. Saya beserta anak dan istri masih lagi asik main di dapur untuk bikin sarapan. Gede Santika, tetangga kami, sudah mengetuk pintu gerbang rumah. Saya beranjak keluar membuka pintu. Menemuinya.

Gede, murid kelas II SMP yang hampir tiap hari main di ruangan depan rumah kami seperti sebagian besar anak di gang kami, sudah berpakaian adat madya. Berbaju safari dengan bawahan kamen (sarung) dan udeng di kepala. Dia membawa jotan untuk kami.

Jotan adalah semacam pemberian untuk orang lain. Biasanya diberikan saat si pemberi sedang punya upacara adat di rumah atau pura. Isi jotan berupa makanan yang dipakai untuk sajen saat upacara. Namun, kadang-kadang isi jotan juga memang khusus disiapkan untuk dihadiahkan, bukan sisa sembahyang.

Tradisi memberi jotan, disebut ngejot, dilakukan antar-tetangga atau antar-keluarga. Di jalan Subak Dalem gang V, Denpasar Utara di mana saya tinggal, saya mendapat jotan ini dari banyak tetangga yang merayakan Galungan.

Maka, sejak kemarin petang, para tetangga lain juga ngejot ke rumah saya. Bu Wayan, Dadong Devita, Bu Rizki, Bu Devi, dan banyak lagi. Hampir semua tetangga saya yang merayakan Galungan berbagi jotan ke rumah saya.

Tentu saja saya senang mendapat jotan. Sebab saya bisa makan-makan isinya. 😀 Apel, pisang, salak, roti, rengginang, jaja uli, lepet, krupuk mlinjo, dodol, dan buanyak lagi isi jotan ini lebih dari cukup untuk kami makan.

Di luar urusan perut kenyang, jotan bagi saya adalah simbol toleransi. Keluarga saya yang muslim, meski tidak taat-taat amat, bisa ikut merayakan Galungan dalam bentuk berbeda. Sebaliknya, ketika Lebaran misalnya, kami juga berbagi jotan untuk tetangga kami yang tidak merayakan Lebaran. Jotan dari kami biasanya berisi nasi dan lauk pauk. Mirip berkat kalau di Lamongan, Jawa Timur tempat di mana saya lahir dan besar sebelum tinggal di Bali.

Nah, pas Natal, saya dan tetangga juga mendapat jotan dari Pak Anton, tetangga kami yang merayakan Natal. Inilah bentuk toleransi di antara kami dalam merayakan hari raya agama masing-masing. Kami saling berbagi..

Yap, berbagi. Karena itu, ngejot juga bisa jadi waktu yang tepat untuk mengenal dan berbagi satu sama lain. Tidak peduli status sosial, ekonomi, maupun agama. Tidak setiap hari kami bisa berbagi. Maka, ketika kami merayakan hari raya agama masing-masing, jadilah hari raya itu waktu tepat untuk berbagi.

Selamat Galungan dan Kuningan untuk yang merayakan. Senang dan bangga bisa menjadi bagian dari keragaman ini.. [b]

Desain ucapan dari blog I Made Andi Arsana.

Tags: BaliToleransi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan: Sebuah Kontemplasi Eco-Sosial-Religius di Bali

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
Makna dari Singkat yang Lekat di Minikino Film Week 2026

Makna dari Singkat yang Lekat di Minikino Film Week 2026

28 September 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Ada Dapur Raksasa di Bawah Danau-danau di Bedugul

27 September 2026
Bali dan Banjir: Apakah Kita Serius Menata Kota?

Kesalahpahaman dalam Penganggaran Mitigasi Bencana di Bali

25 September 2026
Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

22 September 2026
IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

12 September 2026
Next Post

Jalur Bali Jawa bagaikan Neraka

Comments 1

  1. Wibisono Sastrodiwiryo says:
    18 years ago

    Waduh saya jadi teringat Ibu waktu membuat jotan Idul Fitri. Kalo Galungan selain ngincer jotan saya juga suka ngincer lungsuan. Nikmat sekali. I miss that moment so bad.

    Saya suka logo ucapan Galungan karya Bli Andi 🙂

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Pemerintah Lalai, Bali Digerakkan Daily Worker dan Kini Harus Begadang Massal untuk BBM

Mencari Kepastian di Tengah Antrean BBM

19 October 2026
Menengok Sekolah Asrama di Bali melalui Kelas Jurnalisme Warga

Menengok Sekolah Asrama di Bali melalui Kelas Jurnalisme Warga

18 October 2026
Menyatu di Titik Nadir: Catatan dari Aksi Kamisan Bali ke-73 

Menyatu di Titik Nadir: Catatan dari Aksi Kamisan Bali ke-73 

17 October 2026
Transisi ke Kendaraan Listrik adalah Wacana Kapitalistik ?

Pulau Wisata dengan Pasokan Rapuh: Analisis Kapitalisme atas Kelangkaan BBM di Bali

16 October 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia